ads

Google Siapkan Lensa Kontak Cerdas Untuk Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Januari 2014
Google kembali membuat teknologi wearable, kali ini bukan lagi kacamata atau jam tangan pintar, tapi lensa kontak yang digunakan oleh penggunanya. Ide awal pembuatan perangkat ini adalah untuk melaksanakan pemantauan glukosa bagi penderita diabetes dengan berbasis lensa kontak yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, metode ini mencakup sel biofuel yang berjalan pada air mata dan fluktuasi kadar glukosa melalui fluoresensi. 

Google melakukan pendekatan yang sama dengan lensa kontak biasa, hanya bedanya menggunakan  LED yang di tempatkan pada fluoresensi untuk mengingatkan pemakai. Artinya penderita diabetes bisa berjalan-jalan dengan kontak lensa yang berubah warna di matanya, jika warnanya berubah maka tingkat glukosanya akan mengalami perubahan. Teknologi lensa kontak pintar dari Google ini nantinya akan mampu memberikan analisa terhadap penderita diabetes karena hasilnya bisa dibaca per detik oleh dokternya yang bisa dikirim secara nirkabel.

Sayangnya, teknologi deteksi diabetes ini seratus persen berhasil masih dalam tahap pengembangan. Menurut laporan Center for Disease Control sejak 2011, hampir 26 juta orang Amerika hidup dengan penyakit diabetes dan sekitar 7 juta lebih tidak terdiagnosis. Angka itu bahkan tidak memperhitungkan pertambahannya sekitar 79 juta orang yang hidup dengan pradiabetes, prekursor untuk diabetes tipe 2, yang menyumbang hingga 95 persen dari semua kasus diabetese di Amerika Serikat. Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang berhubungan dengan penuaan dan gaya hidup. 

Google mengambil data dari Yayasan Diabetes Internasional pada tahun 2013, yakni sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Brussels Belgia. Menurut data tersebut penderita diabetes berusia antara 20 – 79 tahun di Amerika nomer tiga terbesar dibawah China dan India. Diperkiraan pada tahun 2035 penderita diabetes secara global akan berjumlah 592 juta jiwa. 

Walaupun demikian banyak orang yang beranggapan dengan teknologi ini nantinya Google bisa mendapat informasi dan data penting dari perangkat canggihnya yang sebenarnya diperuntukan bagi pasien diabetes. Ini merupakan proyek Google dalam bidang perangkat untuk kesehatan setelah beberapa waktu yang lalu mengalami kegagalan. 

0 komentar:

Poskan Komentar test