ads

Mengenal dan Mengembangkan Potensi Diri Anak Bersama ASUS

Kamis, 30 Maret 2017
Perlengkapan game yang dimiliki oleh anak (Dokumen Adnan)

Sebagai seorang ayah dengan tiga orang anak tentu harus bisa mengenali ketiganya. Tidak hanya kecerdasannya saja tetapi kenali potensi diri yang ada di dalam diri anak tersebut. Karena saya yakin sekali bahwa setiap anak mempunyai karakter, kecerdasan, dan potensi yang berbeda-beda. 

Anak saya yang pertama namanya Adnan Muhammad Taufiqulhakim lebih sering dipanggil Adnan oleh teman-temannya. Saat ini dia duduk dibangku kelas VIII MTs di Jombang Jawa Timur. Dia tinggal dengan Uwaknya dan tidak tinggal bersama orang tua dan adik-adiknya.

Walaupun lokasinya berjauhan tetapi komunikasi tetap berjalan lancar menggunakan media sosial seperti Facebook Messenger dan smartphone. Anak laki-laki yang satu ini hobinya bermain game dan ngoprek game. Berbagai game sering dia mainkan dari Pokemon Go, FIFA Online 3, Rise of Tomb Rider, PES dan lain-lain. 

Permainan tersebut tentu ada yang bisa dijalankan secara offline dan online. Untuk yang online sudah barang tentu harus menggunakan akses Wi-Fi yang kencang agar tidak mengalami kendala dalam memainkan game tersebut. 

Adnan Muhammad Taufiqulhakim (Facebook Adnan)
Berbagai peralatan bermain game dari mulai smartphone, controller, VR, cardboard, headset dan perangkat yang menunjang hobi dia bermain game saya lengkapi bukan berarti memanjakan anak dengan menuruti segala kemauannya tetapi mengarahkan dia untuk melakukan hal-hal positif. 

Selain bermain game dia juga senang membuat meme-meme yang sesuai dengan isi hati, perasaan atau hal-hal yang menurut dia menarik. Dia membuat meme hasil karyanya kemudian dibagikan ke media sosial yang dimilikinya. 

Sebagai orang tua tentu sering mengingatkan untuk jangan tidur terlalu larut, jangan lupa belajar, mengaji dan istirahat yang cukup. Karena kebanyakan anak yang hobi bermain game sering lupa waktu. Tetapi kebiasaannya bermain game tidak pernah saya larang tapi justru diarahkan agar lebih produktif.
Meme karya Adnan (Dokumen Facebook Adnan)
Usaha yang saya lakukan adalah mengarahkan dia untuk membuat tutorial permainan game yang dia sukai kemudian dibagikan ke media sosial Youtube. Saya mengarahkan dengan membuat judul dan deskripsi yang banyak dicari oleh orang di Youtube. 

Saran saya dia laksanakan dan benar saja video yang dia unggah ke Youtubenya banyak ditonton oleh pengguna Youtube. Bermodalkan laptop ASUS dengan aplikasi Video Editor dan smartphone yang dibenamkan aplikasi Mobizen. 

Akhirnya dia membuat beberapa video tutorial tentang cara bermain game dan trik-trik saat bermain game kesukaannya kepada orang lain. Dan yang membanggakan dia sudah mendapatkan PIN dari Youtube dan tinggal menunggu waktu saja bisa Payment dari Youtube. Ini beberapa video Youtube hasil karya Adnan :

 

Sedangkan anak yang kedua bernama Siti Faiza Firdausya Kirana biasa dipanggil Faiza. Anak yang satu ini memang suka sekali dengan yang namanya menyanyi terutama dalam Bahasa Inggris. Dia sering sekali mencari video klip artis favoritnya seperti Jacob Sartorius di Youtube. 

Dari hobinya melihat dan mendengar lagu berbahasa Inggris ternyata bisa memperbanyak kosa kata dia dalam Bahasa Inggris. Sehingga nilai mata pelajaran Bahasa Inggris di kelasnya tidak kalah dengan teman-teman yang lainnya.

Selain hobi mendengarkan dan menonton video Youtube, anak yang kedua ini juga memiliki hobi jeprat-jepret makanan atau kuliner dan juga traveling. Maka setiap ada kesempatan dia selalu mengambil gambar dengan menggunakan smartphone-nya.
Siti Faiza dengan media sosialnya (Dokumen Pribadi)
Dia juga sering menggunakan smartphone ASUS-nya untuk Lip sync lagu-lagu favoritnya melalui aplikasi Musical.ly dan dishare ke Instagram atau Facebook-nya. Sebagai orang tua tentu harus mengawasi apa saja yang dilakukan dengan smartphonenya selain hobinya tadi dengan sesekali mengecek riwayat browser, galeri dan aplikasi yang sering digunakannya termasuk media sosial yang digunakannya. 

Sementara itu anak yang ketiga bernama Siti Shaffa Silvina Salsabila biasa dipanggil Shaffa. Anak yang satu ini paling jarang belajar, hobinya menggambar. Seringkali dia minta kertas A4 yang baru untuk menggambar, hingga akhirnya saya berikan tablet ASUS ZenPad 7.0.

Komik Karya Siti Shaffa Silvina Salsabila (Dokumen Pribadi)
Di tablet ini dia sangat menyukai aplikasi Super Note untuk menggambar. Dia sering menggambar komik karakter buatannya sendiri tidak meniru orang lain. Bahkan terkadang saya tidak pernah mengajarkan bagaimana cara menggambar kepada dia tetapi dia memiliki bakat sendiri dalam menggambar komik. 

Dari hobinya ini saya membelikan stylus untuk menggambar di tablet ASUS ZenPad 7.0. Kemudian mengarahkan dia untuk membuat komik dan dipublikasikan ke salah satu media berita online yang menyediakan kanal Komik. Siapa tahu dari hobinya itu membuat karyanya bisa dilihat oleh orang banyak dan bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri. 

Selain menggambar dia juga sering menonton video Youtube. Karena dia masih anak SD dia suka sekali menonton video tutorial cara membuat slime dan squishy. Dari aktivitasnya tersebut dia sering mempraktekkannya di rumah tentunya didampingi oleh Ibu dan kakaknya.
Hobi saya merangkai kata melalui blog (Dokumen Pribadi)
Tentu semua anak memiliki hobinya masing-masing dan berbeda dengan saya yang hobi sebagai menulis membuat artikel untuk dipublikasikan di blog dan ibunya yang hobi membuat kue. Tetapi semua potensi yang dimiliki oleh mereka harus didukung dan juga dikembangkan sehingga mereka menjadi anak yang berguna bagi keluarga dan masyarakat. 

Untuk itu dibutuhkan perangkat yang bisa menyalurkan hobi dan bakat tersebut secara baik. Dari yang hobi bermain game, menggambar, membuat dan menonton video, menulis blog dan akitivitas lainnya termasuk untuk sarana hiburan dan pekerjaaan. Salah satu perangkat terbaik dan mendukung semua aktivitas tersebut adalah dengan menggunakan ASUS ROG GX800. 

Berikut ini alasan memilih ASUS ROG GX800 :

Layar ASUS ROG GX800 (Gambar ASUS Indonesia)
Layar Keren 
ASUS ROG GX800 memiliki luas penampang layar (display) yang lebih besar dibandingkan ROG GX700 yakni 18,4 inci. Dengan ukuran yang luas seperti ini bisa dipastikan akan leluasa saat bermain game, mengedit video, membuat tulisan dan aktivitas lainnya. 

Panel dari notebook ini memiliki beresolusi Ultra HD alias 4K (3840X2160), layar ROG GX800 telah dilengkapi dengan tingkat refresh rate 60Hz. Artinya layar mampu menampilkan sebanyak 60 gambar per detiknya dan dilengkapi kartu grafis mutakhir agar menghasilkan kualitas gambar yang dihasilkan mampu ditransmisikan dengan baik. 

VGA Paten 
Sementara itu untuk kartu grafis dari ASUS ROG GX800 menggunakan tipe 2 Way SLI GTX1080. Dua buah VGA card GTX 1080 yang ditanam di dalam notebook ini performa dan kinerja saat digabungkan untuk menghasilkan satu kekuatan yang lebih besar. Sehingga jika digunakan untuk urusan grafik untuk bermain game bisa berjalan mulus saat dimainkan, dan edit video tidak ada istilah ngelag. 

Notebook ini memiliki dua buah kartu grafis NVIDIA GTX1080 secara spefikasi memiliki CUDA Core sebanyak 2560, sementara base clock 1607 MHz dan boost clock 1733 MHz. Satu buah GTX 1080 memiliki VRAM sebesar 8 GB GDDR5X dengan jalur memori bus selebar 256 bit berkecepatan 10 Gbps. Sehingga sangat cocok digunakan untuk menjalankan game dengan cepat terutama saat menggunakan game online.

Prosesor Mentereng 
Sementara prosesornya, Intel Core i7-7820HK, mempunyai kecetapan clock speed lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni 4,6GHz. Clock speed yang lebih tinggi tentu saja berpengaruh besar pada kinerja dan processing speed pada komputer secara keseluruhan, antara lain mampu meningkatkan frame rate (FPS) pada game. 

Clock speed yang lebih tinggi juga bisa mempercepat waktu rendering 3D/video editing dan mempercepat berbagai aplikasi yang sangat boros daya atau resource intensive, seperti game dan beberapa aplikasi sosial media yang menggabungkan foto, video dan teks sekaligus di dalamnya. Clock speed dapat ditingkatkan melalui tools atau aplikasi khusus yang telah disediakan ASUS secara pre-installed pada notebook tersebut yakni ASUS Gaming Center. Sedangkan sistem operasi yang digunakan sudah menggunakan Windows 10 Home. 

Memiliki Docking Watercooling 
ASUS mendesain ulang konsep pendinginan pada watercooling di ROG GX800. Pada seri terbarunya ini, ASUS mengatakan telah membuat aliran watercooling yang terbuat dari radiator tersebut mampu mengaliri dua buah GPU sekaligus CPU yang terpasang di dalam notebook tersebut untuk mendinginkan sistem. 
Docking ASUS ROG GX800 (Gambar ASUS Indonesia)

Hal itu pula yang mampu membuat CPU-nya mampu di overclock hingga frekuensi 4,6GHz dengan aman ketika dalam mode docking mode (notebook telah terpasang dengan docking watercooling). Berbeda dengan ASUS ROG GX700, ketika dalam mode docking mode, pengguna harus memasang dua buah charger yang totalnya mencapai daya 660W. Satu charger dipasang di notebook dan satunya lagi harus dipasang pada pada watercooling. 

Penyimpanan Lebih Lapang 
Jenis media penyimpanan cepat berbasis SSD yang ditambah menjadi 3 buah. ASUS ROG GX800 menggunakan media penyimpanan buatan Samsung yakni SM951 yang diklaim sebagai Solid State Drive tercepat abad ini. SSD tersebut juga memiliki fitur NVMe alias Non Volatile Memory Express yang memanfaatkan slot PCIE Generasi ke-3 M.2 untuk memaksimalkan kecepatan bandwidth-nya. 

Seperti diketahui Slot PCIE4 memiliki kecepatan 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan SATA3 atau mungkin bisa dibilang ini adalah koneksi media penyimpanan paling cepat saat ini. Slot PCIE 4 menghasilkan kecepatan membaca SSD hingga 20Gb per detik, atau 4 gigabyte lebih cepat dibandingkan dengan Raid 0. Penggunaan PCIE 4 juga lebih aman dan tahan lama, karena jika salah satu keping SSD rusak, maka keping SSD lain tetap aman. 

Antena WiFi Eksternal 
Notebook ini juga dilengkapi dengan WiFi antena eksternal. Dengan menggunakan eksternal WiFi kemampuannya dan kecepatan notebook dalam menangkap sinyal menjadi lebih baik dibandingkan WiFi antena standar.
Antena WiFi Eksternal (Gambar ASUS Indonesia)
ASUS sendiri mengklaim bahwa daya jangkaunya dalam menangkap sinyal dapat di boost hingga 50 persen lebih baik daripada mengunakan antenna standar. Hal ini memudahkan para gamers saat hendak memainkan game online saat tidak menggunakan LAN. 

Bodi Menawan 
ASUS ROG GX800 memiliki desain serupa dengan predecessor-nya, tetap saja basis rancanganya lebih disempurnakan. Kali ini ASUS telah beralih dari single LED keyboard yang berwarna merah, menjadi menggunakan RGB keyboard yang dapat memancarkan bermacam warna. 

Selain itu keyboardnya pun kini telah menggunakan mekanikal keyboard. Hal ini praktis membuatnya kenyamanan dan daya tahan papan ketik tersebut menjadi lebih unggul dari sebelumnya. Feel saat menekan keyboard tersebut terasa clicky juga sangat halus dan empuk. Tombol WASD diberikan warna agak bold dengan aksen putih disekelilingnya. Sementara tombol untuk memanggil aplikasi ASUS Gaming Center berpindah dari sebelumnya terletak berdekatan dengan Numlock menjadi memojok di bagian atas berdampingan dengan tiga tombol makro key, video record, serta volume min and max. 
Bodi ASUS ROG GX800 tampak dari depan (Gambar ASUS Indonesia)

Perangkat ini juga memiliki trackpad yang sangat responsive dan punya daya jelajah yang amat luas. Trackpad buttonnya pun dibuat dengan sangat baik dan empuk ketika ditekan. Satu yang sedikit agak berbeda, logo ASUS yang berada di sebelah kanan notebook ikut menyala ketika perangkat dihidupkan. Terlebih ketika Anda telah mengkonfigurasi RGB-nya, logo itu akan turut memancarkan warna-warni yang bakal memikat mata. 

Secara otomatis, karena memuat duah buah graphic card, membuat ASUS ROG GX800 menjadi memiliki ketebalan dan bobot yang lebih berat dibandingkan adiknya si GX700, yakni 45mm untuk tebalnya dan 5,7 KG untuk hanya bobotnya. 

Docking Watercooling Lebih Bertenaga 
Secara mendasar konsep ASUS ROG GX800 hampir sama dengan GX700. Ide mulanya adalah, adanya keinginan untuk menciptakan komputer mobile yang performaya dapat menyamai perangkat desktop. ASUS tampaknya sangat berambisi akan gagasan ini dan memulai riset untuk menciptakan teknologi ini watercooling sejak 2003. 

Dalam implementasinya, sebagai sebuah notebook ASUS ROG GX800 adalah perangkat yang cukup portable walau sejujurnya bobot maupun dimensinya sedikit merepotkan untuk dibawa-bawa. Tetapi dia adalah teman ideal bagi para gamer yang benar-benar membutuhkan performa. 

Sementara ketika ingin difungsikan sebagai desktop replacement, Anda bisa memanfaatkan spesifikasi hardwarenya yang sekelas dengan PC desktop yakni prosesor Intel i7-7820HK berkecepatan 4,2GHz, RAM 64GB DDR4 2800MHz, dua buah GPU GTX 1080 SLI dikombinasikan dengan HDD sebesar 1,5 TB dan fitur NVMe SSD RAID 0. 

Port Input Output Lengkap 
The Real Monster Gaming Machine ini, memiliki port HDMI 2.0 untuk memfasilitasi monitor 4K dengan tingkat refresh rate 60Hz. Adapula display port 1.3 yang mendukung 8K monitor (60 Hz) atau dual 4K monitor 60Hz.
Port yang ada pada ASUS ROG GX800 (Gambar ASUS Indonesia)

Ada 2 buah USB 3.1 Type C yang telah mendukung Thunderbolt 3.0, 3 buah USB 3.0 Type A, Headphone jack, mic jack, WiFi Antena eksternal serta 2-1 card reader. Tidak lupa juga LAN port dan Kensington lock. Sementara bicara soal pendinginan, notebook ini punya exhaust yang terletak di belakang notebook untuk mengeluarkan panas. Sementara dua buah ventilasi yang terletak di kanan dan kiri perangkat berguna untuk menyaring udara yang masuk. 

Dual Array Microphone 
Untuk mendukung multiplayer gaming seperti LAN Party yang membutuhkan real time video chat yang saat ini sedang tren, ASUS juga memberikan fitur dual array microphones yang dapat menangkap suara dengan jernih tanpa harus terganggu suara lingkungan yang berisik di suatu tempat atau ketika kamu sedang mengikuti kompetisi gaming outdoor. 

Teknologi Noise Supression yang dimiliki ASUS juga dapat melakukan penyaringan polusi suara yang dihasilkan pengguna seperti suara ketika mengetuk papan ketik, suara kipas notebook hingga audio yang dikeluarkan game itu sendiri. Sehingga lawan bicara dapat mendengar suara Anda dengan jelas tanpa terganggu suara lain yang tidak diinginkan. 

Dilengkapi ASUS GameFirst III 
Selain performa notebook tinggi untuk mendukung gaming experience pengguna, ASUS juga memberikan fitur ASUS GameFirst III yang akan mengoptimalkan koneksi internet untuk kebutuhan gaming dibandingkan dengan kebutuhan lainnya yang tidak mendukung kebutuhan gaming.

Sehingga kita tidak perlu takut untuk menjalankan aplikasi lain di background, atau sambil mendownload file dari internet ketika bermain game, karena bandwidth internet akan diutamakan untuk kebutuhan bermain game. 

Hasil Benchmark ASUS ROG GX800 
Penulis melakukan benchmark berdasarkan tiga buah mode yang ada pada ASUS GX800 yakni ekstrim, optimized dan standart. Secara otomatis ketika modenya ditingkatkan, dari standar menuju optimized dan ekstrim, kemampuannya akan langsung meningkat. 

Penulis ingin menyajikan peningkatan kemampunya melalui screenshot benchmark berikut ini salah satunya Extreme Mode silakan lihat videonya :



Kesimpulannya segala kemampuan dan spesifikasi hardware yang terdapat pada notebook ASUS ROG GX800 ini adalah the real monster gaming notebook abad ini atau setidaknya pada tahun ini. Selama belum vendor yang memberikan kekuatan lebih gahar pada perangkat gamingnya. Rasanya kekuatan dari GX800 belum akan tertandingi.

0 komentar:

Posting Komentar test