ads

15 Proyek Google Yang Gagal

Kamis, 31 Oktober 2013

Google raksasa mesin pencari dikenal dengan produk-produknya yang selalu membangkitkan rasa keingintahuan para pencinta teknologi di seluruh dunia. Perusahaan ini adalah salah satu pembuat karya-karya teknologi yang menakjubkan, sehingga para investor tetap percaya pada dominasinya dari bisnis mobile advertising hingga video. 


Namun, tidak semua proyek dari Google berhasil, ada beberapa proyek dari Google yang gagal. Walaupun produk tersebut tampak revolusioner, hebat, dan bisa bersaing dengan yang lain, tetapi ternyata tidak mampu menarik minat penggunanya sehingga harus dihentikan sesaat setelah diluncurkan 


Berikut daftar 15 proyek Google yang gagal

  1. Google Lively. Diluncurkan pada tahun 2008, ini adalah salah satu proyek jejaring sosial Google yang hanya bertahan selama enam bulan. Lively memberikan sebuah jejaring sosial dengan virtual tiga dimensi yang memungkinkan penggunanya untuk membuat dan menyesuaikan avatar dan berinteraksi dengan orang lain. Meskipun ini sebuah konsep yang inovatif, tapi gagal memenuhi harapan dan perusahaan memutuskan untuk mengakhiri proyek tersebut dan menggeser fokusnya pada usaha inti yakni pencarian, iklan dan aplikasi bisnis. 
  2. Google Answers. Google Answers adalah mesin pencarian kedua yang diperkenalkan oleh Google. Pengguna bisa menggunakan portal ini untuk mencari jawaban yang diinginkan, tapi tidak gratis pengguna dikenakan biaya sebesar 2 - 200 dolar untuk setiap pertanyaan dan disarankan untuk meninggalkan tip opsional hingga 100 dolar. Misalnya, jika seseorang ingin tahu produsen layar LCD di Afrika Selatan. Orang akan memposting pertanyaan dengan kata kunci di atasnya. Google menyisihkan 25 persen untuk upah peneliti dan biaya 50 sen untuk satu pertanyaan. Layanan ini kemudian ditutup karena penggunanya lebih menyukai Google sebagai mesin pencari untuk menemukan semua jawaban yang mereka inginkan. 
  3. Google Print Ads dan Google Radio Ads. Google terus merambah ke media tradisional termasuk dengan media cetak dan iklan radio dengan biaya lebih rendah. Hal ini telah membuat kesepakatan antara Google dengan Clear Channel Radio, untuk menjual sekitar 5 persen dari ruang iklannya. Tapi sayang proyek media cetak Google tidak bisa bertahan karena tidak sesuai dengan harapan. Layanan ini dihentikan pada tahun 2009. 
  4. Google Buzz. Google Buzz ada karena upaya pertama Google untuk menyaingi Facebook di jejaring sosial. Google Buzz terintegrasi ke Gmail untuk melayani sebagai jaringan, mikro sosial blogging dan sarana berbagi link, foto, video, pesan status dan komentar. Tapi Buzz masuk ke dalam kehidupan pengguna Google tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dan mereka bingung cara penggunaannya. Selain itu ada juga masalah privasi yang memiliki email ID pengguna dalam daftar kontaknya sehingga mereka bisa melihat kegiatan pada platform Buzz. Jadi kombinasi dari platform jaringan sosial ke dalam akun e-mail resmi memang ide yang buruk dan akhirnya pada bulan Oktober 2011, Google mengumumkan untuk menutup platform ini sepenuhnya. 
  5. Google Jaiku. Jaiku adalah jejaring sosial, micro-blogging dan layanan live streaming dan ini merupakan upaya Google untuk bersaing dengan Twitter. Jailku didirikan oleh Jyri Engeström dan Petteri Koponen dan dibeli oleh Google pada bulan Oktober 2007. Tapi layanan ini gagal menjadi tren di kalangan orang muda dan Google tidak memberikan alasan untuk menghentikan layanan, beberapa klaim bahwa itu ditutup karena perusahaan ingin fokus pada Google+. Pada bulan Oktober 2011, Google Bradley Horowitz menulis di blog resminya: "Jaiku, produk kami yang diperoleh pada tahun 2007 yang memungkinkan pengguna mengirim pembaruan ke teman, akan ditutup pada 15 Januari 2012". 
  6. Google Wave. Google Wave digambarkan oleh Google sebagai "bagian percakapan dan dokumen yang sama, di mana orang dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan mengirim teks, foto, video, peta, dan banyak lagi. Ia menerima banyak apresiasi positif pada saat peluncurannya. Sayangnya, layanan dengan fungsi yang canggih ini bosan digunakan sehari-hari dan membuat mereka tidak menyukainya. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 2010 dan layanan ini berganti dengan Google Docs dan menggantikan Google Wave. 
  7. Google Reader. Google Reader/ RSS / Atom feed aggregator telah dikembangkan oleh Chris Wetherell, seorang insinyur Google dan diluncurkan melalui Google Labs. Google Reader ini diluncurkan pada tahun 2005 dalam upaya untuk memudahkan bagi orang yang membaca blog atau situs menemukan dan mengawasi situs/blog favoritnya. Awalnya proyek ini memiliki sejumlah pengguna setia namun perlahan-lahan penggunaannya menurun dan akhirnya layanan ini ditutup pada bulan Juli 2013. 
  8. Google Fast Flip. Google Fast Flip adalah agregator berita online yang dirancang sebagai kombinasi dari unsur-unsur artikel media cetak dan online. Fast Clip ini memiliki banyak konten seperti majalah cetak dan membiarkan pengguna menelusuri secara berurutan melalui kumpulan berita terbaru, berita utama dan topik terpopuler, serta feed dari penerbit atas individu. Pengumuman untuk menghentikan layanan ini datang pada bulan September 2011. 
  9. Picnik. Picnik adalah layanan editing foto secara online yang diakuisisi oleh pada tahun 2010. Selama beberapa bulan, aplikasi ini terintegrasi dengan sebagai bagian dari web album Picasa untuk memberikan pengguna lebih banyak pilihan dalam menambahkan efek foto ketika mengedit gambar melalui platform Picasa. Meskipun ini adalah layanan ini sangat bagus pada Januari 2012, tapi Picnik akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan menutup aplikasi ini pada tanggal 19 April 2012. 
  10. iGoogle. iGoogle adalah homepage pribadi di mana pengguna bisa menyesuaikan homepage Google dengan 'Gadget' seperti feed baru, Google Chat, penghitung waktu mundur, kutipan sastra harian, dan permainan. Perusahaan merasa bahwa kebutuhan untuk sebuah homepage yang disesuaikan tidak lagi diperlukan. "Dengan aplikasi modern yang berjalan pada platform seperti Chrome dan Android, kebutuhan untuk sesuatu seperti iGoogle telah terkikis dari waktu ke waktu, iGoogle akan pensiun pada tanggal 1 November 2013. 
  11. Google Notebook. Google Notebook adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk browsing, klip, dan mengatur informasi mana saja dari web ke lokasi online tunggal yang dapat diakses dari komputer manapun. Ini merupakan alat berbasis browser yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi dengan orang lain untuk kolaborasi dan juga bisa membuat publik notebook. Google mulai menggeser notebook data ke Google docs pada bulan November 2011 dan pada bulan Juli 2012 Google Notebook ditutup. 
  12. Dodgeball. Dodgeball adalah layanan jejaring sosial berbasis lokasi yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dan menyiarkan lokasinya kepada pengguna lain melalui pesan teks. Pada Januari 2009 Eksekutif Google Vic Gundotra mengumumkan di Google Code Blog bahwa perusahaan akan menghentikan Dodgeball.com dalam beberapa bulan ke depan, setelah itu layanan ini tidak akan lagi tersedia. Layanan ini digantikan oleh Google Latitude. 
  13. Google Wallet. Google Wallet adalah sebuah teknologi inovatif yang digunakan untuk transaksi uang secara online melalui kartu kredit dengan pengguna smartphone. Smartphone memainkan peran sebagai dompet. Ini adalah ide yang benar-benar keren dan di ambang trend masa depan tapi sayangnya dilaksanakan terlalu cepat untuk massa yang belum teralalu memahami, dan takut implikasi yang salah menyebabkan orang menghindari ide tersebut. 
  14. Google Health. Layanan Google Healt memungkinkan pengguna untuk menyimpan catatan kesehatannya di lokasi yang terpusat baik secara manual atau dengan login ke akun mereka yang bermitra dengan penyedia pelayanan kesehatan. Google ingin membuat sebuah layanan yang akan memberikan akses terhadap kesehatan dan informasi pribadinya. Tapi layanan itu ditutup pada awal 2013 lalu. 
  15. Knol. Knol adalah artikel otoritatif tentang topik tertentu, ditulis oleh orang-orang yang tahu tentang hal tersebut. Knol dibangun untuk mendorong para ahli untuk menyumbangkan pengetahuannya secara online dan membuatnya dapat diakses untuk semua orang. Tapi banyak melihat knol sebagai upaya Google untuk bersaing dengan Wikipedia. Semua konten akhirnya dihapus pada Oktober 2012. 

0 komentar:

Poskan Komentar test