ads

Smartphone Dapat Digunakan Untuk Peringatan Dini Gempa Bumi

Selasa, 14 April 2015
Smartphone Untuk Mendeteksi Gempa Bumi
Smartphone masa kini, selain memiliki berbagai fitur yang menarik juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Salah satunya adalah digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk gempa bumi besar, demikian menurut sebuah penelitian. 

Dalam penelitian tersebut diungkap bahwa penerima GPS (Global Positioning System) di smartphone dapat mendeteksi gerakan tanah permanen yang disebabkan oleh gerakan dari dalam bumi yang dapat menyebabkan gempa bumi.

Menggunakan pengamatan crowd-sourced (urun daya) dari para pengguna smartphone, gempa bumi dapat dideteksi, dianalisis, dan memberikan peringatan dini terhadap gempa yang dapat dikirimkan kembali kepada pengguna yang lain, demikian menurut para peneliti. 

"Crowd-sourced Alert artinya bahwa masyarakat akan mendapatkan keuntungan dengan data yang dihasilkan dari masyarakat juga," demikian menurut Sarah Minson dari US Geological Survey. 

Sistem peringatan dini gempa dapat mendeteksi awal gempa bumi dan dapat dengan cepat mengirimkan peringatan kepada orang-orang dan sistem secara otomatis sebelum mereka mengalami getaran di mana mereka berada. 

Peneliti menguji kelayakan crowd-sourced EEW dengan simulasi hipotetis terhadap gempa bumi dengan 7 skala richter, dan dengan data real dari tahun 2011 dengan kekuatan 9 skala richter di Tohoku-oki Jepang. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa crowd-sourced EEW dapat dicapai dengan hanya sebagian kecil dari orang-orang di daerah tertentu yang memberikan kontribusi berupa informasi dari smartphone mereka. 

Sebagai contoh, jika ponsel dari penduduk dengan populasi kurang dari 5000 orang responden, gempa bisa dideteksi dan dianalisis cukup cepat untuk mengeluarkan peringatan ke daerah-daerah yang jauh sebelum adanya guncangan yang kuat, atau menghindari dari rumah atau bangunan yang akan ambruk. 

Namun, sensor smartphone ini bisa merasakan gempa berkekuatan tujuh skala richter atau lebih besar, tapi tidak bisa berjalan dengan baik untuk gempa untuk ukuran lebih kecil, maka gempa belum berpotensi merusak. 

"Data Crowd-Sourced kurang tepat, tapi untuk gempa bumi besar yang menyebabkan perubahan besar di permukaan tanah, mereka berisi informasi yang cukup untuk mendeteksi bahwa gempa bumi telah terjadi, informasi yang diperlukan untuk peringatan dini," demikian menurut Susan Owen dari Jet Propulsion Laboratory Laboratory, California. 

Teknologi ini bisa melayani wilayah dunia yang belum memiliki sistem peringatan dini terhadap gempa konvensional, yang sangat mahal. "Sebagian besar dunia tidak menerima peringatan gempa terutama negara-negara yang tidak memiliki biaya untuk membangun jaringan pemantauan gempa. Demikian kata pemimpin proyek Benjamin Brooks, dari USGS.

0 komentar:

Poskan Komentar test