ads

10 Produk Dari Raksasa Teknologi Yang Tenggelam Setelah Diluncurkan

Kamis, 15 Agustus 2013
(Next Cube)
Banyak produk teknologi yang dikeluarkan oleh perusahaan besar seperti Apple, BlackBerry dan Microsoft. Beberapa produk tersebut seperti kita ketahui mampu menguasai pangsa pasar dunia. Raksasa teknologi meluncurkan produk-produknya dengan cara yang mewah dan glamor. 

Produk-produk tersebut sangat memukau penonton atau konsumen pada pandangan pertamanya. Tapi siapa sangka produk-produk tersebut akhirnya melempem dan akhirnya ditinggalkan konsumennya. 

Berikut 10 produk teknologi yang tenggelam setelah diluncurkan :
  1. Silverlight. Aplikasi buatan Microsoft yang diperkenalkan pada tahun 2007 ini, merupakan aplikasi yang berjalan di web memiliki fitur hampir sama dengan Adobe Flash. Sayangnya aplikasi ini gagal untuk mengesankan pengembang. Meskipun Silverlight 5 akan didukung sampai 2021. Tapi beberapa perusahaan seperti Netflix, media streaming on-demand akhirnya membuang Silverlight walaupun sudah mendukung HTML5. 
  2. PowerMac G4 Cube. Pada MacWorld New York pada tahun 2000, Steve Jobs memamerkan PC dengan nama PowerMac G4 Cube. Perangkat komputer berbentuk kubus ini memungkinkan penggunanya untuk memutar DVD, dengan hardware slide-out, tanpa kipas pendingin, dan spesifikasi yang lebih baik daripada PowerMac. Tapi setahun kemudian, tidak ada pelanggan yang membeli perangkat tersebut. Perangkat tersebut dilanda penjualan yang melambat meskipun sudah diberikan potongan harga. 




  3. Palm Pre dan WebOS. Palm Pre adalah Smartphone multimedia yang dirancang dan dipasarkan oleh Palm dengan layar multi-sentuh dan keyboard sliding. Palm Pre merupakan perangkat pertama yang memiliki sistem operasi mobile Linux berbasis Palm, webOS. Pada CES tahun 2009, Palm mengambil iPhone dan mengungkap Palm Pre dan WebOS. Perangkat ini sudah terintegrasi dengan Facebook dan fitur lain yang tidak dimiliki pesaingnya, penonton pun terkagum-kagum. Tapi setelah peluncurannya Palm Pre yang mahal itu hanya terbatas dijual di operator seluler Sprint. Meskipun didukung dengan pemasaran dan distribusi yang bagus, tetapi platform mobile WebOS dan perangkat Palm Pre gagal untuk mengesankan konsumen. 





  4. BlackBerry Storm. BlacBerry ini sebenarnya ingin menyaingi smartphone lain seperti iPhone yang tidak ada tombol fisiknya. Fitur yang dibenamkan di perangkat ini seperti kamera video dan GPS. Tapi touchscreen berbasis kliknya terlalu cepat untuk mengetik, selain itu browsernya yang mengecewakan membuatnya kurang nyaman digunakan oleh penggunanya. Sehingga smartphone ini akhirnya kurang diminati oleh konsumennya dan tidak muncul sekuel lain dari smartphone ini. 




  5. OnLive. Olive adalah perusahaan pertama yang menawarkan video game on demand, dan itu merupakan ide brilian. Demonya yang luar biasa dengan memamerkan teknologi game pada 2009. CEO Steve Perlman menggambarkan bagaimana pengalaman gaming yang berkualitas tinggi yang dapat dilakukan dan bisa dikirim ke rumah-rumah penduduk tanpa harus memiliki konsol game, download, atau menggunakan disk. Teknologi ini memiliki remote server untuk menangani pengolahan dan rendering grafis, koneksi internet bandwidth yang tinggi, dan layar televisi atau PC di rumah pengguna. Tiga tahun kemudian Onlive usai. Ditengah permasalahan banyaknya konsol game seperti PS, Xbox, Nintendo dan permasalahan lag yang sering terjadi di komputer pengguna. 




  6. NeXT Cube. komputer workstation high-end yang dikembangkan, diproduksi dan dijual oleh NeXT dari tahun 1990 sampai 1993. Ia menggantikan workstation NeXT Computer dan ditempatkan di sebuah kotak magnesium berbentuk kubus. Workstation menggunakan sistem operasi NeXTSTEP dan memiliki harga 10.000 USD. Sayangnya perangkat ini tidak terlalu booming karena harganya yang terlalu mahal. 




  7. Windows ME. Windows Millennium Edition, atau Windows ME adalah sistem operasi grafis, pengganti Windows 98 dan ditargetkan khusus pada pengguna PC rumahan. Tagline produknya "So Many Possibilities". Ternyata tidak berpengaruh pada konsumen. Dengan Windows ME, Microsoft menekankan pada media digital, jaringan, dan pilihan pemulihan yang mudah. Tapi pengguna memiliki pengalaman yang berbeda, OS sering crash dan rentan terhadap kesalahan hardware dan aplikasi. 




  8. BlackBerry PlayBook. Tablet yang dirilis pada tahun 2011, dan dijual di Kanada dan Amerika Serikat, merupakan perangkat pertama yang berjalan menggunakan sistem operasi OS BlackBerry, berdasarkan QNX Neutrino, dan menjalankan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Adobe AIR. Awalnya penjualan BlackBerry PlayBook ini mencapai 500 ribu kemudian turun menjadi 200 ribu dan akhirnya tidak laku di toko-toko atau pengecer. Wlaupun BlackBerry PlayBook sudah menurunkan harganya tetapi tetap saja kurang laku.




  9. Cisco Cius. Tablet ini sejatinya dapat digunakan untuk menelepon. Tablet ini menggunakan sistem operasi Android yang diumumkan oleh CEO John Chambers di CiscoLive 2010 lalu. Fokus tablet ini sebenarnya adalah pada kolaborasi, konferensi video, konektivitas kantor, dan keamanan. Tablet ini memiliki ukuran yang besar dengan harga $ 750 dan para eksekutifnya sudah membawa iPad ke kantor dengan atau tanpa persetujuan perusahaan. Akhirnya tablet ini harus berhenti ditengah jalan karena tidak mencapai target. 




  10. Apple Lisa. Pada tahun 1983, Apple mengeluarkan produk yang diberi nama Apple Lisa. Produk komputer pribadi ini menawarkan antarmuka untuk pengguna grafis dalam mesin murah yang ditujukan untuk pengguna bisnis individu. Perangkat memakai fitur seperti protected memory, multitasking, hard disk dengan sistem operasi yang lebih canggih, built-in screensaver, mendukung RAM hingga 2 MB dan banyak lagi lainnya. Tapi perangkat karena harganya yang tinggi dan gagal meyakinkan pelanggan. Pada tahun 1982, Steve Jobs terpaksa mengeluarkan proyek Lisa, dan bergabung dengan proyek Macintosh. Akhirnya Apple Lisa pun tidak dijual kembali. 
Sumber LazadaID

1 komentar on 10 Produk Dari Raksasa Teknologi Yang Tenggelam Setelah Diluncurkan

  1. Baru tau kalau blackberry playbook ternyata produk yang kurang laku. padahal desain dan osnya sangat elegant

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam