ads

7 Kesalahan Keamanan Smartphone yang Sering Dilakukan Penggunanya

Senin, 07 Maret 2016
PIN pada Smartphone

Kekhawatir seseorang tentang gadget atau smartphone rusak, hilang atau diintai oleh orang lain memang beralasan. Pengguna tidak mau kehilangan barang idaman tersebut, terjatuh, melihat informasi pribadi, terkena malware sampai perangkatnya dimata-matai oleh orang lain bahkan oleh negara lain. 


Berbagai perusahaan seperti Apple dan Google menolak perangkatnya dimata-matai oleh FBI. Karena mereka beranggapan telah mengganggu privasi seseorang. Begitu juga dengan beberapa perusahaan yang enggan menyampaikan informasi mengenai perangkatnya jika tidak ada bukti yang kuat mengenai hal tersebut. 


Akibat dari kejadian ini banyak orang yang mencari perangkat yang benar-benar aman tidak dimata-matai oleh orang atau negara lain, memproteksi perangkatnya dengan password, melindungi dengan casing pelindung agar tidak cepat pecah atau rusak dan lain sebagainya. Tetapi ada beberapa kesalahan pengguna tentang cara mengamankan smartphone tersebut sehingga harus dihentikan dari sekarang. 

Berikut 7 Kesalahan Keamanan Smartphone yang sering dilakukan penggunanya : 

  1. Memberi ruang untuk pencuri. Pada tahun 2014 terdapat lebih dari 2,1 juta ponsel yang dilaporkan dicuri oleh pencuri. Jika pencuri mengambil ponsel Anda, mereka dapat belajar banyak tentang Anda, termasuk di mana Anda tinggal, di mana Anda bekerja, bank yang Anda gunakan, informasi kartu kredit, sandi yang disimpan dan banyak lagi. Oleh karena itu tetap waspada terutama saat berjalan di tempat keramaian, di daerah wisata dan lainnya. Jika Anda menggunakan tas sebaiknya disimpan di depan atau disimpan di saku bagian depan yang memiliki kancing. 
  2. Meninggalkan ponsel dalam posisi tidak terkunci. Jika Anda belum menggunakan kunci layar, maka aturlah dari sekarang. Ini garis pertahanan paling dasar untuk menghentikan pencuri mengobrak-abrik smartphone Anda. Pada perangkat Android, Anda dapat menggunakan password, PIN atau kunci babatan. PIN dan password, terutama yang lebih dari empat karakter, lebih sulit untuk diretas. Kini beberapa ponsel Android juga memiliki pembaca sidik jari untuk membuka kunci layar, yang merupakan pilihan yang aman dan nyaman. Sementara untuk pengguna iPhone bisa menggunakan PIN atau Touch ID, kunci sidik jari sederhana namun efektif, tinggal pilihannya terserah Anda. 
  3. Tidak melacak saat ponselnya hilang. Anda mungkin lupa menyimpan ponsel atau memang ponsel tersebut hilang di suatu tempat. Jarang diantara kita untuk melacak lokasi ponsel tersebut yang telah disedikan oleh pembuat dari sistem operasi ponsel tersebut. Oleh sebab itu tindakan yang paling tepat adalah mengatur terlebih dahulu perangkat tersebut sebelum digunakan. Seperti pada perangkat Android Anda bisa mengaturnya dengan cara Google Setting Apps lalu tekan Security kemudian masuk ke Device Manager lalu pastikan pengaturan Remotely locate this device dan Allow Remote lock and erase dinyalakan. Dengan kedua setingan tersebut Anda bisa melacak ponsel Anda melalui perangkat komputer atau laptop jika Anda lupa menyimpan atau dicuri. Begitu juga dengan perangkat iPhone, Anda bisa mengaturnya melalui fitur Find My Phone. 
  4. Tidak menggunakan proteksi. Proteksi atau perlindungan dari antivirus agar terhindar dari malware berbahaya sangat dibutuhkan. Tetapi terkadang beberapa antivirus justru berisi malware oleh karena itu sebaiknya kita mendownload aplikasi antivirus yang benar-benar aman digunakan pada smartphone seperti Lookout, Avast, dan TrustGo. 
  5. Menggunakan akses Wifi gratisan dimana pun. Gratis bukan berarti enak untuk digunakan tetapi sebenarnya ada bahaya mengintai saat menggunakan wifi gratis. Jaringan Wifi yang pernah Anda gunakan bisa dilacak oleh orang lain. Pastikan Anda tidak menggunakan akses WiFi untuk hal-hal yang sensitif seperti melakukan transaksi perbankan atau jasa keuangan lainnya. Karena dampaknya data kita bisa diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab. 
  6. Asal klik link yang tidak jelas. Phishing atau taktik yang digunakan seseorang untuk mengambil data personal dari pengguna smartphone atau memasukkan malware ke dalam smartphone Anda dengan cara menyebar link yang tidak jelas atau mengecoh orang lain. Oleh karena itu jika Anda menemukan link yang tidak jelas juntrungannya sebaiknya Anda menghindari untuk mengklik link tersebut agar terbebas dari malware yang bisa merusak smartphone Anda. 
  7. Tidak mengupdate aplikasi dan ponsel Anda. Cara yang tepat untuk melindungi dan mengamankan smartphone Anda adalah dengan cara mengupdate ponsel atau aplikasi Anda. Dengan mengupdate sistem operasi dan aplikasi terbaru Anda akan terbebas dari bugs atau malware yang bisa membahayakan smartphone Anda.  

0 komentar:

Poskan Komentar test