ads

Perangkat Yang Sekarat Sejak Kehadiran Smartphone

Sabtu, 22 Maret 2014
(penggunaan telepon duduk semakin berkurang sejak adanya smartphone)

Sejak kehadiran smartphone, banyak perubahan perilaku pengguna dalam menggunakan berbagai peralatan yang selama ini digunakannya. Kalau sebelumnya banyak orang yang menggunakan MP3 mendengarkan lagu selama dalam perjalanan, kini sudah tergantikan hanya dengan mengisi lagu di dalam memori smartphone atau memori eksternal di smartphone. 

Kalau dulu banyak orang yang menggunakan kamera saku ketika traveling atau menghadiri momen-momen penting, sekarang cukup membawa smartphone sudah cukup. Apalagi kualitas kamera smartphone tidak kalah dengan kamera saku digital yang ada saat ini. 

Diprediksi beberapa tahun mendatang banyak perangkat-perangkat yang dulunya laris manis, sekarang gaungnya semakin meredup dan bahkan akan hilang sejak kehadiran smartphone. 

Berikut beberapa perangkat yang sekarat sejak kehadiran smartphone

  1. Kalkulator. Dahulu kita membutuhkan kalkulator untuk menghitung, tapi kini keberadaannya sudah tergantikan dengan smartphone. 
  2. Kamera Saku. Smartphone generasi terbaru sudah dibekali kamera canggih bahkan setara dengan kamera saku. Sehingga penjualan kamera saku pun semakin anjlok. 
  3. Radio Duduk. Radio duduk yang biasa digunakan kini sudah ditinggalkan dan beralih menggunakan smartphone yang sudah dilengkapi dengan radio. 
  4. MP3. Penjualan pemutar musik MP3 semakin hari semakin menurun, bahkan iPod yang boleh dibilang paling populer sudah semakin meredup. Apalagi sejak kedatangan smartphone yang memiliki pemutar musik canggih dan suara jernih. 
  5. Kalender. Untuk melihat tanggal biasanya membutuhkan kalender, tetapi kini bisa dilihat melalui smartphone. 
  6. Peta. Zaman dahulu, orang membaca peta yang berbahan kertas jika tidak mengenal lokasi. Kini, peta yang sangat canggih di smartphone seperti Google Maps sudah menggantikannya. 
  7. Jam Beker. Dulu saat kita bangun tidur diperlukan jam beker untuk alarm tapi kini keberadaannya sudah bisa digantikan oleh smartphone. 
  8. GPS. Perangkat GPS (Global Positioning System) dulu banyak digunakan untuk mengetahui posisi atau saat diperjalanan agar tidak tersesat, tetapi kini keberadaannya sudah tergantikan dengan smartphone yang dilengkapi dengan GPS. 
  9. Telepon Duduk. Telepon duduk sudah ketinggalan zaman karena bentuknya yang tidak bisa mobile atau bergerak. Perangkat ini diperkirakan akan semakin jarang digunakan kecuali untuk perusahaan-perusahaan tertentu saja. 
  10. Komputer Meja. Komputer meja sekarang tidak diminati seperti dulu karena berbagai fungsinya sudah bisa digantikan oleh smartphone. 
  11. Perekam Suara Digital. Perekam suara digital untuk kerja para wartawan atau merekam data penting, kini sudah tidak terdengar gaungnya. Smartphone juga bisa melakukannya dengan kemampuan yang tidak kalah bagusnya. 
  12. Konsol Game Portable. Konsol game portabel penjualannya semakin melambat karena tergerus oleh smartphone dengan kemampuan gaming yang semakin canggih dan aplikasi dan pilihan game yang melimpah. 
  13. Camcorder. Smartphone memiliki fitur untuk merekam video dengan kualitas tinggi sehingga buat apalagi membeli camcorder. 
  14. Netbook. Netbook dulu sangat populer untuk mengerjakan pekerjaan atau sekedar browsing, namun sejak kehadiran smartphone, perlahan dan pasti perangkat ini semakin terus menurun penjualannya. 
  15. PDA. (Personal Digital Assistant) dahulu sangat populer karena bagi orang yang memiliki perangkat tersebut dianggap orang berduit dan tidak gaptek. Namun kini hampir tidak ada gaungnya karena sejak kedatangan smartphone.

2 komentar for Perangkat Yang Sekarat Sejak Kehadiran Smartphone:

  1. bentar lagi Flasdisk dan Hardisk dengan layanan Cloud Computing yg semakin merajalela, lalu giliran buku kertas yg segera punah. bahkan nanti cek jantung bisa pakai smartphone ya.

    em.., hebat banget ya

    BalasHapus
  2. woo baru nyadar ternyata banyak juga ya barang2 yang sekarat gara gara smartphone, seperti wartel yang udah mati gara gara handphone...

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam