ads

Cara Ngecas Smartphone Yang Benar

Selasa, 06 Mei 2014
(smartphone sedang di charge)
Pengguna smartphone di Indonesia, tiap hari selalu bertambah. Banyak orang menggunakan perangkat tersebut untuk berbagai keperluan selain untuk berkomunikasi lewat telepon dan SMS, mereka juga menggunakan untuk mengecek e-mail, membaca berita, memotret, hingga beraktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan. Sayangnya, dengan semakin banyak fungsi tersebut, daya tahan baterai semakin terkuras. 


Rata-rata smartphone saat ini hanya mampu digunakan selama 4-5 jam jika digunakan secara terus-menerus. Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya selama seharian. Berikut beberapa tips cara ngecas smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang :


  1. Jangan dibiarkan baterai habis total. Ada anggapan baterai smartphone sebaiknya dibiarkan sampai habis dulu sebelum kembali di-charge. Hal itu memang benar, tetapi hanya untuk baterai dengan bahan nikel (Ni), yang saat ini sudah mulai diberganti dengan Litium-ion yang cara perawatannya pun juga berbeda degan baterai bahan nikel. Sebaiknya Anda mengecas baterai jangan sampai habis total. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen. Meskipun begitu, sesekali baterai perlu juga dikuras hingga habis tapi sebulan sekali untuk keperluan kalibrasi. 
  2. Jangan dicas semalam suntuk. Kebiasaan ini sering kita lakukan padahal ini menyebabkan baterai tetap terhubung dengan charger semalaman membuat baterai cepat panas. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, tetapi membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga ternyata tidak baik. 
  3. Hindari ngecas di tempat yang panas. Hindarkan ngecas smartphone di tempat-tempat yang panas, seperti dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, atau di atas televisi walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang ada di dashboar atau televisi tersebut bisa merusak baterai. Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius. 
  4. Langsung ke soket listrik. Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, tetapi metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak sesuai untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data atau charger. 
  5. Jangan menggunakan charger bukan bawaannya. Menggunakan charger bukan bawaan bisa menyebabkan berbagai kerusakan seperti socket charger yang cepat longgar, tegangan yang tidak sesuai yang menyebabkan baterai cepat rusak atau cepat panas. 

0 komentar:

Poskan Komentar test