ads

Go-Jek, Aplikasi Untuk Cari Tukang Ojek

Rabu, 21 Januari 2015
Tukang Ojek Go-Jek

Indonesia memang menjadi ladang untuk berkreasi dan berinovasi. Siapa sangka hanya gara-gara hal-hal sepele bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan digunakan oleh banyak orang. Seperti aplikasi yang bernama Go-Jek ini. 

Aplikasi ini terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia yang sering mencari tukang ojek saat mau bepergian terutama di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi agar tidak terkendala dengan yang namanya macet.
Nadiem Makarim CEO Go-Jek

Nadiem Makarim mendirikan Go-Jek pada tahun 2011, hanya gara-gara sering menggunakan jasa tukang ojek. Jasa transportasi roda dua tersebut menjadi andalannya dalam menembus macet lalu lintas Jakarta. "Saya punya mobil, tapi lebih enak naik ojek saat ada keperluan penting”. 

Nadiem yang lulusan dari jurusan bisnis, Universitas Hardvard, Amerika Serikat ini pun menjadi akrab dengan pengendara ojek langganannya. Dari obrolan-obrolan sepanjang perjalanan, dia mengetahui seluk-beluk perjuangan tukang ojek. 

Dia (tukang ojek) kerja 14 jam, dari jam 8 pagi sampai 10 malam terkadang jarang ketemu anak dan istri. Itu pun cuma dapat penumpang 4 kali dalam sehari," ujarnya menjelaskan. Merasa prihatin dengan nasib para tukang ojek, dia kemudian berusaha melakukan sesuatu. 

Aplikasi Go-Jek

PT Go-Jek Indonesia walaupun sudah dirintis sejak 2011, namun baru sekitar dua minggu lalu aplikasi untuk pengguna jasa ojek yang dibuat oleh Nadiem CS itu dapat diperkenalkan untuk perangkat Android dan iPhone

Go-Jek mempunyai sistem kerja cukup melalui pesan lewat aplikasi, pengendara Go-Jek terdekat pun akan menghampiri calon penumpang dalam hitungan menit karena aplikasi ini turut dilengkapi kemampuan location service berbasis GPS. 

Pelanggan bisa memantau posisi pengendara yang menanggapi order, sementara pengendara bisa melihat order yang masuk serta lokasi pemesan untuk kemudian ditanggapi. Tukang Ojek Go-Jek ini merupakan tukang ojek atau orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap tetapi memiliki syarat-syarat sebagai pengguna sepeda motor. 

Berkat cicilan smartphone dari Go-Jek, para pengendara ojek akhirnya bisa memiliki smartphone tersebut dengan harga khusus yang lebih murah dari harga pasar. Mereka turut dilatih untuk memakai ponsel pintar dan aplikasi Go-Jek yang terdapat di dalamnya. 

Tarif Go-Jek dipatok sebesar Rp 25.000 untuk jarak hingga 5 km. Lebih dari 5 km, ada biaya tambahan jarak sebesar Rp 4.000 per kilometer. Adapun cara bayar bisa dengan secara kas ataupun mentransfer (top-up) ke akun pelanggan yang teregistrasi di aplikasi Go Jek. Sistem "cashless" ini memungkinkan penumpang naik ojek tanpa perlu membawa uang tunai. Bagaimana canggih bukan tukang ojek dari Go-Jek ini? 

 

1 komentar on Go-Jek, Aplikasi Untuk Cari Tukang Ojek

Mari budayakan komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam