ads

10 Media Sosial Besar Yang Gulung Tikar

Rabu, 08 Oktober 2014
Logo Friendster
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang digunakan oleh penggunanya di seluruh dunia. Tapi beberapa jejaring sosial media tersebut ada yang bisa bertahan ada pula yang harus gulung tikar. Jejaring sosial yang banyak digunakan dan dicintai penggunanya yakni "Orkut" pun harus ditutup oleh Google karena penggunanya semakin menurun dan digantikan dengan sosial media terbaru yaitu Google Plus. 


Situs jejaring sosial mulai menggebrak pengguna internet dunia dalam satu dekade terakhir. Hadirnya jejaring sosial media Facebook telah mengubah peta pengguna jejaring sosial dunia. Sosial media yang selama beberapa tahun berjaya pun terpaksa harus ditutup dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan sosial media yang ada saat ini. 


Berikut 10 Jejaring Sosial Besar Yang Gulung Tikar

  1. ConnectU. Situs jejaring sosial ini diciptakan oleh lulusan Harvard yang kebetulan menjadi teman dari Mark Zuckerberg, si pendiri Facebook. Situs ini awalnya disebut HarvardConnect, tetapi kemudian go public, tapi ternyata tidak mampu bertahan karena adanya Facebook. Mark meluncurkan Facebook yang waktunya hampir bersamaan dengan ConnectU, karena hal tersebut kedua pihak sudah beberapa kali ke pengadilan. Situs ini saat ini tidak aktif sedangkan Facebook menjadi jejaring sosial paling populer di dunia saat ini. 
  2. The Hub. The Hub adalah situs yang dibuat oleh raksasa ritel dan toko terkenal cabang dari "walmart". Didirikan pada tahun 2006, jejaring sosial ini ditujukan untuk mahasiswa dan remaja, sosial media ini memungkinkan penggunanya untuk berkirim pesan dan berbagi foto. Namun sosial media ini gulung tikar karena akun palsu aktor dan Personil PR yang mempromosikan produknya yang tidak disukai oleh pengguna. 
  3. Eons. Situs ini dibuat oleh Jeff Taylor yang juga pendiri Monster.com. Situs ini ditargetkan untuk pengguna dengan usia di atas usia 40 tahun tetapi kemudian membuka akun untuk semua orang di atas usia 13. Situs ini sangat populer di kalangan investor karena telah meraih $ 32.000.000 tetapi perubahan konstan dalam kepemilikan menyebabkan penurunan pengguna situs ini dan pada tahun 2012 situs ini terpaksa ditutup. 
  4. Friendster. Situs ini hadir pada tahun 2002 sebagai pelopor dalam situs jejaring sosial dan popularitasnya tumbuh sangat pesat. Friendster melaporkan jumlah pengunjung tertinggi bulanan dengan jumlah login tertinggi dari Asia. Situs jejaring sosial ini tidak berfungsi sebagai situs jejaring sosial dan berganti sebagai situs game dan karena telah kehilangan popularitasnya. 
  5. iTunes Ping. Apple meluncurkan situs ini sebagai situs jejaring sosial untuk pecinta musik yang sering berbagi, mengikuti dan update tentang kegiatan artis favorit mereka. Situs ini tidak memiliki fitur dasar jaringan. Selain itu terlalu banyak akun palsu dan spam yang menjadi penyebab penghentian situs ini. 
  6. iYomu. Didirikan oleh David Wolf-Rooney dan Frances Valintine, situs jejaring sosial ini menargetkan orang-orang dewasa untuk memberitahu mereka cara untuk terhubung dengan keluarga dan teman-teman. Selain itu situs ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan dan berbagi dokumen, mencari saran mengenai hal tertentu dan foto. Nah orang-orang tua tidak suka situs terpisah yang didedikasikan untuk mereka dan karena itu situs jejaring sosial ini gagal menjadi besar. Situs ini akhirnya ditutup pada tahun 2008. 
  7. hi5. Situs ini muncul pada tahun 2004 dibuat oleh Ramu Yalamanchi. hi5 merupakan situs sosial media dengan fitur normal. Situs ini memiliki semua fitur dasar seperti berbagi foto, upload, notifikasi dan pesan dan kemudian ditambahkan pada permainan. Situs ini pernah dipuncak kejayaannya. Tapi karena kecenderungan fokus pada gaming dan hiburan yang membuatnya jadi memudar. Saat ini tidak banyak orang yang mengenal hi5 apalagi generasi sekarang. 
  8. LiveJournal. Berbeda dengan situs sosial lain, situs ini memungkinkan pengguna untuk mempertahankan blog, jurnal atau buku harian. LiveJournal diciptakan dan diluncurkan kembali pada tahun 1999 dan digunakan oleh orang-orang untuk mengomentari perpolitikan di Rusia. Situs ini akhirnya di bawah pengawasan dari pemerintah dan rentan terhadap hacker maka banyak pengguna berhenti menggunakannya. Situs ini masih aktif tetapi hanya sekitar seratus pengguna aktif yang masih terdaftar. 
  9. MySpace.com. Situs ini merupakan situs jejaring sosial populer yang banyak digunakan oleh penggunanya. MySpace populer dengan fitur-fiturnya dan untuk menciptakan platform untuk meningkatkan popularitas budaya pop. Situs ini lebih populer daripada Google pada saat itu di Amerika Serikat. Tapi situs ini tidak berlangsung lama dan penggunanya menurun drastis, bahkan banyak yang berhenti menggunakannya. Hari ini situs ini masih aktif namun tidak digunakan oleh banyak orang. Situs ini kemungkinan akan ditutup dalam beberapa tahun atau bulan mendatang. 
  10. Orkut. Berita yang paling memilukan dalam hal harus mengucapkan selamat tinggal ke situs jejaring sosial adalah ketika Orkut harus ditutup untuk selamanya pada bulan September tahun ini. Pengguna setia dan pecinta situs ini harus meluangkan waktu untuk men-download gambar dan komentar yang menjadi kenangan. Orang-orang muda memiliki kenangan terindah dengan Orkut dan mereka adalah orang-orang yang paling terluka dengan kematian situs jejaring sosial ini. Situs ini merupakan sumber koneksi dan komunikasi dengan teman-teman, kekasih, pasangan dan keluarga. Bagaimanapun Orkut selalu dikenang di hati para penggunanya. 

10 komentar for 10 Media Sosial Besar Yang Gulung Tikar :

  1. Wahh sayang banget yah medsos klasik harus gulung tikar :'( padahal belum pernah coba.

    BalasHapus
  2. Waduh, friendster juga gulung tikar rupanya. padahal saya bergabung bersama situs tersebut....

    BalasHapus
  3. Fb ga apa gulung tikar bagus hehehe

    BalasHapus
  4. Kenangan terlalu banyak di friendster
    Syg gue gak sempet nge save foto2 n komen

    BalasHapus
  5. syng skli..stdaknya gk ush dihpus skranya kt bsa mngambil bbrpa plajran mngenai medsos dgenersi skrg

    BalasHapus
  6. Lagi-lagi kang Didno mencetak postingan yang mendulang banyak visitor, hehe jadi ngiri.

    saya juga dulu punya friendster, berhubung migrasi besar-besaran ke FB pada awal 2005an menyebabkan FS tenggelam dan menjadi punah tak berbekas.

    Salam silaturahim Kang...

    BalasHapus
  7. Wah saya ingatnya Friendster Doang jaman saya pertama mengenal sosial media

    BalasHapus
  8. Duh bnyk memory di FS bakal ilang donk :(

    BalasHapus
  9. terima kasih buat teman-teman yang sudah berkunjung ke blog kami

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam