Cara Menangkal Informasi Hoax di Dunia Maya

Kamis, 08 November 2018
Rakor Komunitas KIM se-Jawa Barat

Di era digital seperti sekarang ini rasanya tidak mungkin kita kembali ke belakang dan tidak menggunakan gadget dan teknologi canggih. Tetapi sebagai pengguna gadget dan teknologi tersebut tentu harus bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. 

Tapi kenyataannya sulit sekali untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan hukum, norma susila atau etika. Karena orang Indonesia masih lemah dalam budaya literasinya sehingga mereka menerima informasi tanpa melakukan kroscek lagi dan langsung membagikan kepada orang lain. 

Celakanya banyak orang yang sengaja atau tidak sengaja ikut menyebarkan informasi hoax kepada orang lain, baik melalui media sosial atau aplikasi perpesanan. Dan kini informasi hoax menjadi musuh bersama dalam kehidupan bangsa dan bernegara, seperti diungkap oleh Dr. Hening Widiatmoko, MA Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat dalam acara Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat di Gedung Kominfo Jawa Barat, Kamis (08/11/2018). 

Berbagai permasalahan muncul setelah adanya gadget dan media sosial salah satunya adalah berita hoax di media sosial. Orang dengan mudahnya membagikan berita hoax tersebut kepada orang lain tanpa ada filter apakah berita tersebut valid atau tidak. 

Oleh sebab itu peran serta masyarakat dalam menangkal informasi hoax sangat penting. Melalui FK-KIM (Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat) diharapkan berita hoax yang ada di masyarakat semakin sedikit, demikian diungkap Yus Hartiman saat memberikan materi tentang KIM sebagai ujung tombak diseminasi infromasi dan penangkal Hoax. 

FK-KIM diharapkan ada di seluruh kabupaten atau kota di Jawa Barat, bahkan menurut dia diharapkan bisa sampai di level kelurahan atau desa. Agar berbagai informasi yang penting tentang pembangunan di wilayahnya ataupun informasi penting seperti bencana, masalah kesehatan, atau permasalahan pendidikan bisa diatasi dengan cepat oleh pemerintah. 

Sementara itu Ketua Relawan TIK Provinsi Jawa Barat yakni Muhamad Nur Fajar Muharom menjelaskan tentang pemberdayaan TIK dalam Diseminasi Informasi dan Komunikasi. Dia menjelaskan bagaimana pengguna gadget dan teknologi tersebut bisa memanfaatkan hal tersebut untuk hal-hal yang positif. 

Dia berharap masyarakat kita bisa melakukan pemahaman dalam hal bermedia sosial yakni disingkat dengan THINK Before POSTING. Is it True?, Is it Helpful, Is it Inspiring?, Is it Necesarry?, It is Kind? Atau artinya apakah itu benar?, Apakah itu membantu?, apakah itu menginspirasi?, Apakah itu diperlukan atau apakah itu baik?. 

Menurut Kang Fajar, Relawan TIK saat ini sudah memiliki komisariat di kabupaten kota di seluruh Jawa Barat. Relawan TIK akan memberikan edukasi teknologi informasi dan komunikasi kepada masyakarat. R TIK akan berkolaborasi, dan bersinergi dengan FK-KIM Jawa Barat untuk menangkal Hoax khususnya di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. 

Sumber Diskominfo Jawa Barat

Berikut ini Langka-langkah menghindari hoax atau Menangkal Berita Hoax : 

  1. Cek sumber informasinya. Pastikan informasi yang didapat berasal dari sumber berita terpercaya  
  2. Berbagi informasi. Orang lain dapat membantu meluruskan informasi yang salah. 
  3. Tidak mudah terprovokasi. Bersikap netral saat menerima informasi. 
  4. Bandingkan Informasi. Bandingkan informasi sumber dengan informasi dari sumber lain. 
  5. Perbanyak membaca. Banyak referensi sangat baik untuk membandingkan benar atau tidaknya informasi. 
Mudah-mudahan FK-KIM dan Relawan TIK di Jawa Barat bisa terus berkolaborasi dan bersinergi dalam menangkal berita hoax.

0 komentar:

Posting Komentar test