Ransomware Menyerang Komputer Rumah Sakit, dan Perusahaan di Seluruh Dunia

Minggu, 14 Mei 2017
Komputer yang terkena Ransomware (Gambar Cnet.com)

Dua hari ini kita dihebohkan dengan istilah yang mungkin baru terdengar yakni Ransomware. Ransomware adalah jenis virus malware yang berkembang sangat pesat, virus jahat ini mengunci komputer sehingga tidak dapat diakses pengguna, kemudian meminta bayaran untuk pengembalian data mereka. 


Kini serangan dari ransomware telah mencapai 16 rumah sakit di Inggris dan sampai 70.000 perangkat di 74 negara. Bahkan tidak hanya di luar negeri Rumah Sakit di Indonesia sudah terkena Ransomware seperti dikutip dari CNN Indonesia 13/05/2017 yakni Rumah Sakit Harapan Kita dan RS Dharmais terkena serangan ini. 


Ganasnya Ransomware ini adalah komputer yang digunakan oleh perusahaan seperti bank, rumah sakit dan perusahaan lainnya menjadi terkunci sehingga tidak bisa dibuka. Komputer bisa dibuka kembali setelah mereka memberikan uang tebusan kepada si peretas. 

Serangan tersebut telah menjangkiti ribuan komputer di China, Rusia, Spanyol, Italia dan Vietnam, namun rumah sakit di Inggris menarik banyak perhatian karena sistem ini sudah menggunakan komputerisasi yang berdampak pada kelangsungan hidup pasien atau pelanggannya. 

Penyebaran serangan tersebut untuk sementara sudah dihentikan Jumat malam ucap seorang peneliti keamanan dunia maya Inggris secara tidak sengaja mengaktifkan "kill switch" dalam kode malware tersebut, kata sebuah laporan Guardian. 

"Penyelidikannya pada tahap awal mereka meyakini varian malwarenya adalah Wanna Decryptor," kata NHS dalam sebuah pernyataan resminya pada hari Jumat. Avast mendeteksi terjadi serangan Ransomware WanaCrypt0r 2.0 hingga 52.000 serangan atau yang sering disebut Ransomware WannaCry. Mayoritas malware baru ini targetnya adalah Rusia, Ukraina dan Taiwan, demikian diungkap tim Laboratorium Avast Thread Jakub Kroustek. 

Malware tersebut telah menyebar ke 74 negara pada hari Jumat (12/05/2017). Di pelacak blog Malware Tech, periset cybersecurity menunjukkan bahwa lebih dari 70.000 komputer berbasis Windows lama seperti Windows XP yang telah terpengaruh dengan meminta uang tebusan. 

Ransomware adalah perangkat lunak perusak yang mengenkripsi file penting, yang pada dasarnya mengunci orang dari komputer mereka kecuali jika mereka membayar sampai mencegah seluruh sistem mereka tidak dihapus. Serangan semacam ini telah meningkat pada tahun lalu, melonjak dari 340.665 pada tahun 2015 menjadi 463.841 pada tahun 2016, menurut Symantec. 

Industri perawatan kesehatan telah menjadi sasaran utama, dengan uang tebusan membuat lebih dari 70 persen serangan malware terhadap rumah sakit, apotek dan agen asuransi, demikian seperti dikutip dari CNet.com (13/05/2017).

0 komentar:

Posting Komentar test