ads

Dengan Teknologi Ini Panen Padi Bisa 25 Kali

Minggu, 11 Mei 2014
(Teknologi Resep Cahaya)
Di Indonesia para petani bisa panen padi 2 sampai 3 kali dalam setahun. Itu pun kalau saluran airnya terawat dengan baik dan berjalan dengan normal. Jika tidak paling-paling panen hanya sekali dalam setahun karena mengandalkan air turun dari langit. 


Tapi kini panen padi atau sayuran bisa lebih dari tiga kali berkat sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Royal Philips sebagai perusahaan global di bidang pencahayaan. Perusahaan ini sedang mengembangkan salah satu lampu LED yang dibuat khusus untuk mengembangkan pertanian menjadi lebih meningkat. 


Bekerjasama dengan GSF (Green Sense Farms), sebuah pertanian komersil yang ada di daerah Chicago Amerika Serikat, membuat model pertanian inovatif yang bisa panen padi atau sayuran 20-25 kali dalam setahun dengan menggunakan “resep cahaya” yang dioptimalkan untuk hasil tanamannya, dengan menghemat penggunaan energi sebesar 85 persen. 

Setelah menggunakan teknologi ini hasilnya adalah peningkatan hasil panen dan biaya operasional yang lebih murah, disamping itu petani bisa tetap menyediakan sayuran segar yang ditanam secara lokal untuk konsumen sepanjang tahunnya. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi dengan pertumbuhan populasi dunia sampai 2,5 miliar orang pada tahun 2050, dan 80 persen dari populasi dunia tersebut akan hidup di perkotaan. Pada saat yang sama, 80 persen dari tanah yang cocok untuk bercocok-tanam telah digunakan untuk perumahan dan industri. 

Terlebih lagi jika cuaca ekstrim di seluruh dunia telah menggagalkan panen yang berakibat pada naiknya harga makanan. Tapi seiring dengan itu masyarakat semakin sadar akan bagaimana makanan yang mereka dihasilkan, semakin sulit bagi petani untuk mengejar pertumbuhan hasil pertanian untuk masyarakat perkotaan. Maka mendorong inovasi teknologi pertanian baru yang dapat membuat tanaman tumbuh tanpa cahaya matahari dalam ruangan yang dekat atau di daerah perkotaan. 

Sensitivitas tumbuhan terhadap cahaya sangat berbeda antara tumbuhan dengan mata manusia, tanaman menggunakan jarak gelombang cahaya yang lebih efisien dan merespon dengan cara yang berbeda pada gelombang cahaya yang berbeda pula. 

Philips sudah memahami hal tersebut oleh karena itu perusahaan ini telah terjun secara aktif dalam pencahayaan hortikultura sejak 1936, namun kemajuan teknologi LED memungkinkan penyesuaian optimal resep cahaya buatan bagi kebutuhan tanaman-tanaman tertentu seperti sayuran dan padi. 

Terlebih lagi, karena LED menyala pada temperatur yang lebih dingin, penempatannya dapat diposisikan lebih dekat kepada tanaman secara optimal, memastikan pencahayaannya dapat dilakukan secara sempurna menyeluruh pada tanaman tersebut. 

Dengan metode ini penggunaan pestisida berbahaya, pupuk maupun zat pengawet, sehingga menghasilkan produk yang bebas kimia yang ditanam secara organik. Mudah-mudahan teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia.


4 komentar for Dengan Teknologi Ini Panen Padi Bisa 25 Kali :

  1. Philip, bukankah itu lampu buat rumah ya mas.
    wah.., wah.., sekarang philip jadi lampu buat tanaman padi ya mas.


    he he...,
    mantap juga nih lampu philip

    BalasHapus
  2. Kita tunggu hasilnya.

    BalasHapus
  3. hemm.. sayang gak masuk indonesia...

    BalasHapus
  4. apakah hasil panen yang didapatkan dari teknologi ini rasa ,mutu ,dan kwalitasnya akan sama dengan yang dihasilkan secara alami .kita tunggu saja hasilnya

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam