ads

Smartphone Masa Depan Akan Gunakan Gula Untuk Isi Ulang Baterai

Minggu, 20 Maret 2016
Gula untuk isi ulang daya smartphone

Gula bukan saja untuk pemanis atau tambahan membuat kopi atau teh, tetapi ke depannya akan dijadikan energi alternatif untuk mengisi daya baterai pada smartphone. Jika daya tahan baterai Anda sudah hampir mati maka cukup memasukkan sesendok gula agar ponsel berjalan kembali hingga berjam-jam. 


Proses pembuatan gula untuk mengisi ulang daya baterai smartphone, saat ini sedang diuji coba yang memungkinkan sel bertenaga gula untuk menjalankan seefisien mungkin baterai yang digunakan pada smartphone. Jelas dengan teknologi ini akan memberikan daya tahan baterai yang lebih murah. 


Hal ini didasarkan pada sebuah penemuan yang dilakukan oleh para ilmuwan selama empat tahun di MIT, sebuah kawat terbuat dari nanotube karbon yang menyala di kedua ujungnya, yang dilapisi dengan bahan yang mudah terbakar. 

Gula meja tersebut dapat digunakan untuk memanaskan nanotube karbon, yang menciptakan arus listrik. Tes sebelumnya diproduksi listrik dalam jumlah kecil. Sekarang, Profesor Teknik Kimia dari MIT, Michael Strano, telah meningkatkan efisiensi proses lebih dari seribu kali lipat. Menurut MIT, Tim Strano telah mampu menciptakan sebuah perangkat yang menghasilkan jumlah yang sama kekuatan dari pound untuk pound. 

Michael Strano mengatakan bahwa peningkatan efisiensi butuh proses dari keingintahuan menjadi sebuah proyek yang dapat dimanfaatkan secara komersial. Profesor itu mengatakan bahwa teknik ini akan bermanfaat untuk teknologi energi portabel lainnya," yang meliputi sel lithium-besi dan bahan bakar. Ia juga menambahkan bahwa "itu sebenarnya luar biasa bahwa [fenomena] ini belum diteliti sebelumnya." 

Ketika percobaan pertama dimulai, bahan lebih eksplosif yang digunakan untuk menciptakan panas yang diperlukan. Namun, tim menemukan sukrosa yang tersedia dapat menghasilkan sumber panas yang efisien, yang mengakibatkan arus listrik. Bahan lainnya mungkin lebih efisien. Semua yang dibutuhkan adalah panas untuk membakar kawat. 

"Kami dapat memperoleh semburan fenomenal kekuasaan, yang tidak mungkin dari baterai Misalnya, sistem gelombang thermopower dapat digunakan untuk menyalakan unit transmisi jarak jauh pada mikro dan hub nano-telekomunikasi" ungkap Kourosh Kalantar-Zadeh, profesor teknik listrik dan komputer, RMIT University. 

Salah satu penemuan besar adalah bahwa sumber daya tidak kehilangan energi dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, perangkat listrik yang ada di rak toko tidak akan bermasalah tanpa kehilangan kekuatan. Hal ini juga dapat menurunkan ke ukuran yang sangat kecil, hal ini memberikan produsen untuk menambahkan komponen yang lebih besar dan lebih kuat. Mudah-mudahan, proses ini akan segera terwujud dan menjadikan teknologi smartphone di masa yang akan datang. 

0 komentar:

Poskan Komentar test