ads

Ratusan Relawan TIK dari Seluruh Indonesia Meriahkan Festival TIK 2015 di Bandung

Jumat, 29 Mei 2015
Festival TIK 2015 di Sasana Budaya Ganesha Bandung


Bandung kembali didatangi tamu-tamu istimewa kali ini datang dari perwakilan relawan seluruh Indonesia. Hebatnya lagi kali ini yang hadir adalah para relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang konsisten memberikan kepedulian dan edukasi tentang internet kepada masyarakat dari seluruh Indonesia.

Ratusan relawan TIK dari seluruh Indonesia sudah memenuhi kota Bandung sejak hari Rabu dari pagi hingga malam hari. Spot-spot penjemputan pun disiapkan oleh panitia dari mulai bandara, stasiun, bahkan hingga terminal.

Acara festival TIK tahun 2015 berbeda dengan festival TIK sebelumnya karena kedatangan tamu-tamu kehormatan seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Bapak Rudiantara, Bapak Budiman Sujatmiko, dan Bapak Ridwan Kamil Walikota Bandung yang dikenal dengan inovasi dan kreativitasnya serta tamu istimewa lainnya. 

Paduan suara dari UIN Bandung

Acara ini juga dimeriahkan pula oleh paduan suara dan para penari. Pada kesempatan ini Bapak Ridwan Kamil memberikan sambutan sebagai tuan rumah dan memperlihatkan keberhasilan kota Bandung sebagai smart city kepada para relawan TIK seluruh Indonesia tentang aplikasi-aplikasinya dalam bidang e-government, e-budgeting dan lain sebagainya. Acara ini juga dimeriahkan pula oleh paduan suara dan para penari.

Dia juga menjelaskan peran serta aktif dari masyarakat untuk memberikan laporan, keluhan tentang pelayanan publik pemerintah kota Bandung. Dia mencontohkan jika ada warganya yang melihat aksi kejahatan atau terkena aksi kejahatan. Kini warganya bisa melaporkan dengan mengirim SMS atau menelepon dengan kode tertentu kepada Bandung Command Center untuk dilanjutkan kepada pihak kepolisian. 

Ridwan Kamil

Selain Walikota Bandung Menkominfo Rudiantara juga memberikan sambutan kepada relawan TIK seluruh Indonesia yang intinya membahas tentang keinginannya untuk memanfaatkan internet untuk memajukan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia. Acara seperti ini jangan hanya seremonial belaka tetapi bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. 

Rudiantara juga menyinggung masih lambannya akses internet di daerah-daerah. Oleh sebab itu dia meminta para penyedia akses internet untuk meningkatkan kualitasnya. Saat ini pemerintah sedang mengembangkan akses broadband baik yang menggunakan kabel maupun yang mobile.

Stand Qwords (Foto Twitter @Prb_gk 

Agar masyarakat Indonesia bisa menikmati akses internet hingga ke pelesok desa di seluruh wilayah Indonesia. Selesai memberikan sambutan dan pembukaan acara Festival TIK, Bapak Rudiantara juga meninjau booth-booth yang ada di Festival TIK bersama Perwakilan Gubernur Jawa Barat, Wakil Walikota Makasar. Banyak booth yang hadir pada acara ini selain dari provider internet, penyedia layanan, komunitas relewan TIK, penyedia jasa layanan domain dan hosting salah satunya adalah Qwords, dimana tempat blog ini menjadi salah satu pelanggannya. 

Setelah meninjau booth di sekitar arena Festival TIK 2015, Rudiantara kembali ke ruangan dan didaulat untuk mengukuhkan para relawan TIK dari berbagai wilayah Indonesia. Selain pengukuhan juga diadakan pendeklarasian relawan TIK Indonesia dihadapan menteri dan undangan. 

Selepas acara pendeklarasian dan pengukuhan relawan TIK, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan pembicara-pembicara menarik seperti Budiman Sudjatmiko, Achmad Sugiarto yang membahas tentang Smart City dan Smart Village. Pada kesempatan ini dijelaskan bahwa Smart City dan Smart Village tidak melulu masalah teknologi saja tetapi di dalamnya adalah peran serta masyarakat menggunakan internet dan aplikasi-aplikasi tersebut untuk kesejahteraannya. 

Sesi kedua dilanjutkan setelah peserta break untuk makan siang dan shalat, acara dilanjutkan ke diskusi panel dengan menghadirkan pembicara-pembicara menarik lainnya. Tetapi sayang saya tidak mengikuti acara tersebut karena harus live streaming sejak pukul 13.45 menit hingga pukul 14.35 menit dengan TV One perwakilan dari Blogger dan juga guru tentang maraknya ijazah palsu. 

Workshop Festival TIK 2015
Setelah mengadakan live streaming dengan TV One saya dan rekan-rekan relawan TIK masuk ke ruang workshop. Workshop yang saya ikuti adalah Blog Untuk Sharing Bahan Ajar yang dibawakan oleh Namim AB. Karena pemateri sering menyebut nama saya sebagai guru yang suka ngeblog maka setelah acara banyak peserta yang bertanya kepada saya tentang blog dan pemanfaatannya untuk bahan ajar. Sebagai blogger saya pun tidak keberatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mereka. 

Kemudian setelah mengikuti acara workshop yang pertama, saya pun mengikuti workshop yang kedua dengan tema “Dari Kata Menjadi Cerita” yang dibawakan oleh Bang Aswi. Dia menjelaskan bagaimana cara menulis yang efektif dan efisien salah satu caranya adalah dengan menulis pokok-pokok penting yang dia lihat, dia dengar di notebook atau buku catatan kecil, setelah itu baru merangkai katanya di rumah. 

Bang Aswi
Dia juga mengingatkan para peserta untuk menulis dibutuhkan waktu, fokus dan jadwal. Dia mencontohkan dirinya menulis saat pagi hari sebelum anak-anaknya bangun dan sebelum tidur ketika anak-anaknya sudah tidur. Scheduling atau penjadwalan sangat diperlukan untuk tetap menjaga ritme menulis terutama menulis di blog. 

Acara workshop ini diikuti tidak hanya dari relawan TIK tetapi juga dari masyarakat umum seperti pelajar, mahasiswa dan pendidik. Mereka rata-rata mengingkan sertifikat sebagai salah satu keharusan dari guru atau dosennya. 

Sosialisasi Relawan TIK


Selepas acara workshop kami beserta rombongan dari Relawan TIK kembali ke penginapan untuk mandi dan shalat. Setelah itu kami kumpul di aula untuk mengikuti rakernas Relawan TIK. Acara ini sangat sederhana tetapi bermakna karena peserta memperkenalkan satu sama lain, juga menjelaskan tentang program-program relawan TIK ke depannya.

Itulah kemeriahan Festival TIK 2015 hari pertama di Bandung yang diikuti oleh ratusan peserta relawan TIK dari seluruh Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar test