Ini Alasan Aplikasi BBM Ditutup

Thursday, April 18, 2019
Selamat Tinggal BBM

Aplikasi BBM atau BlackBerry Messenger akhirnya harus mengucapkan Selamat Tinggal kepada penggunanya mulai 31 Mei 2019 mendatang. Aplikasi besutan Research in Motion (RIM) sejak Oktober 2009 lalu. 


Aplikasi ini sempat merajai aplikasi perpesanan di dunia saat bisa digunakan lintas sistem operasi pada perangkat Android dan iOS pada Oktober tahun 2013 lalu. Aplikasi ini menarik pengguna Android, dan iOS sehingga bisa berkirim pesan, suara dan gambar. 


Kelebihan BBM saat itu karena bisa menampilkan status, berkirim pesan ke beberapa kontak, PING, mengirim avatar, pesan tulisan, suara, gambar dan video dan lain-lain. Tetapi sejak adanya aplikasi perpesanan lain yang memiliki fitur lebih baik seperti Line, Kakao Talk, dan WhatsApp,  aplikasi BBM mulai redup. 

Pada bulan Juni 2016 sebelum banyak aplikasi perpesanan, BBM dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi (Tbk) atau Emtek grup SCTV dan Indosiar dengan nilai mencapai Rp.2,9 Trilyun. Tapi kini di tahun 2019 BBM yang berisi berbagai konten seperti siaran televisi, video.com, bayar berbagai tagihan, dan lain-lain secara mengejutkan harus menutup aplikasi BBM tersebut. 

Alasan BBM (BlackBerry Messenger) menutup layanannya karena banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat, demikian dalam sebuah postingan di blog BBM. 

Pihak BlackBerry Messenger mengucapkan terima kasih pada para pengguna, mitra, dan karyawannya yang telah menjadi bagian dari BBM selama ini. Tentu bagi pengguna aplikasi BBM akan mengenang terus berbagai memori indah bersama BBM. 

Teknologi itu tidak ada yang abadi, cepat atau lambat akan tergantikan dengan teknologi yang lebih baru, lebih canggih dan lebih banyak digunakan atau bermanfaat bagi penggunanya. Selamat Tinggal BBM.

0 comments:

Post a Comment test