ads

10 Kesalahan Terbesar Windows 8

Jumat, 02 Agustus 2013

Kemarin genap setahun sistem operasi besutan Microsoft untuk komputer pribadi atau laptop diluncurkan tepatnya tanggal tanggal 1 Agustus. Produk yang konon revolusioner yang bisa mengubah lanskap PC dunia. Namun pada kenyataannya "produk revolusioner" tersebut yang digadang akan merebut kembali popularitas komputer pribadi yang sudah mulai digerogoti oleh tablet dan smartphone akhirnya pupus sudah. 


Sistem operasi Windows 8 disorot oleh pengamat software dan pengguna karena memiliki beberapa kekurangan dan bahkan bisa dibilang blunder terbesar yang pernah dibuat oleh Microsoft. 


Berikut 10 Kesalahan Terbesar Windows 8

  1. Salah perhitungan pada perubahan dekstop. Hal pertama yang banyak dikeluhkan oleh pengguna Windows 8 adalah tidak adanya "Tombol Start". Sebenarnya sebelum melepaskan OS terbaru Windows 8, Microsoft memasukan pilihan tombol start di pengaturan pengguna dengan berbagai pertimbangan. Kini akhirnya Microsoft melakukan update pada Windows 8.1 dengan kembali tombol Start dan desktop yang mudah digunakan untuk memudahkan penggunanya. 
  2. Tampilan di tablet hanya bisa landscap. Microsoft sebenarnya sudah mulai merancang tablet tanpa Keyboard setahun sebelum iPad diluncurkan, tetapi perusahaan belum mengeluarkannya sampai setahun lalu baru diluncurkan. Ketika diluncurkan cacat pertama mulai terlihat pertama ketika perangkat tersebut hanya bisa bekerja dalam modus lansekap. Masalahnya orang-orang lebih memilih modus potret atas modus lansekap karena berbagai alasan seperti membaca ebook, dan lain-lain. Masalah lain ketika tablet mulai mengecil tidak seperti pada awalnya. Sekarang setahun kemudian, Windows 8.1 akhirnya mendukung perangkat tersebut dalam bentuk potrait dan mulai merambah ke perangkat berukuran kecil sekalipun. 
  3. Minimnya aplikasi. Ketika perangkat Windows 8 diluncurkan mereka datang dengan aplikasi pihak pertama yang dikembangkan oleh Microsoft. Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah untuk bisa bersaing dengan sistem operasi iOS dan Android yang sudah lebih dulu dan memiliki aplikasi yang sangat banyak. Tapi aplikasi di perangkat Windows 8 minim bahkan untuk kategori utama yang seharusnya mendefinisikan pengalaman tablet seperti musik, foto, dan e-mail. Beberapa aplikasi bahkan dibuat seolah-olah tergesa-gesa. Misalnya, batas 10 tab simultan dengan Metro-style Internet Explorer 10. 
  4. Aplikasi pihak ketiga lambat datangnya. Ketika konsumen bosan dengan aplikasi itu-itu saja, mereka mengharapkan adanya aplikasi dari pihak ketiga, tapi hanya aplikasi-aplikasi dengan nama besar saja yang sudah tersedia di Windows Store. Seperti aplikasi twitter akhirnya didorong untuk keluar pada pertengahan Maret lalu atau lebih dari empat bulan setelah peluncuran Windows 8, aplikasi seperti Facebook dan Flipboard sampai saat ini masih belum hadir, bahkan tidak ada aplikasi Google kecuali pencarian. 
  5. Konsumen tidak memahami manfaat dari sentuhan. Apple yang lebih dulu 3 tahun dari Microsoft dalam menyediakan perangkat sentuh, dan didefinisikan bahwa sentuhan hanya untuk tablet saja, tidak untuk perangkat seperti PC. Lihat saja perangkat iPad dengan layar sentuhnya, tapi di Mac tidak menggunakan layar sentuh tapi menggunakan trackpad. Tetapi dengan Windows 8 yang desain dasarnya adalah untuk sentuhan yang bisa diaktifkan di perangkat PC, tapi banyak orang merasa lebih suka menggunakan mouse atau touchpad, ketika mereka melakukan browsing atau membuat sebuah artikel panjang dan untuk memperbesar gambar. 
  6. Hardware tidak siap. Selama periode tersebut, mitra OEM Microsoft merilis perangkat luar biasa untuk Windows 8. Lenovo dan Dell telah bersemangat dengan melepaskan perangkat touchscreen baru dalam bentuk flip dan lipat menjadi beberapa posisi yang tampaknya tidak wajar seperti Lenovo Yoga. Begitu juga dengan vendor HP dan Samsung yang menggunakan bentuk bergeser sehingga bisa dapat diubah dari posisit tablet menjadi mode notebook. Masalahnya adalah hardware atau perangkat keras tidak siap dirilis bahkan perangkat Microsoftnya sendiri Surface Pro tidak hadir sampai lebih dari tiga bulan setelah peluncuran Windows 8. Sementara Windows 8 hanya bisa digunakan di laptop dan desktop tradisional yang tidak cocok untuk sistem operasi sentuhan-sentris baru, dan tentunya jelas gagal untuk mengesankan konsumennya. 
  7. Pemasaran yang tidak sesuai. Iklan pertama untuk tablet Windows 8 yang menampilkan sekelompok gadis sekolah yang sedang menyanyi, menari, dan mengklik dengan perangkat Surface RT, ironisnya iklan itu bukan ditujukan untuk perangkat Windows 8 sama sekali. Iklan tersebut gagal untuk memberikan kejelasan, koheren, serta pesan yang konsisten kepada konsumen tentang Windows 8. 
  8. Kebingungan konsumen. Windows 8 berbeda dengan Windows 7 karena banyak akun, dan ada kurva belajar sebelum Anda bisa menggunakan OS yang baru secara maksimal. Selama proses pratinjau dan bahkan ketika Windows 8 dirilis pada bulan Oktober tahun lalu, Microsoft tidak menempatkan setiap bantuan online atau orientasi bagi pengguna baru. Namun dengan preview layar Star Windows 8.1 menunjukkan pengganti untuk Bantuan baru & Tips aplikasi, dan berharap ini akan memudahkan kurva belajar. 
  9. Crapware. Windows 8 masih bertindak sebagai kendaraan pengiriman untuk trialware yang kinerjanya menguras program desktop Windows. Sebagian besar asosiasi file standar telah ditugaskan untuk program alternatif yang cerewet dengan masalah biaya pendaftaran. 
  10. Keputusan nama merek sangat buruk. Meskipun Windows 8 adalah nama merek yang baik, terutama karena penerus kepopuleran Windows 7 tapi keputusan menit terakhir Microsoft untuk meninggalkan 'Metro' sebagai nama untuk OS baru yang memang memiliki 'Metro UI' dan yang pasti mudah bagi pengguna untuk menyebutnya. Dan kemudian ada WinRT vs Windows RT, di mana salah satunya adalah satu set API, yang lainnya menjadi nama produk. 

0 komentar:

Poskan Komentar test