ads

Harap-harap Cemas Pengguna CDMA

Selasa, 24 Desember 2013

Kini banyak pengguna CDMA (Code Division Multiple Access) yang harap-harap cemas dengan perangkat yang digunakannya. Pasalnya saat ini banyak operator seluler yang mengambil jatah jaringan CDMA mulai memindahkan frekuensinya ke GSM atau LTE. 


Beberapa operator seperti Flexy operator seluler milik PT. Telekomunikasi Indonesia ini juga sudah siap-siap mengubah jaringannya menjadi GSM atau LTE. Flexy merupakan pelopor penyedia saluran telekomunikasi seluler berbasis CDMA di Indonesia. Produk yang satu ini berhasil menyelenggarakan sambungan data dengan teknologi EV-DO atau setara dengan jaringan 3,5G.


StarOne operator seluler milik PT. Indosat ini, semula pelanggannya mencapai ratusan ribu kini semakin menipis bahkan sampai 3.000-an pelanggan saja. Pelanggan StarOne rencananya akan dipindahkan ke layanan seluler milik Indosat yakni IM3 atau Mentari.  

Begitu juga dengan operator seluler Esia, perusahaan telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom ini pangsa pasarnya mulai tergerus oleh beberapa operator seluler dari jaringan LTE. Kabarnya Esia pun akan memindahkan jaringannya dari CDMA ke LTE. Produk Esia yang terkenal untuk akses internet berbasis CDMA yakni AHA. 

Operator seluler di jaringan CDMA lainnya yang menyasar segmen masyarakat pedesaan yakni Ceria milik PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia pun semakin kelimpungan dengan akan dipindahkannya jaringan CDMA ke GSM atau LTE tersebut. Pasalnya banyak masyarakat pedesaan yang sudah kadung menggunakan layanan ini karena terbilang memiliki kualitas suara dan akses internet yang stabil. 

Satu-satunya operator seluler berbasis CDMA yang masih perkasa adalah PT Smartfren Telecom atau yang lebih dikenal dengan Smartfren. Operator seluler ini masih sibuk dengan promosi bundling gadget-gadget terbarunya yang diberi nama Andromax. Mereka seolah-olah tidak menghiraukan akan pemindahan frekuensi oleh pemerintah tersebut. 

Smartfren ini terbilang lincah dalam mengambil keputusan untuk bundling. Mereka mengambil smartphone yang sudah dual SIM yang satu GSM dan satunya CDMA, atau smartphone yang bisa digunakan dua jaringan CDMA dan GSM. 

Kalau melihat pengguna CDMA yang sudah mencapai jutaan pelanggan di Indonesia, pemerintah dan operator seluler harus bertanggungjawab dengan memberikan kompensasi jika benar-benar CDMA beralih ke GSM atau LTE. Karena pengguna CDMA sudah membeli perangkat yang nantinya tidak bisa digunakan kembali di wilayah Indonesia. 

Tapi sekali lagi inilah teknologi, mau tidak mau perangkat dan teknologi yang dianggap sudah ketinggalan akan ditinggalkan. Begitu juga dengan jaringan CDMA yang dianggap sudah dianggap ketinggalan jaman harus mati dan beralih ke jaringan GSM atau LTE, begitu juga dengan GSM atau LTE nanti akan digantikan entah itu namanya apa di masa yang akan datang.

Sumber Foto

2 komentar for Harap-harap Cemas Pengguna CDMA:

  1. loh mau dihilangkah tah mas? saya rasa untuk LTE masih sangat lama mas..paling cepat 2018 wong 3G aja nyampe sini baru 2012 kemarin.. padahal cuma 24 km dari jogja

    BalasHapus
  2. Kalau Modem CDMA gak berpengaruh kan?

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam