Black Apps Competition 2013 Ajang Penyaluran Ide Menjadi Aplikasi

(Finalis Black Apps Competition 2013)

Ide-ide yang ada di pikiran anda jangan dibuang begitu saja. Ide-ide kreatif, dan inovatif yang berawal dari permasalahan dan kejadian sehari-hari dan bisa jadi karya yang menarik dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang dalam bentuk aplikasi mobile. Ide-ide karya anak bangsa ini kemudian dikumpulkan dalam suatu ajang lomba yang bernama Black Apps Competition 2013


Dari lomba ini terjaring sebanyak 1.149 ide palikasi dari seluruh tanah air. Melihat banyaknya ide yang masuk panitia menyaringnya menjadi 11 finalis melalui suatu penjurian yang dilakukan oleh pakar-pakar yang sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya dan kompetensinya di industri kreatif dan mobile apps. 

Panitia Black Apps Competition 2013 menggandeng Andrew Darwis (Founder & Chief Technical Officer Kaskus Networks), Raditya Dika (Penulis & Blogger), Selina Limman (Founcer & CEO Urbanesia), Budiono Darsono (Co-Founcer & Editor-In Chief Detik.com) dan Rene L. Pattiradjawane (Wartawan IT Senior). Setelah melalui tahap seleksi dan penjurian akhirnya ide tersebut dibuat ke dalam sebuah aplikasi mobile, dan terpilihlah 11 aplikasi yang layak menjadi finalis. 

Aplikasi tersebut adalah BloodMob karya Sandy Marly Colondam, C.E.L.I.A (Car Efficincy and Liability Intelligent Analyzer) karya Fahri Ali Imran, Dokutown karya Fikri Firdiansyah, Emba karya Yonas Rahendanu, Health Supporter karya Tirta Adi Gunawan, Kuda Lumping karya Apris Sugianto Sudrajat, Silat Academy karya Ias Ari Mahaputra Naibaho, Smurt karya Pandhu Waskitha Adiraharja, Tutwuri karya Audrey Maximillian Herli, Wisdomp karya Danu Kusuma Wardhana dan Zigna karya Cepi Burhan. 

Kesebelas karya finalis tersebut kemudian dipajang di situs BlackXperience.com selama beberapa hari untuk di vote oleh masyarakat Indonesia, yang nantinya akan terpilih 1 pemenang favorit. Ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai aplikasi tersebut. Sedangkan untuk 4 pemenang Black Apps Competition 2013 ditentukan oleh juri. 
(Booth Idblognetwork di Acara BAC 2013)
Bertempat di Cilandak Town Square Jakarta Selatan saya diundang oleh Idblognetwork untuk mengikuti acara tersebut. Karena khawatir macet akhirnya saya datang lebih awal dan bahkan menjadi peserta blogger pertama yang hadir. Di sambut dengan ramah oleh Mba Leila Wahab dan Ayu Kusumo di meja registrasi booth Idblognetwork. Setelah registrasi saya memindai undangan dari Idblognetwork di meja registrasi Black Apps Competition 2013. Saya mendapat kupon snack di J.Co dan goodie bag dari panitia. 
(Booth Merchandise di Acara BAC 2013)
Setelah registrasi kemudian melihat-lihat booth yang berjejer di lokasi. Ada dari Kaskus, Toko Merchandise Black, screen game interaktif yang bernama BAC Wordsearch Photos dan big screen 11 aplikasi yang masuk finalis di booth Black Apps Competition 2013. Acara dimulai sekitar pukul 13.00 siang acara Black Apps Competition 2013 dimulai. 
(Wartawan diajak main game Kuda Lumping)
Acara diawali dengan game untuk wartawan yang meliput acara tersebut. Saya sebagai salah satu media (blogger) yang ikut dalam kegiatan tersebut. Game atau permainan yang dilombakan adalah salah satu finalis Black Apps Competition 2013 yaitu Games Kuda Lumping. Tapi sayang karena baru pertama kali saya tidak berhasil menjadi pemenang lomba ini. 
(Panitia dan Juri BAC 2013)
Setelah permainan dengan rekan-rekan wartawan berakhir, acara dilanjutkan dengan penjelasan dari Panitia dan Juri Black Apps Competition 2013. Pada kesempatan ini panitia menjelaskan maksud diadakan acara Black Apps Competiition yang pertama ini, sedangkan juri kali ini diwakili oleh Raditya Dika menjelaskan kriteria dan ketentuan pemenang Black Apps Competition ini. 

Menurut panitia, semua pemenang di acara Black Apps Competition 2013 langsung dibuatkan aplikasinya dan bisa di donwload di Google Play, karena untuk tahap pertama aplikasi ini menyasar pengguna Android, untuk tahun-tahun aplikasi-aplikasi ini akan dibuat untuk sistem operasi yang lain seperti iOS, BlackBerry dan Windows. 

(Finalis Black Apps Competition 2013)
Setelah penjelasan dari panitia dan juri, acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan 11 finalis Black Apps Competition 2013. Pada kesempatan ini peserta menjelaskan tentang aplikasinya masing-masing dan datangnya ide membuat aplikasi tersebut. Kebanyakan peserta mempunyai ide karena permasalahannya masing-masing. Seperti kata Sandy Colondam yang membuat aplikasi Bloodmob, ide aplikasi ini datang karena banyak orang yang mencari pedonor darah hanya lewat facebook, twitter atau BBM, sementara dia tidak mengetahui siapa orang tersebut. Dengan aplikasi ini dia bisa mengetahu siapa yang membutuhkan dan yang mendonor, karena pengguna aplikasi ini menyimpan database seperti nama, email dan golongan darah penggunanya. 

Setelah perkenalan 11 finalis, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman 4 pemenang aplikasi terbaik dan 1 pemenang favorit. Berikut 4 Pemenang Black Apps Competition 2013
  1. BloodMob karya dari Sandy Colondam dari Jakarta untuk kategori Social Network. 
  2. Emba karya Yonas Rahendanu dari Salatiga Jawa Tengah kategori Productivity. 
  3. Kuda Lumping karya dari Apris Sugianto Sudrajat dari Cilacap Jawa Tengah kategori Games.  
  4. TutWuri karya dari Maximillian Audrey dari Sidoarjo Jawa Timur kategori Productivity. 
Sedangkan pemenang favorit Black Apps Competition 2013 via online voting adalah 
  1. Silat Academy karya Ias Ari Mahaputra Naibaho asal Jakarta kategori Edutainment/Entertainment. 
Keempat finalis tersebut mendapatkan hadiah masing-masing sebanyak 25 juta, sedangkan juara favorit sebesar 10 juta. Sedangkan keenam finalis yang tidak berhasil menjadi pemenang mendapat hadiah masing-masing 2 juta rupiah. Bagi anda yang ingin mengetahui dan menggunakan keempat aplikasi tersebut, Anda sudah bisa di download di Google Play. 

Berikut link keempat aplikasi pemenang terbaik Black Apps Competition 2013 : 
  1. Kuda Lumping silakan download disini 
  2. TutWuri silakan download disini 
  3. BloodMob silakan download disini 
  4. Emba silakan download disini 
(Agus Hamonangan di BAC 2013. Kredit Foto Rosid)
Setelah pegumuman pemenang, acara kemudian dilanjutkan dengan tips menghemat baterai oleh Agus Hamonangan dari Android Indonesia, pada kesempatan itu dijelaskan mengenai cara menghemat baterai seperti tidak menggunakan WiFi, GPS, bluetooth pada saat tidak digunakan. Mengurangi kecerahan layar dan lain-lain. 
(Sigi Wimala di Acara BAC 2013)
Setelah tips menghemat baterai Android acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Sigi Wimala mengenai Aplikasi untuk Museum. Sigi Wimala sedih melihat kondisi museum yang ada di Indonesia yang jarang dikunjungi. Sigi yang sering jalan-jalan mengharapkan museum di Indonesia seperti museum yang ada di luar negeri yang dilengkapi dengan aplikasi yang bermanfaat agar setiap pengunjung bisa menikmatinya. Aplikasi tersebut diisi dengan pengisi suara yang menjelaskan tentang seluk beluk museum. 
(Mubarika Darmayanti CEO Idblognetwork di BAC 2013)
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mba Mubarika dari Idblognetwork yang menjelaskan tentang Idblognetwork kepada pengunjung acara Black Apps Competition 2013. Selain menjelaskan tentang Idblognetwork, mba Rika juga menyapa blogger yang hadir di acara tersebut. Ada blogger dari Indramayu, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang, Komunitas Blogger dari Makasar dan Madura. 
(Edi Taslim di Acara BAC 2013)
Setelah pemaparan mba Mubarika tentang Idblognetwork, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Edi Taslim mengenai “The Web is Dead”. Pada kesempatan ini memaparkan bahwa web, situs atau blog akan mati dan berganti dengan aplikasi. Seperti saat ini pagi-pagi baru bangun tidur, banyak orang yang langsung membuka aplikasi twitter atau facebook. Sedangkan untuk langsung membuka web atau situs mulai jarang. Kalau pun ada hanya membaca situs pada saat orang tersebut membutuhkan atau tertarik pada isi berita saat itu. Kedepannya banyak situs atau blog yang akan berubah bentuk menjadi aplikasi. 
(Raditya Dika Sedang Memberikan Tips)
Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Raditya Dika tentang Tips Menjadi Terkenal di Media Sosial. Pada kesempatan ini Radit yang seorang pemain film, blogger, penulis dan humoris ini menjelaskan tentang bagaimana menjadi terkenal di media sosial. Berikut tips menjadi terkenal di media sosial :

  1. Pelajari sosial media dengan kelebihannya masing-masing. 
  2. Buat profil yang menarik. 
  3. Buat konten yang bagus. 
  4. Mempunyai sebuah opini. 
  5. Buat percakapan yang menarik dengan seleb.
  6. Jadilah diri sendiri yang unik dan tingkatkan kepercayaan diri. 
  7. Jangan pernah berantem di media sosial dengan orang lain. 
  8. Maintain (menjaga) follower dengan berbagai cara agar follower tidak kabur. 
  9. Selalu update agar terkenal di media sosial. 
Tips ini sangat bermanfaat bagi saya dan mungkin juga bagi anda yang ingin terkenal di media sosial. Setelah penjelasan dari Raditya Dika acara break dulu untuk coffee break di J.Co.

(Pertunjukan musik di BAC 2013 Kredit Foto : BlackXperience)
Acara dilanjutkan kembali pada pukul 19.30 yakni acara Awarding Night Black Apps Competition 2013. Acara ini diisi dengan berbagi pertunjukan musik dari Jakarta Pad Project, Lamuru Percussion, dan Bayu Risa yang membuat pengunjung semakin larut dalam alunan musiknya.
(Awarding Black Apps Competition 2013 Kredit Foto : BlackXperience)
Dan acara intinya adalah Awarding Night Black Awarding Competition 2013 yakni penyerahan hadiah kepada 4 pemenang terbaik dan 1 pemenang favorit Black Apps Competition 2013. Selamat kepada seluruh pemenang Black Apps Competition 2013 dan mudah-mudahan acara ini terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. Ayo maju terus karya-karya anak bangsa tunjukan bahwa kita bisa.

2 komentar:

  1. Waaa, laporannya lengkap dan panjang.
    Tapi yg paling menarik bagiku itu Apps EMBA. Walaupun aku bukan tipe orang yang suka panik sih, kejadian mendadak dan darurat bisa menimpa siapa saja lho.

    BalasHapus
  2. hehe.. thanks ya mas Heru.. kalo untuk senggang seru maen game Kuda Lumping

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan