ads

Anak Muda Indonesia Itu Kreatif dan Inovatif

Selasa, 16 Agustus 2016
Silaturahmi Komunitas Nusantara 2016 (foto Fauzi)

Anak muda Indonesia itu sebenarnya kreatif dan inovatif ini terbukti dari banyaknya Start-up yang berhasil meramaikan aplikasi dunia. Sehingga banyak investor yang menanamkan modalnya ke bebeberapa Start-up di tanah air. 


Demikian diungkap Eddy Suparno dalam acara Silaturahmi Komunitas Nusantara 2016 yang mengambil tema “Membangun Indonesia menunjung kebhinekaan dan memperkokoh demokrasi” di salah satu tempat makan di Cirebon. 


Dia salah satu orang Cirebon yang ingin membangun Cirebon menjadi kota kreatif. Tidak hanya Cirebon tetapi dia juga mengajak beberapa komunitas yang ada di sekelilingnya seperti Indramayu, Kuningan dan Majalengka untuk menampung anak-anak muda kreatif dan inovatif dengan membuat “Rumah Kreatif”. 

Rumah ini rencananya akan dibangun di Jalan Kalibaru Cirebon yang nantinya bisa digunakan oleh berbagai komunitas untuk berkolaborasi dan sinergi menciptakan karya-karya kreatif dan inovatif dalam bidangnya masing-masing. 

Di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon Indramayu Majalengka dan Kuningan) terdapat banyak komunitas yang berbasis hobi, dan kesamaan visi. Ada banyak komunitas seperti di Cirebon ada komunitas blogger Cirebon, komunitas fotografi, komunitas e-tuli, komunitas literasi dan masih banyak lagi lainnya. 

Begitu juga dengan kota lain seperti di Indramayu ada Komunitas Blogger Indramayu, Pancadarma, Asosiasi Fotografi Indramayu, Dewan Kesenian Indramayu, Bintang Book Corner, Ngampar Boekoe Haurgeulis dan masih banyak lagi lainnya. 

Salah satu komunitas literasi yang aktif di Cirebon adalah Komunitas Terang Sore yang berada di bawah kendali Nissa Rengganis. Dia menjelaskan bahwa banyak komunitas yang hidup dari APBD bukan singkatan sesungguhnya melainkan Anggaran Patungan Batur Dewek atau Anggaran Patungan Teman-teman sendiri. 

Komunitas Terang Sore yang digagasnya tidak hanya bergelut dalam literasi atau menarik minat baca anak-anak tetapi juga memperkenalkan ruang pendidikan alternatif dengan mengembalikan permainan-permainan tradisional kepada anak-anak. Karena saat ini banyak anak yang sudah tidak mengenal permainan tempo dulu seperti oray-orayan, ucing-ucingan, gobak sodor dan lain-lain. Mereka lebih mengenal Pokemon, dan game yang ada di gadget. 

Nissa juga berharap Cirebon akan menjadi kota Kreatif seperti kota Bandung, Solo, Pekalongan, Surabaya dan Yogyakarta. Bukan sekedar kota yang penuh dengan mall dan juga polutif karena banyaknya asap kendaraan dan asap dari pabrik. 

Eddy Suparno juga menambahkan bahwa teknologi informasi akan mengubah peradaban manusia terutama anak muda Indonesia. Jika mereka kreatif dalam berbagai bidang seperti cinematografi, fotografi, animasi, aplikasi dan lain sebagainya maka mereka bisa akan sejajar dengan negara lain. Tetapi jika tidak maka kita akan tertinggal. 

Dia juga menjelaskan bagaimana cara komunitas mendapatkan dana untuk keberlangsungannya salah satunya dengan bekerjasama dengan perusahaan terutama dari dana CSR (Corporate Social Responsibility). 

Pemerintah belum bisa hadir untuk mendanai komunitas-komunitas yang ada karena berbagai faktor salah satunya adalah karena masalah dana. Untuk itu banyak rekan-rekan muda yang akhirnya memutuskan untuk membuat startup dengan mencari pendanaan dari pihak swasta atau perusahaan dari negara lain. 

Indonesia memiliki berbagai macam persoalan salah satunya adalah kebhinekaan. Orang sangat rentan terpecah belah karena kita memiliki agama yang berbeda, bahasa yang beragam, suku dan adat istiadat yang tidak sama dan lain sebagainya. 

Selain itu penyebab lainnya adalah ketidakadilan yang akan memunculkan kesenjangan. Coba kita lihat pembangunan antara di Pulau Jawa dan luar Jawa mana yang lebih maju?. Berbagai persoalan yang terjadi saat ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan berpedoman Pancasila. Pancasila harus menjadi dasar negera yang kita jaga hingga kapan pun. 

0 komentar:

Poskan Komentar test