ads

Tiga Pilar Untuk Menyatukan ASEAN

Selasa, 03 September 2013

Pada bulan April 2013 lalu di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam didaulat menyelenggarakan KTT ASEAN Ke-33. Pada kesempatan ini tema yang diangkat dalam KTT adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015 dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. 

Para pemimpin negara-negara ASEAN sudah sepekat dengan tiga pilar tersebut, Pilar pertama adalah Persatuan keamanan, jika keamanan wilayah ASEAN tidak kondusif maka yang rugi tidak hanya negara ASEAN sendiri tetapi juga negara lain yang sering melakukan hubungan bisnis dengan negara-negara ASEAN. 

Oleh sebab itu keamanan negara-negara ASEAN harus terus terjaga dengan kondusif. Perbedaan antar negara ASEAN yang akan dan bisa menimbulkan konflik jangan terlalu diperbesar-besarkan, tapi persamaan yang harus kita kedepankan di antara negara ASEAN untuk menjaga keutuhan persatuan ASEAN. 

Pilar kedua adalah persatuan ekonomi, diharapkan perekonomian di ASEAN lebih maju dibandingkan dengan organisasi berbasis wilayah lainnya. Negara ASEAN harus bisa menciptakan perdagangan bebas di antara negara ASEAN dengan memperhatikan sosial politik dan kebudayaan yang ada di negaranya masing-masing. 

Tidak hanya dalam jual beli tetapi dalam hal pelayanan dan jasa pun masyarakat ASEAN harus siap diisi oleh pelayanan dan jasa dari negara lain. Ke depannya negara Indonesia bisa saja dipenuhi dengan salon-salon dari Thailand, begitu juga dengan Thailand akan dipenuhi dengan toko jamu yang berasal dari Indonesia, begitu juga dengan negara-negara lainnya. 

Ke depan akan banyak para pencari pekerjaan profesional dari luar negeri yang akan bekerja di Indonesia, begitu juga dengan negara lain yang akan dipenuhi oleh para pekerja dari luar negeri. Karena negara-negara ASEAN sudah sepakat dengan yang namanya perdagangan bebas termasuk kebebasan dalam mencari pekerjaaan. Sehingga pencari pekerja dari luar negeri pun akan bersaing dengan pekerja lokal. 

Pilar ketiga adalah Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Persatuan sosial antara negara-negara ASEAN sangat mudah dilakukan karena memiliki persamaan dalam memecahkan persoalan-persoalan sosial yang ada di negaranya. Mayoritas dari negara ASEAN adalah negara berkembang dengan mata pencaharian terbanyak sebagai petani, kecuali negara Singapura yang sudah dibilang dengan negara maju di Asia Tenggara. 

Negara ASEAN harus memiliki persatuan sosial untuk mengatasi permasalahan yang muncul di negaranya masing-masing. Jika di salah satu negara berhasil mengentaskan permasalahan sosial, maka negara lain bisa meniru pemecahan masalah tersebut, tentu sesuai dengan adat dan kebudayaan yang ada di negara tersebut. 

ASEAN sebenarnya sudah memiliki banyak kesamaan dalam hal budaya. Beberapa negara ASEAN memiliki bahasa yang hampir sama, pakaian adat, tradisi yang mirip antar satu negara dengan negara lainnya dalam wilayah ASEAN. Sehingga untuk menyatukannya sangatlah mudah. 

Pembentukan Badan Persatuan ASEAN sebelum tanggal 31 Desember 2015 saya rasa akan segera terwujud. Apalagi dilandasi semangat dari negara-negara ASEAN yang ingin membentuk komunitas-komunitas sesuai dengan bidang yang ditekuninya. 

Para pelajar di ASEAN membentuk komunitas pelajar ASEAN yang nantinya bisa mengadakan pertukaran pelajar antar negara ASEAN, begitu juga dengan mahasiswanya yang membentuk komunitas mahasiswa ASEAN yang mengadakan pertukaran mahasiswa antar negara ASEAN. 

Begitu juga dengan komunitas blogger ASEAN nantinya tidak hanya kopdar-kopdar blogger ASEAN saja tetapi menciptakan sinergi antar blogger ASEAN dengan memberikan informasi yang ada di wilayahnya masing yang berbeda dengan media mainstream, untuk memberikan sudut pandang yang berbeda dan menangkal pemberitaan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. 

Selain komunitas-komunitas tadi, sebenarnya masih banyak komunitas-komunitas yang bisa dibentuk di antara warganya di ASEAN semua itu untuk mewujudkan tema KTT di Brunei Darussalam yakni “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”. Semoga masyarakat ASEAN akan terus bersatu dan tidak terpecah belah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

1 komentar on Tiga Pilar Untuk Menyatukan ASEAN

  1. Sinergi tersebut akan tercipta, ketika semuanya sudah siap dalam satu visi misi untuk kemakmuran bersama. Salam hangat dari dengan secangkir kopi dan mendoan kang. hahahaha

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam