ads

Solusi Mengatasi Jalanan Macet, Berlubang dan Bergelombang

Minggu, 07 Agustus 2016
Jalanan bebas macet, berlubang dan bergelombang

Sebagai salah satu pengguna jalan, tentu sangat mendambakan jalanan yang benar-benar bebas dari lubang dan tidak bergelombang. Karena saya sendiri pernah merasakan bagaimana berbahayanya ketika mengendarai sepeda motor pada malam hari dan cuaca sedang hujan deras sehingga tidak bisa dengan jelas melihat apa yang ada di depan. 

Karena ingin cepat sampai di rumah saya terus melaju mengendarai sepeda motor saya. Tiba-tiba ban sepeda motor saya mengenai lubang yang cukup dalam sehingga sepeda motor yang saya kendarai langsung goyang beruntung saya bisa mengendalikannya sehingga tidak terjatuh. Karena tidak jauh di belakang sepeda motor saya ada banyak bus dan mobil gandengan yang sedang melaju di jalan pantura.

Tetapi setelah sampai di rumah, baru terlihat ternyata pelek sepeda motor yang saya naiki tidak sempurna lagi agak sedikit melengkung karena terbentur dengan lubang yang cukup dalam. Saya hanya menggerutu dalam hati kalau saya tidak bisa menguasai sepeda motor saya, bisa jadi saya sudah berada di rumah sakit dengan luka yang cukup parah. 

Pengalaman ini sebenarnya tidak akan terjadi jika jalanan dimana pun tidak ada berlubang dan bergelombang sehingga pengendara dengan rasa nyaman dan aman melintasi setiap jalanan di mana pun berada. 

Saya juga pernah mengalami perjalanan yang melelahkan gara-gara macet di jalan saat akan menuju ke Yogyakarta. Biasanya perjalanan dari Indramayu menuju ke Yogyakarta hanya membutuhkan waktu kurang dari 12 jam. Tetapi saat liburan sekolah Desember tahun lalu saya sampai di Yogyakarta selama 24 jam perjalanan. 

Sebagai seorang blogger dan juga pendidik, tentu tidak hanya menyalahkan dan komentar negatif di sosial media kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat karena tidak bisa membuat jalanan yang bebas macet, tidak berlubang dan tidak bergelombang. Tetapi harus memberikan solusi dan berkontribusi positif berupa inovasi infrastruktur di masa yang akan datang. 

Berikut ini solusi-solusi untuk mengatasi jalanan agar jalanan dari bebas macet, tidak berlubang dan tidak bergelombang : 

Memprioritaskan Kendaraan Umum dibandingkan kendaraan pribadi. Untuk mengurangi kemacetan di jalanan, cara terbaik adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan lebih memilih kendaraan umum. Jalanan terutama di kota besar sudah tidak seimbang lagi antara jumlah kendaraan dengan panjang jalan. Membangun jembatan layang pada titik-titik rawan kemacetan. Titik-titik kemacetan karena adanya pasar, perlintasan kereta api membuat laju kendaraan terganggu. Cara efektif untuk mengatasi tersebut adalah dengan membuat jembatan layang pada titik-titik rawan seperti pasar dan perlintasan kereta api. 
Bus Transjakarta (Foto Twitter @PT_Transjakarta)

Membangunan Jembatan dengan Perencanaan yang Matang. Selama ini banyak pembangunan jembatan yang memakan waktu yang lama bisa satu bulan atau bahkan lebih dari itu. Perbaikan jembatan biasanya mengakibatkan dampak kemacetan yang luar biasa. Padahal jika pembuatan jembatan direncanakan secara matang dengan teknologi bukan tidak mungkin pembangunan jembatan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu minggu seperti pada video dari Youtube di bawah ini :

 

Meminimalisir Putaran di Persimpangan Jalan. Sering terjadinya kemacetan karena banyak kendaraan yang memutar di dekat pertigaan atau perempatan jalan sehingga menimbulkan kemacetan yang panjang. 

Parkir pada tempatnya. Kemacetan juga diakibatkan karena banyaknya orang yang parkir di pinggir jalan atau sembarangan. Sehingga menambah sempit jalan yang dilalui. Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan mencari lokasi parkir yang strategis, petugas parkir yang profesional sehingga parkir kendaraan tidak sembarangan di pinggir jalan.

Parkir di pinggir jalan (Foto Pribadi)

Disiplin di jalan. Kemacetan juga diakibatkan karena pengemudi kendaraan dan pengendara sepeda motor di Indonesia tidak taat aturan. Dengan alasan supaya cepat sampai ditujuan, tidak terlambat dan lain sebagainya para pengendara akhirnya saling berebut untuk mendahului dengan cara menyalip dari kiri, menggunakan trotoar atau melawan arus.

Tidak disiplin di jalan (Foto Pribadi)

Penggunaan Teknologi Canggih. Pengguna diharapkan menggunakan teknologi canggih seperti Google Map atau GPS saat akan melakukan perjalanan sehingga bisa mengetahui jalan-jalan yang sedang macet atau tidak. Selain itu pengguna jalan bisa mencari jalan alternatif jika jalan yang sedang dituju terjadi kemacetan. Pengguna jalan juga bisa mengetahui kondisi lalulintas terkini dari beberapa akun informasi jalan raya yang dikelola oleh penyedia jasa jalan raya atau jalan tol, kepolisian atau akun umum yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia.

Informasi lalulintas melalui CCTV (Foto Pribadi)

Penempatan CCTV untuk memantau lalulintas. Penyedia jasa jalan raya atau tol memasang CCTV yang bisa diakses secara online di mana saja kapan saja. Sehingga masyarakat bisa mengecek kondisi terkini lalulintas sebelaum bepergian.

Konstruksi Jalan yang Kuat. Pengelola jalan raya tentu memiliki insinyur-insiyur atau tenaga ahli dalam bidang jalan raya dengan mencari solusi agar jalanan tidak cepat berlubang dan bergelombang. Dari berbagai kasus di lapangan banyak jalanan yang cepat rusak karena hanya di aspal pada bagian yang berlubangnya saja, atau jenis aspal dan kadarnya yang digunakan tidak sesuai, rongga dalam campuran tidak semestinya, temperatur pencampuran atau pemadatan yang tidak standar sehingga hanya dalam watu beberapa bulan saja jalanan tersebut sudah rusak. Kalau menginginkan jalan yang benar-benar kuat sebaiknya pada bagian dasar menggunakan konstruksi yang kuat dengan besi yang dirangkai terlebih dahulu sehingga saat dicor semen, pasir dan batu bisa bersatu secara sempurna. Setelah di cor sebaiknya dilapis dengan aspal yang kuat sehingga jalanan lebih kuat dan tidak membuat ban kendaraan cepat aus.

Jalanan sedang diperbaiki (Foto Pribadi)

Menindak Pengguna Jalan bermuatan melebihi ketentuan. Pengelola jalan dan Dinas Perhubungan harus menindak dengan tegas, pengguna jalan yang membawa muatan melebihi kapasitas yang sudah ditentukan dalam uji kir kendaraan. Sehingga jalanan bisa tetap terawat dengan baik dan tidak cepat rusak. Jangan lagi ada istilah tawar-menawar antara pemilik kendaraan dengan petugas Dinas Perhubungan kalau membawa muatan yang berlebih maka harus diturunkan dan dijemput menggunakan kendaraan lain. 

Marka jalan dengan cat berpendar. Cat yang menyala dalam gelap sangat membantu pengendara terutama pada malam hari karena bisa membantu para pengendara tidak salah jalan atau bahkan terperosok ke trotoar. Pengelola jalan raya harus mengecat marka jalan dengan cat glow in the dark atau berpendar untuk membantu pengendara sepeda motor atau mobil terutama pada saat turun hujan atau pada malam hari.
Suasana jalan pada malam hari (Foto Pribadi)

Penerangan jalan raya yang terawat. PLN (Perusahaan Listrik Negara) mempunyai kewajiban untuk merawat dan menyediakan penerangan jalan raya dengan baik. Karena para pelanggan listrik di seluruh Indonesia yang menggunakan jasa PLN diwajibkan membayar lampu penerangan jalan raya. Dengan lampu ini selain sebagai penerangan juga untuk menghindari kecelakaan pada malam hari, dan menghindari dari kejahatan terutama di lokasi-lokasi yang tidak ada penerangan jalannya. Petugas PLN harus segera memasang lampu lalulintas terutama di jalan-jalan yang belum ada dan segera memperbaiki lampu lalulintas untuk yang sudah tidak berfungsi agar kecelakaan yang merenggut nyawa orang bisa dihindari.

Lampu penerangan jalan (Foto Pribadi)

Peran serta masyarakat. Jalanan tidak akan cepat rusak jika masyarakatnya mendukung terciptanya jalanan yang tidak berlubang dan bergelombang. Di antaranya adalah tidak membawa beban melebihi apa yang tertera pada kendaraan. Selain itu masyarakat diikutsertakan dalam menjaga jalanan agar tidak cepat rusak seperti mengalirkan air saat jalanan tergenang karena air yang menggenang juga bisa membuat jalanan cepat rusak. 

Mudah-mudahan solusi-solusi tersebut bisa menjadi jalanan di Indonesia bisa tahan lama, bebas macet, tidak berlubang dan bergelombang sehingga angka kecelakaan bisa ditekan.

4 komentar for Solusi Mengatasi Jalanan Macet, Berlubang dan Bergelombang:

  1. Muatan yang berlebihan ini yang menjadi faktor utama. Sekuat kontroksi akan tetap kalah sama beban yang berlebih.
    Kadang aku juga heran, ngeluh macet tapi yang ngeluh justru punya motor dam mobil lebih dari satu. Seakan-akan orang lain tidak boleh punya kendaraan :)

    BalasHapus
  2. hehe iya juga sih banyak orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu ya

    BalasHapus
  3. Wah, ketemu lagi sama Kang Didno, dimana ada lomba disitu ada Kang Didno, hehe, saya juga ikutan lomba blog dari Balitbang Kementerian PUPR nih Kang, semoga kita dapat hasil yang terbaik ya, Amin

    BalasHapus
  4. hehe ada kang Ali...kalo ada lomba yang bisa saya ikuti pasti saya ikutan. Kalah menang tidak ada masalah buat saya yang penting sudah berusaha hanya Allah yang menentukan

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam