ads

Gemah Rempah Mahakarya Indonesia Untuk Dunia

Jumat, 10 Oktober 2014
Nara sumber JJ Rizal sedang menjelaskan Mahakarya Indonesia
Jauh-jauh dari Indramayu, saya ingin sekali mengetahui apa itu Mahakarya Indonesia dari para nara sumber baik dari sejarawan maupun penulis. Dari Indramayu berangkat pukul 11.00 agar tidak tertinggal acara yang sangat menarik ini, dan ternyata sudah sampai di lokasi acara pukul 16.30. 

Bertempat di Restaurant Tartine di FX Sudirman ternyata acara belum dimulai sambil menunggu di sekitar restoran. Tepat pukul 18.00 acara sudah mulai oleh MC. Walaupun sambil menunggu peserta yang datang. 

Kami disuguhi coffeebreak yang bisa mengisi perut yang mulai lapar. Saya bertemu dengan teman-teman blogger dari Jakarta seperti Maria, Gie Wahyudi, Tigor Simanjuntak, Simbok Venus, dan lain-lain. 

Acara ini menjadi silaturahmi sesama blogger baik dari Jakarta dan sekitarnya. Acara diawali dengan pemateri pertama JJ Rizal yang membahas tentang Kata Mahakarya. Mahakarya adalah segala sesuatu ciptaan manusia dan juga ciptaan Tuhan yang luar biasa. Mahakarya ciptaan manusia bisa berupa bangunan, makanan, dan lain sebagainya. Bangunan Borobudur, dan candi-candi yang ada di Indonesia merupakan mahakarya manusia. 

Sementara kekayaan alam, tumbuhan dan sekitarnya merupakan Mahakarya Tuhan. Tumbuhan yang menjadi maharya sejak lama adalah rempah-rempah. Cengkeh dan pala merupakan rempah-rempah yang menjadi perburuan orang-orang dari Eropa seperti Colombus, Magellen dan lain-lain. 

Beberapa daerah penghasil rempah-rempah seperti Ternate, Banda, Maluku sudah menjadi perburuan negera-negara Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris. Agar rempah-rempah tersebut tetap menjadi komoditi yang mahal maka berbagai cara dilakukan. 

Dari mulai menganggap tempat rempah sebagai tempat misterius, banyak dihuni mahluk yang mengerikan dan lain sebagainya. Kemudian diperkuat oleh sastrawan dan agamawan bahwa rempah-rempah sebagai simbol selera surga, simbol para nabi, malaikat, obat mujarab hingga pembangkit gairah seksual. 

Selain rempah masih banyak mahakarya Indonesia seperti sambal, kecap manis, cengkeh, pala, kapur barus, tebu dan lain sebagainya. Bahkan yang mengejutkan rempah-rempah seperti kopi ternyata berasal dari Batavia atau Jakarta. Pertama kali di tanam di Indonesia di daerah Gambir dan sekitarnya tetapi tumbuhnya tidak terlalu istimewa. Justru tanaman tebu yang tumbuh subur di Gambir dan sekitarnya. 

Mas Motulz sedang menjelaskan tentang cara menulis
Setelah pembicara mas JJ Rizal acara dilanjutkan dengan pembicara kedua yakni mas Motulz seorang Travel Blogger dan penulis. Pada kesempatan ini mas Motulz membahas mengenai Mau Nulis Apa?. Berita, Cerita atau Catatan. 

Berita membutuhkan unsur-unsur pemberitaan seperti pariwisata, tokoh, dan yang paling penting adalah waktu kejadian. Waktu menjadi penting dlm pemberitaan, makin cepat, makin baik, lebih cepat lebih berharga. Kedua lebih penting adalah akurasi berita, lebih cepat jika tidak akurat, maka nilai berita menjadi pudar. Ketiga penting adalah konfirmasi berita di saat semua pemberitaan sudah muncul dengan akurasi tinggi. 

Sementara itu cerita membutuhkan kejadian tapi tidak harus ada peristiwa. Waktu kejadian tidak penting tapi jika berkaitan dengan alur cerita maka menguatkan cerita. Cerita tidak membutuhkan akurasi dan konfirmasi, tapi ketika pembaca menemukan akurasi dan konfirmasi. 

Sedangkan Catatan atau dalam bhs Inggris disebut Log menjadi weblog, dan kemudian menjadi Blog. Log diambil dari kegiatan rutin seorang pilot atau kapten kapal yang membuat catatan perjalanan. Segala sesuatu yang dilihat oleh kita bisa jadi berita, cerita atau catatan. 

Setelah pembahasan oleh mas Motulz acara dilanjutkan dengan tanyajawab dari beberapa peserta acara Gemah Rempah Mahakarya Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan acara makan malam bersama teman-teman blogger dan media.

0 komentar:

Poskan Komentar test