ads

BlackBerry Mercury DTEK70 Ganti Nama Menjadi BlackBerry KEYone

Minggu, 26 Februari 2017
BlackBerry KEYone (Gambar GSMArena)

Smartphone berbasis Android yang memiliki desain QWERTY ciri khasnya dan layar sentuh ini digadang-gadang diberi nama BlackBerry Mercury DTEK70. Akhirnya resmi menggunakan nama baru di ajang MWC di Barcelona dengan nama BlackBerry KEYone. 


Smartphone baru ini merupakan perangkat terakhir yang dikembangkan oleh BlackBerry sebelum TCL Communication mengambil alihnya sebagai pemilik merek BlackBerry. TCL juga yang mengendali ponsel dengan merek Alcatel. 


BlackBerry KEYone memiliki layar berukuran 4.5 inci dengan resolusi 1620x1080px (434 PPI) dan aspek rasio 3:2. Perangkat ini berbalut frame aluminium anodized dan sentuhan lembut bertekstur pada bagian belakangnya. 

Smartphone ini memiliki kamera utamanya 12 MP dengan sensor IMX378 Sony, yang memiliki ukuran 1.55μm pixel. KEYone ini didukung oleh chipset Snapdragon 625 dengan GPU Adreno 605 dan serta menggunakan baterai dengan kapasitas 3.505mAh dengan waktu hanya 36 menit berkat dukungan Qualcomm Quick Charge 3.0. 

Smartphone ini kembali memiliki fitur utama yakni keyboard backlit, dimana fitur ini memungkinkan penggunanya bisa mengetik dalam kondisi gelap sekali pun karena memiliki cahaya pada tombol yang ada di bawah layarnya. 

Keyboardnya jauh lebih maju dibandingkan versi BlackBerry sebelumnya. Kuncinya bisa merespon sentuhan gerakan, Anda hanya menggunakannya seperti touchpad. Ada juga fitur mengucap cepat, sensor sidik jari dengan kunci interval 52 pintas yang bisa disesuaikan seperti menekan "I" untuk kotak masuk atau "M" untuk mengakses peta. 
BlackBerry KEYone memiliki keyboard QWERTY (Gambar GSMArena)
Sistem operasi yang digunakan adalah Android Nougat 7.1. Selain itu memiliki fitur BlackBerry Hub yang menghubungkan semua pesan, email dan akun media sosial dalam satu aplikasi. TCL menambahkan kunci keamanan untuk prosesor dan aplikasi BlackBerry DTEK untuk meningkatkan perlindungan baik dari hardware dan software. 

Aplikasi ini menawarkan pemantauan dan perlindungan konstan, membiarkan Anda mengetahui kapan privasi Anda berisiko atau tidak, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya. 

Perangkat ini akan tersedia secara global pada bulan April 2017 mendatang dengan harga di bawah 549 USD atau setara dengan Rp7,2 jutaan harga yang fantastis di tengah persaingan antar vendor yang semakin sengit.

0 komentar:

Posting Komentar test