Tuesday, April 20, 2010

Cara Menghindari Churn

Cara Menghindari Churn







Melihat dunia pertelekomunikasian di Indonesia semakin hari semakin maju dengan pesat. Dari yang awalnya hanya di kota-kota besar saja sekarang sudah merambah ke kota kecil bahkan hingga pelosok desa terpencil sekalipun. Perkembangan telekomunikasi tidak lepas dari peran penyedia jasa (provider) dan penyedia handset (produsen).


Pada awal kehadirannya harga kartu perdana dijual dengan harga mencapai jutaan. Kemudian turun menjadi ratusan ribu lalu beberapa tahun berikutnya turun ke puluhan ribu. Tapi sekarang hanya ribuan saja sudah cukup untuk membeli kartu perdana bahkan banyak yang dijual paket dengan handset bahkan dibundle gratis dengan belanjaan kita di mini market.

Ini akibat dari persaingan tidak sehat antar operator. Coba saja sekarang promo atau iklan gencar di media cetak maupun media audio visual. Iklan atau promo tidak hanya mengajak orang untuk menggunakan produk tersebut tapi sudah mengajak orang untuk membuang kartu perdana dari satu operator ke operator yang lain. Makanya sekarang churn (pergantian kartu) di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia.

Menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh semua operator di Indonesia untuk menghindari churn tersebut :
  1. Hindari menjual perdana dibawah harga pembuatan kartu perdana tersebut.
  2. Standarisasi biaya sms, mms, dan telepon antar operator. Misalnya untuk 1 kali sms biaya 100/sms maka semua operator harus mentaati aturan itu. Bila ada operator yang nakal maka dikenakan sangsi oleh BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia).
  3. Reward (Penghargaan) diberikan bukan kepada pengguna baru tetapi kepada pelanggan lama dengan cara misalnya pelanggan yang telah menggunakan kartu perdana operator selama 5 tahun akan diberikan bonus sms sebanyak 50 sms/hari. Dan gratis telepon sebanyak 20 menit/hari, Sedangkan pelanggan yang telah menggunakan perdana selama 4 tahun akan mendapat sms gratis sebanyak 40 sms/hari dan telepon gratis sebanyak 10 menit/hari dan seterusnya.
  4. Perbaiki kualitas jaringan operator dengan cara menggunakan menara bersama. Pemilik menara bisa mendapat keuntungan dari sewa menaranya. Dan yang tidak punya menara dapat menambah jangkauannya.
  5. Perbanyak value added service atau layanan nilai tambah dari operator dengan mengadakan kerjasama dengan bank, asuransi, rumah sakit, kepolisian, bengkel dan jasa lainnya. Misalnya apabila kita menggunakan operator tertentu kita akan mendapat discount apabila belanja di tempat tertentu. Ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan operator dan pemilik lanyanan dapat memperbanyak pelanggannya.
  6. Perketat registrasi perdana dengan data yang valid. Data yang asal-asalan tidak disetujui alias diabaikan oleh operator. Sehingga tidak digunakan oleh orang-orang yang iseng, teror, atau menipu.
Apabila operator menerapkan beberapa hal yang disebutkan di atas kemungkinan churn (penggantian kartu) di Indonesia akan berkurang.

Didno (Pemerhati Telekomunikasi).
Cara Menghindari Churn
4/ 5
Oleh
Add Comments

Silakan berkomentar dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan tanpa spam
EmoticonEmoticon