ads

Facebook Luncurkan Drone Aquila Untuk Pancarkan Internet Dari Udara

Minggu, 24 Juli 2016
Drone Aquila besutan Facebook 

Facebook membuat gebrakan terbaru, kali ini jejaring sosial terbesar di dunia ini berhasil membangun pesawat drone bertenaga sinar matahari yang diberi nama Aquila. Drone ini memiliki sayap sepanjang sayap Boeing 737. Pesawat tanpa awak itu diharapkan bisa memberikan akses internet bagi daerah-daerah terpencil di seluruh dunia. 


Drone ini memiliki berat lebih ringan dari sebuah mobil dan bisa berada di udara selama beberapa bulan, dan akan diujicobakan di Amerika Serikat, Menurut Direktur Teknik Konektivitas Facebook Yael Maguire, berat drone ini hanya sekitar 400 kg. 


Pesawat ini akan mengudara pada ketinggian antara 18 ribu sampai 27 ribu meter, di atas ketinggian pesawat komersial, sehingga tidak akan terganggu oleh masalah cuaca. "Misi kami adalah untuk menghubungkan orang di seluruh dunia," demikian ungkap Jay Parikh, wakil presiden bidang teknik Facebook. 

"Ini akan menjadi kesempatan baik bagi kita semua untuk memotivasi industri bergerak lebih cepat dengan teknologi ini," imbuhnya. Menurut Maguire, drone yang dibuat selama 14 bulan tersebut akan mampu terbang di udara selama 90 hari dalam satu kurun tertentu. 

Pesawat ini memiliki balon gas helium yang dilekatkan pada pesawat dan diterbangkan ke udara. Sayap dari drone tersebut mencapai 42 meter. Menurut Parikh, karena pesawat ini harus bergerak secara konstan agar bisa berada di udara, maka drone itu akan mengitari satu wilayah seluas tiga kilometer per segi. 

Pada siang hari, pesawat itu akan naik ke ketinggian 27 ribu meter, dan di dalam hari turun ke ketinggian 18 ribu meter untuk menghemat energi. Menurut para eksekutif Facebook, drone ini adalah bagian dari sebuah program bernama Aquila, yang dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada sekitar 10 persen warga dunia yang saat ini belum memiliki akses internet. 

Facebook tahun lalu meluncurkan internet.org, sebuah gagasan untuk memberikan akses internet kepada sekitar 60 persen penduduk dunia yang masih belum memiliki koneksi internet yang stabil dan masih mahal. 

Parikh mengatakan Facebook tidak bermaksud menjual drone namun akan menggunakannya untuk memperluas akses internet. Meskipun belum ada masalah hukum atau masalah kebijakan lain soal uji coba di Amerika Serikat, menurut Maguire, mereka adalah perusahaan pertama yang akan menerbangkan drone di ketinggian tersebut. 

Tim Facebook sekarang sedang bekerja sama dengan pembuat kebijakan untuk membuat pedoman bagi hal tersebut. Drone ini merupakan jawaban ata kompetitornya yakni Google dengan produknya Project Loon seperti dikutip dari Radioaustralia.net.au

0 komentar:

Poskan Komentar test