ads

Mobil Bebas Pegang Kemudi Dari BMW

Senin, 30 Januari 2012

Kejadian Afriani Susanti yang mengendarai mobil dan menabrak 9 orang hingga tewas di Tugu Tani Jakarta, mungkin tidak akan terjadi jika teknologi ini sudah diterapkan. Perusahaan otomotif dari Jerman yakni BMW sedang menguji coba sebuah mobil yang dikendarai tanpa si pengemudi memegang kemudi atau setir. Mobil tanpa pegang stir ini masih konsep dan masih terus diuji coba oleh BMW. 


Mobil ini didapat berjalan sendiri tanpa si pengemudi memegang kendali karena sudah dilengkapi dengan beberapa peralatan seperti radar, kamera, scanner laser, dan ultrasonik. Selain itu mobil ini dilengkapi pula dengan monitor yang dapat mengecek kondisi jalan yang akan dilewati. BMW menguji coba teknologi ini pada Mobil BMW seri 5. Tetapi BMW masih terus mengembangkan algoritma yang dapat mengantisipasi kejadian yang tidak terduga terjadi di jalan raya seperti pada saat macet, ada orang yang tiba-tiba menyeberang, kendaraan lain mengerem mendadak atau yang lainnya. 

Mobil BMW ini memanfaatkan teknologi dari Google yakni Google Map dan Google Earth untuk mengetahui jalur jalan raya seluruh dunia. Teknologi ini belum tentu bisa diterapkan di suatu negara tergantung pada kebijakan pemerintah dan otoritas jalan di negara yang bersangkutan. Nah bagi anda yang penasaran silakan tonton video berikut ini : 


Sumber

5 komentar for Mobil Bebas Pegang Kemudi Dari BMW:

  1. Dunia teknologi memang tidak pernah berhenti berinovasi, moga inovasi-inovasi di bidang teknologi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya buat manusia....

    BalasHapus
  2. Kren juga ya, kalo pengembangannya berhasil, para pengemudi bakal kehilangan pekerjaan dan orang-orang "mabuk" gak kuatir lagi bawa mobil he hehe

    BalasHapus
  3. waduhhh makin tinggi teknologi pasti akan hancur, karena sang pencipta sedih melihat hamba nya menyembah teknologi Hotel Murah di Jakarta via klikHotel.com

    BalasHapus
  4. Selagi manusia masih punya mimpi, tehnologi tidak akan pernah berakhir. Apapun itu tetap membawa sisi baik dan buruknya. semuanya kembali kepada kita sebagai penggunanya. Salam sukses selalu

    BalasHapus

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam