ads

Walikota Bandung Luncurkan Aplikasi Tombol Panik Untuk Warganya

Sabtu, 11 Juli 2015
Aplikasi Tombol Panik untuk warga Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil benar-benar ingin mewujudkan kota Bandung sebagai Smart City. Setelah meresmikan pintu tol langsung ke Gede Bage bersama bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang nantinya Gede Bage dijadikan Silicon Valley-nya Indonesia. Dimana ditempat tersebut akan dibuat sebuah kota berbasis teknologi terbesar di Indonesia. 


Kemarin (Jumat 10 Juli 2015), kembali Walikota Bandung meluncurkan aplikasi terbaru untuk warganya. Aplikasi yang diberinama X-igent Panic Button di Bandung Command Centre, Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana, Aplikasi ini merupakan hibah dari PT. Telkom Indonesia yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bandung dan sudah bisa diunduh di ponsel pintar berbasis Android melalui Playstore. 


Dengan aplikasi panic button ini nantinya pengguna aplikasi ini tidak usah kebingungan untuk melaporkan suatu tindakan kejahatan yang dialaminya, hanya dengan langsung pijat tiga kali tombol yang ada di aplikasi dan bantuan dari pihak kepolisian akan segera datang, demikian diungkap Ridwan Kamil. 

Untuk mengetahui cara kerja panic button ini, setelah pengguna mengunduh dan menginstallnya di ponsel pintar, pengguna perlu terlebih dahulu mengisi data pribadi yang akurat termasuk nomor handphonenya disertai dengan nomor telepon orang terdekat yang bisa dihubungi. "Tinggal memencet tombol tiga kali maka bantuan akan datang secepat mungkin. Sehingga warga dapat pelayanan prima," ujar Ridwan Kamil. 

Pemohon bantuan yang memencet tiga kali tombol panik di layar smartphone akan terlacak langsung di Bandung Command Centre. Petugas kepolisian yang menerima aduan langsung menghubungi petugas lapangan terdekat agar menghampiri pemohon bantuan. Kurang dari 3 menit, petugas akan langsung datang. 

Selain memencet tombol 'SOS' sebanyak tiga kali dari layar ponsel, ke depan PT. Telkom Indonesia juga menyediakan tombol khusus yang berfungsi sama. Tombol tersebut cukup dipasang di lubang audio. Tombol tambahan ini rencananya dilempar ke pasaran dengan harga jual sekitar Rp 50 ribu. 

Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Dhaffi mengatakan, dengan tombol panik ini polisi bisa lebih cepat merespons adanya gangguan atau tindak kriminal kepada masyarakat Kota Bandung. "Semua petugas harus menanggapi apa pun keluhannya. Setelah ada panggilan kita akan menghubungi petugas patroli terdekat". 

Jika sinyal yang dikirim ternyata hanya tindakan orang iseng, dia mengatakan tidak masalah. Apa pun bentuknya, kata dia, setiap permintaan bantuan harus sesegera mungkin ditanggapi. "Itu sudah risiko petugas," katanya. 

Sementara itu, aplikasi tombol panik ini baru bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung. Bila ada permintaan bantuan lebih dari radius lima kilometer dari perbatasan, maka panggilan tersebut tidak bisa dilayani. 

Tapi Ridwan Kamil mengatakan bahwa aplikasi ini sebenarnya bisa diterapkan oleh daerah lain, asal kepala daerahnya menghubungi dia dan semua perangkatnya sudah siap dengan aplikasi ini, seperti memiliki command center, polisinya juga dilatih terlebih dahulu agar tidak gaptek sehingga mereka siap jika ada permasalahan seperti ini. Nah bagi Anda warga Bandung yang penasaran dengan aplikasi ini silakan download di sini

0 komentar:

Poskan Komentar test