ads

Etika dan Etiket Di Jejaring Sosial Facebook dan Twitter

Selasa, 26 November 2013

Kebanyakan orang menganggap antara etika dan etiket itu sama, begitu juga dengan media seperti di koran, majalah, radio dan televisi juga masih menggunakan kata-kata etika bermedia sosial atau etika social media. Padahal etika dan etiket itu berbeda. 


Etika adalah salah satu cabang filfasat tentang baik dan buruk. Gampangnya apa yang disepakati hampir semua orang mengenai baik atau buruk, itu adalah wilayah etika. Dalam praktik sehari-hari yang namanya plagiat seperti untuk skripsi, tesis, atau bahkan sekadar status di Facebook atau twitter, hampir semua orang sepakat itu buruk. Mengambil yang bukan hak kita, lalu mengakui itu sebagai milik kita itu tidak etis. 


Sebenarnya, dalam diri manusia sudah ada tanda yang memperingatkan baik, dan buruk. Contohnya ketika kita menemukan foto seseorang di ruang privat, tidak baik jika disebarluaskan tanpa seizin yang punya foto. Tak baik pula disebarkan di Facebook maupun Twitter serta media sosial lain. Demikian pula foto-foto korban pemerkosaan, korban kecelakaan, serta foto dan video porno. 

Sedangkan etiket adalah tata cara atau sopan santun. Mungkin banyak yang beranggapan suka-suka gue toh jejaring sosial khan milik gue?. Kita mau mengeluh, marah-marah, mengungkapkan suasana hati di Facebook maupun di Twitter terserah kita dong. Anggapan ini ternyata salah karena jejaring sosial juga punya aturan dan sopan santun, seperti twitter yang melarang penggunanya untuk tidak menggunakan gambar-gambar pornografi, baik untuk foto profil, header maupun background. Silakan baca selengkapnya di sini. Sedangkan aturan yang tidak tertulis di twitter antara lain : 

  1. Ngetwit jangan lebih dari 140 karakter walaupun sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan Twitlonger, tapi sebaiknya jangan melebihi dari 140 karakter. 
  2. Jika hanya ada satu orang yang bertanya di Twitter untuk satu topik, cukup dijawab dengan fasilitas Reply, bukan RT. Jawaban dengan RT sebaiknya dilakukan jika yang bertanya lebih dari satu dan jawaban tersebut ditujukan kepada semua penanya. 
  3. Berinteraksilah dengan follower atau pengikut. Jangan ngomong sendiri. Twitter bukan media satu arah, bukan pula dua arah, tapi multiarah. 
  4. Jangan menggunakan huruf besar semua karena nanti dikira twit marah-marah 
  5. Jangan menfollow atau mengikuti orang agar kita difolback, lalu setelah itu kita unfollow mereka. 
  6. Tak perlu memaksa meminta folback karena Twitter bukan jejaring pertemanan seperti Facebook 
  7. Banyak-banyaklah berbagi ke follower seperti berbagi ilmu, berbagi keceriaan, dan berbagi kesempatan. 
Daftar etiket ini bisa lebih banyak lagi sesuai dengan perkembangan perilaku interaksi di masing-masing media sosial ini. Twitter terbilang encer dalam hal etiket ini karena basisnya bukan pertemanan seperti di Facebook. Twitter itu jejaring informasi. Kita tak perlu izin untuk menfollow seseorang di Twitter, kecuali akunnya digembok. Akun yang digembok itu memperlakukan Twitter layaknya Facebook. 


Kita mengikuti akun bukan karena orangnya tapi karena informasinya. Tak perlu kenal orangnya, bahkan jika akun itu dengan nama alias atau pesudo atau anonim sekalipun, asal infonya menarik, maka kita follow. Jika kita di kemudian hari tidak suka, tinggal di-unfollow saja mudah bukan?. 

Saking encernya hubungan di Twitter, interaksi di jejaring informasi ini lebih memberikan keleluasaan penggunanya dibanding Facebook, sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru seperti KulTwit (kuliah melalui twitter) dan TwitWar atau perang atau berantem di twitter, yang kurang nyaman jika dilakukan di jejaring pertemanan seperti Facebook. 

Kesimpulannya di Twitter kita boleh melakukan apa saja, asal tidak melanggar aturan Twitter. Ingat, akun kita itu hanya pinjaman dari Twitter. Sebagai pemilik asli, Twitter bisa menutup akun kita jika kita melanggar aturannya. Kita boleh mengeluh, pamer, jualan, pacaran, memuji, dan lain sebagainya asal tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan Twitter. 

Nah dengan kekebasan seperti itu, follower punya kebebasan menekan tombol mute, unfollow, blok sampai spam. Jika twit orang yang kita follow tidak sejalan dengan pandangan kita gampang solusinya adalah mute atau unfollow. Jika twitnya berisi fitnah, adu domba, atau pornografi? Solusinya gampang tinggal tulis report spam. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. 

0 komentar:

Poskan Komentar test