ads

Rumah Sakit Tidak Hanya Untuk Orang Sakit

Rabu, 12 Juni 2013

Kesan selama ini bahwa rumah sakit hanya untuk orang sakit memang begitu melekat di kalangan masyarakat kita. Seiring dengan perkembangan waktu ternyata rumah sakit bukan hanya untuk orang sakit. Rumah sakit dibangun dan desain tidak hanya untuk orang sakit, tetapi juga untuk orang sehat. 


Oleh karena itu perlu pemahaman-pemahaman baru yang secara menyeluruh tidak hanya untuk orang-orang di lingkungan rumah sakit, tetapi kepada pihak-pihak terkait dan masyarakat umum. Konsep rumah sakit sekarang harus berubah dari tempat orang sakit dan tidak memperhatikan lingkungan berganti dengan tempat orang berobat dengan memadukan unsur kesehatan dan lingkungan. 


Kalau selama ini rumah sakit yang terlihat gersang, kotor dan kumuh, sekarang harusnya berubah menjadi rumah sakit yang menerapkan dan menciptakan ruang terbuka hijau dan menyatu dengan lingkungan. Ada beberapa unsur untuk menciptakan rumah sakit yang berwawasan lingkungan yang sudah disepakati oleh para pemimpin rumah sakit, suplier rumah sakit, kontraktor bangunan, kalangan akademisi  dan badan pemerintah yang mengurusi rumah sakit di seluruh dunia. 


Berikut tujuh unsur rumah sakit berwawasan lingkungan
  1. Makanan yang sehat 
  2. Penggunaan air yang efisien 
  3. Pengolahan Limbah 
  4. Penggunaan Energi Alternatif 
  5. Desain Bangunan Hijau 
  6. Efisiensi Energi 
  7. Transportasi di dalam dan sekitar rumah sakit 
Pada kesempatan ini akan saya jelaskan satu persatau. Agar kriteria rumah sakit berwawasan lingkungan bisa dapat dipahami oleh masyarakat luas. 


Makanan yang digunakan untuk makanan pasien sebaiknya menggunakan makanan organik yang bebas pestisida. Sehingga akan membuat pasien semakin sehat dan tidak terkontaminasi dengan zat-zat yang berbahaya yang ditimbulkan oleh makanan tersebut. Selain itu makanan yang higienis, sehat dan bergizi membuat pasien di rumah sakit akan cepat pulih dan cepat kembali ke rumahnya masing-masing. 

Penggunaan air di rumah sakit harus irit dan efisien dan disosialisasikan tidak hanya kepada staf dan para medisnya, tetapi juga kepada masyarakat pengguna rumah sakit. Perlu diterapkan konsep hemat air dengan memasang peralatan yang dapat mengatur penggunaan air secara efisien, dan menempel tulisan “tutup keran jika sudah digunakan” di kamar mandi. Sehingga penggunaan air oleh pasien, petugas atau pengunjung bisa lebih hemat dan efisien. 

Limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit sangat banyak, mulai dari limbah air, plastik, dan polusi udara yang diakibatkan dari cairan atau obat-obatan yang digunakan oleh rumah sakit. Oleh sebab itu rumah sakit harusnya menggunakan ‘grey water‘ (air olahan dari limbah yang biodegradable terutama untuk penyiraman tanaman) dalam lingkungan rumah sakit, mendaur ulang bahan-bahan plastik, atau meminimalisir gas buang yang di hasilkan oleh rumah sakit. 

Selain itu penggunaan sistem pencahayaan yang terlalu mengandalkan tenaga listrik, harus diganti dengan pencahayaan menggunakan sistem pencahayaan dari dalam dan luar rumah sakit. Penggunaan energi alternatif selain tenaga listrik dengan menggunakan tenaga matahari mungkin menjadi salah satu solusinya. 

Desain bangunan dan kamar di dalam rumah sakit juga harus diperhatikan dengan memperhatikan masuknya cahaya matahari, aliran udara bersih dan terhindar dari polusi yang disebabkan oleh lingkungan sekitar rumah sakit. Jadi pada awal pembuatan rumah sakit, sebaiknya arsitek rumah sakit mendesain bangunan dan kamar di rumah sakit yang berwawasan lingkungan. 

Penggunaan AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan sebagai satu-satunya alat pendingin ruangan, kedepan perlu dipertimbangkan meminimalisir penggunaan AC dengan cara mendesain ruangan yang mempunyai ventilasi yang baik dan memiliki sirkulasi udara yang maksimal sehingga walaupun tidak menggunakan AC tetapi kondisi ruangan tetap dingin dan nyaman. Begitu juga dengan penggunaan lampu dan peralatan yang ada di rumah sakit, sebaiknya perlu dipertimbangkan untuk menggunakan peralatan listrik yang hemat energi , sehingga biaya ditimbulkan dari peralatan tersebut tidak terlalu tinggi. 

Transportasi di lingkungan rumah sakit pun sebaiknya tidak menggunakan bahan bakar yang menyebabkan polusi udara dan membuat kebisingan. Ada beberapa moda transportasi yang sebaiknya digunakan di lingkungan rumah sakit, seperti sepeda, atau kendaraan yang menggunakan tenaga manusia dan tidak mengeluarkan asap. Selain menghindari terjadinya polusi juga bisa menyehatkan penggunanya. 

Sebenarnya masih banyak cara untuk membuat rumah sakit ini berwawasan lingkungan misalnya dengan : 

Penempatan tempat sampah di lokasi-lokasi yang tepat. Dengan penempatan tempat sampah yang tepat membuat masyarakat yang datang dan yang berada rumah sakit tidak ada yang membuang sampah sembarangan, selain itu petugas kebersihan rumah sakit selalu menjaga kondisi baik di luar maupun di dalam ruangan tetap bersih. 

Memperhatikan kondisi kamar mandi dan toilet. Kondisi kamar mandi dan toilet di rumah sakit biasanya sangat memprihatinkan, selain tidak terawat biasanya bau. Untuk itu petugas kebersihan rumah sakit harus terus menjaga kondisi kamar mandi dan toilet dengan membersihkan dan menjaga kebersihannya agar tidak menyebarkan kuman dan bau yang kurang enak yang mengganggu pasien dan orang di sekitarnya. 

Tapi selain masalah desain, lingkungan, dan peralatan rumah sakit yang canggih. Ada satu yang membuat penilaian orang terhadap rumah sakit itu baik atau tidak yaitu pelayanan. Sebagus dan selengkap apapun rumah sakitnya tetapi jika pelayanannya tidak memuaskan, maka rumah sakit itu dianggap bukan rumah sakit yang bagus. 

Tapi mudah-mudahan dengan cara seperti ini kita bisa mewujudkan rumah sakit yang bersih, nyaman, berwawasan lingkungan dengan pelayanan yang menyenangkan dapat terwujud di Indonesia. Jadi kesan  “rumah sakit hanya untuk orang sakit” tidak berlaku lagi tapi berganti “rumah sakit tidak hanya untuk orang sakit”.
  rsudaya.org

0 komentar:

Poskan Komentar test