ads

Dunia Hampa Tanpa Gadget dan Internet

Rabu, 16 April 2014
(memperkenalkan internet kepada para siswa)
Pertama kali mengenal internet sewaktu saya bekerja di hotel di daerah Puncak. Saat itu untuk reservasi atau pemesanan hotel, selain menggunakan telepon dan faximile juga menggunakan email yang dikirim dari travel agent atau dari sales marketing yang berada di Jakarta. 

Saat itu saya mulai belajar mengenai internet dan manfaatnya. Saya tertarik dengan internet apalagi setelah mengenal mesin pencari Google, dari mesin pencari ini kita bisa mencari apa saja yang kita inginkan. Setelah beralih profesi dari karyawan hotel menjadi pendidik atau guru, saya mulai memperkenalkan internet kepada anak didik saya. 

Pertama kali saya memperkenalkan situs mesin pencari Google dan Google Maps pada tahun 2008 kepada anak didik saya melalui ponsel. Saat itu ponsel belum booming seperti sekarang, yang memiliki ponsel baru sebatas guru dan siswa yang orang tuanya kaya saja. 

Para siswa sangat tertarik dengan Google dan Google Maps pada saat itu, apalagi dengan Google Maps mereka bisa melihat rumah mereka sendiri, lokasi sekolah, jalan dan lain-lain seolah-olah mereka melihat secara langsung dari atas angkasa. 

Karena banyak siswa yang tertarik dengan internet, akhirnya saya mulai mendalami tentang internet salah satunya dengan membuat blog sendiri pada tahun 2009. Setelah saya membuat blog dan mendalami tentang blog. Untuk menarik minat siswa terhadap dunia internet akhirnya saya membuat soal online yang saya simpan di blog. 

Melihat antusiasme siswa dengan yang namanya soal online lewat internet, akhirnya saya menghadap kepada kepala sekolah untuk mengadakan jam tambahan pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dengan pokok bahasan “cara membuat blog”. Ternyata gagasan tersebut disetujui dan para siswa pun diajarkan cara membuat blog. Sekolah kami pun akhirnya menjelma menjadi sekolah yang banyak mencetak blogger-blogger muda yang handal di wilayah Indramayu. 

Pada tahun 2010 dunia maya Indonesia geger dengan yang namanya jejaring sosial Facebook. Saat itu di sekolah kami belum ada yang memiliki akun Facebook, saya orang pertama yang memiliki akun FB di sekolah kami. Kemudian saya jelaskan kepada murid-murid saya tentang kelebihan dan kekurangan Facebook, dari bertemu teman lama, mendapat informasi terbaru dan lain sebagainya. 

Beberapa guru dan siswa mulai banyak yang tertarik membuat akun di jejaring sosial Facebook. Akhirnya hubungan pertemanan pun semakin banyak dan semakin ramai. Komunikasi dua arah antara guru dan murid, atau sebaliknya, serta antara guru dan guru berjalan lancar. Begitu juga dengan informasi-informasi penting seperti pengumuman kelulusan, pengumuman perpisahan dan lain-lain cukup diinformasikan melalui jejaring sosial facebook saja. 

Kemudian pada akhir tahun 2010, saya mulai aktif ngeblog dan mengikuti lomba blog. Baru di tahun 2011 prestasi dalam bidang menulis di blog mulai membuahkan hasil. Saya berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Juara Pertama lomba blog Cirebon Blogger Competition yang diadakan PT. Telkom. Dari pengalaman ini kemudian saya tularkan pengetahuan menulis tersebut kepada anak didik saya sehingga mereka sangat antusias mempelajari dunia perbloggeran. 

Selain aktif menulis di blog, pada tahun 2011 saya mulai aktif mengikuti kopdar-kopdar blogger yang diadakan di beberapa kota. Dengan mengikuti kopdar saya mendapat banyak teman, dan juga mendapat banyak pengalaman terutama pengalaman mendapatkan penghasilan dari blog. Karena blog saya ramai dikunjungi maka pundi-pundi rejeki pun semakin terbuka dari PPC (Pay Per Click) dan juga dari job review.
 (Siswa sedang mengikuti pembelajaran tentang blog)
Mendengar penjelasan saya tentang manfaat blog selain belajar mengeluarkan pendapat dan belajar ketrampilan menulis. Ternyata dari blog juga bisa menghasilkan pendapatan, maka semakin banyak murid-murid saya yang tertarik dengan dunia blogger. Tidak heran ada beberapa siswa yang selalu ikut dengan saya pada saat kopdar blogger di beberapa kota. 

Selain aktif ngeblog, saya juga aktif di jejaring sosial facebook dan twitter melalui gadget. Tidak disangka-sangka akun twitter saya yang pada awalnya hanya memiliki 500-an follower ternyata bisa berbuah rupiah sebagai buzzer. Beberapa brand memanfaatkan akun twitter saya sebagai penyambung dan pemberi informasi melalui twitter. Dari jejaring sosial twitter ini akhirnya saya bisa mendapatkan pundi-pundi rejeki. 

Maka tidak heran sampai sekarang saya tidak bisa lepas dari yang namanya gadget dan internet. Sehari saja tanpa gadget dan internet, hidup ini terasa hampa dan penghasilan tambahan pun sirna. Dimana saja, kapan saja saya harus selalu terkoneksi dengan yang namanya internet. Karena penghasilan tambahan dari internet, seperti job review di blog, PPC (pay per click), hingga buzzer di dapat karena saya selalu terkoneksi dengan internet. 

Perjalanan untuk mengajarkan manfaat internet kepada anak didik saya terus berlanjut hingga sekarang. Mudah-mudahan mereka bisa memanfaatkan internet dengan baik dan benar. Kebahagian guru yang terbesar adalah bila ilmu yang telah diberikan bisa diamalkan sebaik mungkin oleh muridnya. Mudah-mudahan internet memberi manfaat kepada mereka. Itulah sekelumit pengalaman saya tentang manfaat internet, semoga bermanfaat.

2 komentar for Dunia Hampa Tanpa Gadget dan Internet:

  1. benar sekali sekarang zaman udah serba gadget ya mas Didno dan hidup hampa tanpa cinta , bagai taman tak berbunga begitulah kata para pujangga :)

    http://rapopome.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Tahun 2007 ngenalin Google Maps melalui ponsel dan bisa melihat rumah masing2 ?

    Waw, pake hape apaan bro bisa canggih banget taun segitu ? Keren juga ngayalnya

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam