ads

5 Cara Menjaga Akun Anda Aman Dari Hacker dan Scammer

Senin, 03 November 2014
Hati-hati menggunakan akses internet di area umum
Saat ini banyak sekali data yang dicuri dari internet seperti sosial media, penyimpanan awan, pengecer, restoran, penyedia layanan kesehatan, perbankan dan perusahaan online. Data-data tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dari si pembobol data. 

Sebagai pengguna internet dan jasa keuangan dengan sistem online, tentu Anda tidak ingin data pribadi dan keuangan Anda dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya ingin berbagai cara menjaga akun anda aman dari hacker atau scammer.

Berikut Cara Menjaga Akun Anda Aman Dari Hacker dan Scammer :
  1. Kunci password Anda. Menjaga keamanan password yang baik adalah salah satu cara termudah untuk melindungi sandi Anda dengan sandi yang kuat. Sandi biasanya terdiri dari delapan karakter atau lebih dengan karakter huruf, karakter huruf kecil, angka dan simbol dalam urutan acak sehingga sangat sulit bagi hacker untuk masuk. Sementara itu untuk membuat password yang kuat, jangan lupa untuk memberikan pertanyaan keamanan Anda, juga. Sandi yang kuat tidak ada gunanya jika hacker dapat menjawab pertanyaan keamanan yang Anda buat. 
  2. Amankan koneksi Anda. Ketika login ke akun sensitif, tempat terbaik untuk melakukannya adalah di rumah. Karena akses di rumah biasanya aman dari jaringan yang bisa diintip oleh orang lain. Selain itu biasanya di rumah Anda tidak memiliki virus yang bisa mencuri data Anda. Tentu saja, dalam keadaan darurat, Anda mungkin perlu menghubungkan ke akun sensitif misalnya saat Anda sedang di perjalanan. Untuk akses perbankan, yang terbaik adalah menggunakan aplikasi bank Anda dan koneksi seluler. Jika Anda harus menggunakan Wi-Fi, tambahkan keamanan ekstra dengan Virtual Private Network. Pada laptop, CyberGhost adalah pilihan yang baik. Pada tablet atau smartphone, periksa Hotspot Shield VPN atau avast! SecureLine VPN. Ketahuilah bahwa VPN memperlambat kecepatan Internet Anda. Matikan akses streaming video dan browsing yang tidak perlu. 
  3. Mengatur peringatan akun. Banyak bank secara otomatis akan mengirimkan teks peringatan ketika pembelian atau penarikan pada kartu Anda melebihi jumlah yang Anda tentukan. Periksa kartu kredit Anda dan rekening lainnya untuk pilihan serupa. Banyak rekening online juga menawarkan sesuatu yang disebut two-step verification, atau otentikasi dua faktor. Ini bagus untuk login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal, Anda memerlukan kata sandi dan kode dari akun email yang terpisah atau teks melalui smartphone. Sementara kita pada subjek otentikasi dua faktor, beberapa bank sekarang memiliki fitur chip tertanam yang menghasilkan kode tertentu untuk setiap penggunaannya.
  4. Hindari penipuan phishing. Bahkan jika hacker tidak mendapatkan informasi kartu kredit atau nomor rekening, mereka biasanya mendapatkan hal terbaik berikutnya seperti Nama Anda dan alamat email. Itulah yang mereka butuhkan untuk memulai serangan phishing. Jenis populer serangan phishing adalah email palsu yang mengaku dari sebuah perusahaan nyata yang meminta Anda untuk mengklik link atau men-download attachment. Hacker tahu persis perusahaan apa yang Anda gunakan. Anda mungkin mendapatkan email yang mengaku dari JPMorgan Chase yang mengatakan bahwa akun Anda memiliki masalah dan Anda perlu untuk mengklik link atau download file untuk lebih jelasnya. Hacker bisa mendapatkan username dan password, atau informasi. 
  5. Waspada. Cara terbaik untuk memastikan rekening bank online Anda, atau akun lainnya, tetap aman adalah dengan memperhatikannya. Ada hal-hal kecil yang mencurigakan sedini mungkin bisa mencegah hacker. Dalam dunia cybercrime atau kejahatan dunia maya ada istilah fullz. Fullz adalah semua informasi yang dibutuhkan pencuri dengan mengasumsikan identitas orang lain dan melakukan kredit atas namanya. Setelah membeli sebuah fullz, penjahat akan mengujinya, pada awalnya melakukan pembelian dengan skala kecil menggunakan rincian akun Anda. Setelah tidak ada masalah kemudian mereka akan menguras rekening Anda tanpa berpikir dua kali. Bagaimana Anda menghentikan ini? Perhatikan akun Anda. Jika Anda melihat transaksi yang aneh, segera hubungi bank atau perusahaan kartu kredit Anda. 

0 komentar:

Poskan Komentar test