ads

Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat Dari Kebiasaan Browsingnya

Kamis, 09 Juni 2016
Sedang Browsing

Anda sering online baik menggunakan smartphone, tablet atau komputer/laptop. Tapi tahukah Anda bahwa Ketika online seseorang tidak bisa begitu saja berlindung di balik layar digitalnya. Sebuah studi terbaru menyebutkan, kebiasaan browsing saja bisa mengidentifikasi seseorang. 


Hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Teknologi di Malaysia memperlihatkan bahwa kebiasaan browsing netizen membentuk semacam ciri khas digital individu. Dari Riset kami memperlihatkan ciri-ciri kepribadian seseorang dapat diuraikan mengenai kebiasaan berinternet mereka secara umum, demikian ucap Ikusan R. Adeyemi yang memimpin penelitian. 


Studi ini berbeda dengan studi lain sejenis yang hanya meneliti penggunaan platform media sosial seperti Facebook dan Twitter. Dia menambahkan, level kesadaran seseorang dapat dikenali melalui sesi browsing selama 30 menit. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, riset terkait hubungan kepribadian dengan penggunaan komputer umumnya fokus pada media sosial. 

Orang yang ekstrovert (suka berbicara) cenderung menggunakan platform ini untuk memperluas pertemanan dan pengaruh mereka. Sementara introvert (pendiam) menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk penyeimbang kurangnya interaksi fisik di dunia nyata. 

Kebiasaan browsing secara umum juga merefleksikan pilihan dan preferensi seseorang yang dikontrol oleh karakteristik piskologis yang unik. Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in ICT ini melibatkan partisipan dari Universiti Teknologi dengan memonitor penggunaan internet mereka, termasuk durasi saat menggunakan internet, jumlah website yang dibrowsing dan jumlah total permintaan yang dibuat. 

Sebagai tambahan, partisipan diminta melengkapi sebuah tes untuk mengungkap karakteristik personal mereka dan dikelompokkan dalam lima kategori yakni kategori keterbukaan terhadap hal baru, kehati-hatian, extroversion, keramahan dan neurotisme

Analisis data-data tersebut, yang bisa memiliki banyak implikasi, mengungkapkan kuatnya keterkaitan di antara kepribadian seseorang dan kebiasaan browsing. Pada akhirnya, data semacam ini bisa membantu para online marketer untuk menyesuaikan produk mereka dengan audience yang mereka sasar. 

Selain itu, bisa juga dipakai untuk mengembangkan layanan internet pintar yang bisa memprediksi dan menyesuaikan pengalaman pengguna. Data ini dapat pula digunakan sebagai pelengkap untuk meningkatkan keamanan identifikasi online. Penegak hukum bisa memanfaatkan hasil temuan kami untuk proses investigasi dalam sebuah kasus kejahatan, demikian diungkap Adeyami. 

0 komentar:

Poskan Komentar test