ads

Layanan Media Sosial dan Aplikasi Mobile Messenger Menggeser SMS

Rabu, 07 Agustus 2013

Sejak awal kemunculan operator seluler di Indonesia, SMS selalu memberikan pendapatan tertinggi kedua setelah pendapatan dari telepon. Tapi kini keberadaan SMS (Short Message Service) mulai tergerus dengan media sosial dan aplikasi mobile messenger. 


Lihat saja kalau tahun-tahun sebelumnya menjelang Idul Fitri atau lebaran banyak sekali SMS yang dikirimkan pelanggan seluler ke rekan-rekan atau keluarganya sebelum, atau pada saat lebaran hingga setelah lebaran. Tapi sekarang orang lebih suka menggunakan jejaring sosial atau aplikasi mobile messenger. 

Kehadiran media sosial seperti facebook, dan twitter banyak digunakan oleh pengguna telepon pintar untuk mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri atau lebaran kepada rekan-rekannya. Begitu juga dengan aplikasi mobile messenger yang banyak digunakan oleh pengguna telepon seluler di Indonesia untuk mengucapkan maaf saat lebaran. 

Beberapa aplikasi mobile messenger yang populer saat ini di Indonesia adalah BlackBerry Messenger, WhatsApp, Line, WeChat, dan Kakao Talk mampu menggantikan peran SMS yang beberapa tahun lalu begitu mendominasi. Ditambah lagi banyak operator yang berlomba-lomba memberikan akses internet murah. Sehingga banyak pengguna yang beralih dari penggunaan SMS ke media sosial dan aplikasi mobile messenger. 

Perlombaan operator seluler dengan menerapkan SMS gratis sepertinya sudah tidak menarik lagi oleh pelanggan seluler. Mereka sudah kadung cinta dengan yang namanya media sosial dan aplikasi mobile messenger, yang menurut mereka dengan menggunakan media sosial dan aplikasi mobile messenger strata mereka lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan SMS konvensional. 

Melihat tren penurunan pendapatan dari SMS, operator seluler tidak tinggal diam. Salah satu operator seluler kini mulai berinovasi dengan memberikan layanan Stiker SMS. Layanan SMS bergambar ini menggunakan tarif normal sehinga lebih menarik dari SMS biasa. 

Walaupun pendapatan SMS mengalami penurunan, tetapi layanan ini masih banyak digunakan oleh pengguna ponsel biasa yang jumlahnya masih setengahnya lebih dari pengguna smartphone. Sekarang tinggal inovasi dari operator seluler menyikapi penurunan pendapatan dari SMS ini.

0 komentar:

Poskan Komentar test