ads

Hah! Kartu Perdana Dijual Dengan Harga Seribu Perak

Rabu, 30 Oktober 2013

Rencana regulasi pemerintah untuk membenahi sistem aktivitasi kartu perdana seluruh operator seluler di Indonesia hanya angin lalu. Ini dibuktikan dari bebasnya pengguna kartu seluler mengisi datanya tanpa ada yang ditolak jika mengisi tidak sesuai aturan. Di tambah lagi semakin maraknya penjualan kartu perdana murah dari seluruh operator di Indonesia bahkan dijual dengan harga yang tidak rasional. 

Kalau pada awal munculnya telepon seluler di tanah air, harga kartu perdana dijual dengan harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Kini harga kartu perdana diobral dengan harga yang sangat murah bahkan lebih rendah dari modal pembuatan kartu chipnya itu sendiri yang notabenenya harga chip tersebut sekitar 20 ribuan. Harga kartu perdana kini bahkan ada yang dijual ke konsumen dengan harga di bawah sepuluh ribu bahkan ada yang menjual  dengan harga seribu rupiah.

Persaingan harga perdana semakin tidak tertahankan karena persaingan tidak sehat para operator mengejar jumlah pelanggan, akhirnya opertor seluler jor-joran menjual harga kartu perdana dengan harga sepuluh  ribu bahkan seribu rupiah saja sampai ke tingkat konsumen. Harga yang sangat murah bahkan dibandingkan dengan sebotol air mineral sekalipun. 

Sebenarnya penjualan kartu perdana murah akan berdampak pada banyaknya penyalahgunaan kartu perdana untuk hal-hal yang negatif seperti sms penipuan, teror, bully dan lain sebagainya. Selain itu perdana murah juga akan menyebabkan pemborosan nomor kartu perdana yang hangus dan tidak digunakan. 

Indonesia bahkan terkenal sebagai negara yang paling boros penggunaan nomor seluler atau tingkat churn tertinggi di dunia. Ini tidak lain karena didukung oleh operator selulernya sendiri yang menyebabkan masyarakat Indonesia dididik untuk selalu berganti kartu. Untuk mengatasinya sebenarnya saya sudah pernah menulis tentang cara mengatasi churn di Indonesia

Para operator seluler lebih senang menjaring pelanggan baru dari pada mempertahankan pelanggan lama. Ini bisa dilihat dari banyaknya program-program yang menarik minat pengguna baru dibandingkan dengan menjaga pelanggan lama agar tidak pindah ke operator seluler lain atau tidak ganti kartu. 

Sebagai masukan kepada pemerintah, sebaiknya perketat kembali sistem registrasi kartu perdana agar tidak semakin banyak sms penipuan, bully, teror yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang merugikan masyarakat kita sendiri. 

Masukan untuk operator seluler, sebaiknya melakukan kesepakatan untuk bersama-sama merumuskan harga yang wajar untuk kartu perdana, jangan terlalu murah atau terlalu mahal dan pastinya melebihi dari harga pembuatan kartu chipsnya itu sendiri, misalnya harga kartu perdana yang wajar itu 50 ribu. Selain itu pertahankan pelanggan lama dengan reward atau penghargaan-penghargaan yang lebih baik dibandingkan dengan pengguna kartu perdana. Perbaiki kualitas jaringan dan menambah value added service di kartu tersebut. 

Sedangkan masukan untuk pengguna seluler di Indonesia adalah pilih operator seluler yang sesuai dengan kegunaan dan tidak selalu gonta-ganti kartu yang menyebabkan semakin menipisnya nomer kartu di Indonesia yang berdampak pada semakin banyaknya nomer yang akan digunakan di ponsel penggunanya dikemudian hari. 

Ini hanya sumbang saran saya untuk pemerintah, operator seluler, dan pengguna agar kita bisa saling memperbaiki kekurangan dalam sistem pertelekomunikasian yang kita gunakan.

0 komentar:

Poskan Komentar test