ads

Pemanfaatkan TIK Untuk Pembelajaran Di Kelas dan Rumah

Senin, 20 Oktober 2014
Salah satu soal online
Sebagai seorang guru mau tidak mau, kita harus mau belajar dan belajar lagi. Apalagi di zaman globalisasi seperti ini. Guru tidak bisa komputer dan internet sudah ketinggalan zaman. Mengingat saat ini siswanya sudah akrab dengan kemampuan menggunakan komputer, ponsel, tablet dan mengakses internet dimana saja kapan saja. 

Untuk itu guru yang modern selain harus menguasai materi yang akan diajarkan di kelas, juga harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk diterapkan saat pembelajaran atau memberikan tugas di rumah.

Saat ini hampir semua siswa memiliki yang namanya ponsel, baik yang hanya berfungsi sebagai telepon dan berkirim pesan SMS, juga yang memiliki kemampuan sebagai ponsel cerdas yang di dalamnya bisa digunakan untuk mengakses internet, kamera, kalkulator, kamus, mendengarkan musik, menonton film dan lain sebagainya. 

Oleh sebab guru harus bisa memanfaatkan TIK tersebut untuk pembelajaran baik di kelas maupun di rumah. Untuk pembelajaran di kelas, guru minimal harus bisa membuat tampilan slide seperti menggunakan power point atau sejenisnya. 

Dengan menggunakan tampilan slide seperti power point, materi yang akan diajarkan kepada siswa sudah tersusun dengan baik. Sehingga jarang sekali seorang guru yang mengajar keluar dari topik yang diharapkan. Selain itu siswa akan merasa senang jika guru menggunakan tampilan slide seperti power point apalagi disertai dengan audio visual, dijamin siswa dan siswi akan menyukai demgam materi yang diajarkan. 

Selain menggunakan materi pembelajaran dengan menggunakan tampilan slide seperti power point, guru juga seharusnya bisa memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran. Salah satu yang sering saya gunakan adalah Facebook. Sebagai contoh guru memberikan pertanyaan yang ada hubungannya dengan materi pembelajaran. Siswa harus mengerjakan soal tersebut di rumah dengan mengirimkan jawaban pada kotak pesan. 

Melalui media sosial juga diharapkan guru bisa mengetahui sikap dan perilaku siswa didiknya menggunakan media sosial. Apakah mereka menggunakan media sosial itu untuk hal-hal yang positif atau untuk hal-hal yang negatif. Kita bisa menegur dia jika ada kata-kata atau gambar-gambar yang tidak pantas tertulis di akunnya. 

Blog sebagai media pembelajaran
Guru juga bisa memanfaatkan media lain untuk media pembelajaran seperti blog. Dengan blog, guru bisa menuliskan materi dan soal-soal yang akan diajarkan kepada siswanya atau materi pelajaran yang pernah diajarkan kepada siswa. 

Selain materi tersebut bisa jadi referensi belajar peserta didik, juga bisa bermanfaat bagi orang lain karena cepat atau lambat tulisan tersebut akan terindeks oleh Google. Bahkan tidak sedikit guru yang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari blognya yang berisi materi pembelajaran tersebut. 

Lebih menarik lagi kalau menggunakan aplikasi atau situs yang berisi kuis online, sehingga peserta didik bisa memanfaatkan media tersebut untuk menguji kemampuannya. Selain murid bisa mengerjakan kuis atau soal online, guru juga bisa mengetahui kemampuan peserta didik dimana pun kapan pun. 

Segala cara yang positif harus digunakan oleh guru agar peserta didik agar dapat memahami materi yang diajarkan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran baik di kelas maupun di rumah. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini generasi yang akan datang lebih berprestasi dan membanggakan Indonesia.

6 komentar for Pemanfaatkan TIK Untuk Pembelajaran Di Kelas dan Rumah:

  1. sekarang pelajaran tik udah dihapusin dari kurikulum... mau gimana lagi??

    BalasHapus
  2. walaupun sudah dihapus jangan berkecil hati mudah-mudahan dimunculkan kembali

    BalasHapus
  3. Saya juga guru dan saya sering menggunakan IT dalam pembelajaran. Anak-anak sangat senang. Mulai dari awal pelajaran anak masuk ruang belajar sudah disambut musik dan gambar yang bisa membangkitkan semangat mereka. Tak hanya itu saja, tak jarang informasi terkini saya selipkan 2 atau 3 menit sebelum pelajaran.

    Ternyata TIK juga bisa digunakan untuk menasehati anak. Jika ada anak yang berbuat salah, maka saya bukakan informasi yang membuat anak tersebut tidak melakukan kesalahan lagi. Jika saya melarang anak melakukan sesuatu, saya pasti memberi tahu alasan kenapa mereka tidak boleh melakukan perbuatan tersebut, sehingga anak mengerti. Baca juga link yang ini: http://cauchymurtopo.wordpress.com/2013/08/19/guru-tik-tidak-hanya-ajarkan-komputer-saja-lebih-dari-itu/

    BalasHapus
  4. benar banget dengan TIK murid-murid sangat senang dan pelajaran jadi menarik

    BalasHapus
  5. Izin menyimak Pak, saya dari blog pembelajaran Format RPP Kurikulum 2013. Dalam keseharian saya adalah guru jenjang Sekolah Dasar. Sangat bagus apabila kita mampu mengaplikasikan TIK ke dalam pembelajaran. Tugas membelajarkan materi mudah untuk dilaksanakan, dan siswa antusias mengikutinya. Namun saya kira untuk penggunaan sosmed harus jelas batas umur bagi siswa yang mengaksesnya Pak. Pada kausus yang pernah saya hadapi, siswa pada rentang umur Sekolah Dasar cenderung emosional dan seringkali melontarkan ejekan pada saat berinteraksi dengan temannya (ya wajar saja namanya juga anak-anak). Terima kasih sudah diperbolehkan berkomentar Pak. Salam Pembelajaran!

    BalasHapus
  6. betul pa memang sosial media seperti facebook seharusnya untuk pengguna yang berusia 13 tahun tapi kenyataan di masyarakat anak TK pun sudah memiliki fb. jadi memang guru mempunyai peran aktif dalam memberikan informasi yang positif tentang penggunaan sosial media dan jangan lupa pengawasan dari orang tua dan guru agar mereka tidak salah langkah

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam