Model-model Denah Tempat Duduk Siswa

Monday, August 19, 2019
Denah Tempat Duduk Siswa

Model-model denah tempat duduk siswa atau sering dikenal dengan Teknik Pemilihan Tata Ruang Belajar sebenarnya tidak masuk teknik proses pembelajaran interaktif, tetapi pemilihan tata ruang belajar yang aman, nyaman, tenang, dan menyenangkan (kondusif) saat melakukan proses belajar mengajar ternyata sangat mempengaruhi proses belajar mengajar.

Dengan kata lain, teknik ini merupakan teknik pendukung proses belajar mengajar karena secara langsung tidak terlibat dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Namun, dengan pemilihan tata ruang yang baik, diharapkan siswa dapat belajar dengan perasaan aman, tenang, nyaman, dan menyenangkan.

Selain itu, guru pun akan merasakan hal yang sama. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal. Sasarannya adalah unsur psikologis guru dan siswa.

Ada banyak alternatif tata ruang yang dapat digunakan. Berikut beberapa model denah tempat duduk siswa atau desain tata ruang konvensional yang mungkin dapat dijadikan sebagai pilihan. Berikut model-model denah tempat duduk siswa :


1. Model Klasik. Model klasik adalah model tata letak meja belajar siswa yang berbaris berhadapan dengan guru. Guru di depan kelas menghadap siswa. Pada saat ujian/tes, jarak meja-kursi antarsiswa dijauhkan untuk menghindari saling menyontek atau kerja sama satu sama lain. Jumlah kursi biasanya menyesuaikan ukuran ruang kelas yang digunakan.

Model ini paling banyak dan umum digunakan di hampir semua lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Desain dan tata letak yang digunakan termasuk sederhana, mudah, dan dianggap lebih komunikatif. Guru sebagai narasumber pendidikan berhadapan dengan siswa sebagai pelaku proses pembelajaran di sekolah.

Model Kelompok Berhadapan

2. Model Kelompok Berhadapan. Model ini biasanya digunakan untuk teknik pembelajaran yang bertujuan menyelesaikan tugas kelompok atau menekankan kerja sama antarsiswa. Siswa duduk saling berhadapan dalam kelompok meja-kursi yang telah diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing kelompok mempunyai ruang gerak dan diskusi yang cukup.

Model Kelompok Berhadapan sebenarnya juga termasuk model klasik. Menurut asal-usulnya, desain model kelompok berhadapan sudah digunakan sejak zaman dulu. Dalam sejarah umpamanya, yaitu pada desain tata letak upacara atau tradisi api unggun. Semua anggota selalu duduk atau berdiri pada posisi melingkari api dan api unggun diletakkan di tengah-tengah.

Contoh lain adalah pada pertemuan para kesatria di Inggris yang menggunakan desain tata letak meja-kursi melingkar berhadapan. Desain meja kursi Model Kelompok Berhadapan adalah pengembangan dari model-model klasik, hanya saja dibentuk berhadapan sebanyak jumlah anggota yang ikut dalam kelompok. Model ini dirasakan cukup efektif untuk dapat saling bertukar pikiran dan pendapat di antara anggotanya.

Model Arena Pertunjukan

3. Model Arena Pertunjukan.  Model arena pertunjukan adalah model tata letak meja kursi pembelajaran yang bertujuan memberi pengetahuan langsung dari semua sisi objek yang sedang dipelajari. Baik itu objek yang berbentuk ilmu pengetahuan dan teknologi, dramaseni-teater, dan pertunjukan ilmiah lainnya. Arena pertunjukan diletakkan di tengah-tengah kelas dan siswa duduk berbaris di sekeliling arena. Arena ini dapat berbentuk meja panggung yang lebih tinggi, datar atau justru sebaliknya lebih rendah dengan tujuan agar semua siswa dapat melihat langsung objek yang sedang dipelajari dari semua sisi.

Model Arena Pertunjukan memiliki kelebihan dalam hal pengamatan komprehensif pada objek yang dipelajari. Objek yang dipelajari diletakkan di tengah-tengah agar dapat dilihat dan diamati dari segala sisi. Dengan cara seperti ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh siswa terhadap objek yang dipelajari menjadi lebih lengkap. Bukan hanya dilihat dari sisi depan, melainkan juga samping kanan-kiri dan depan belakang. Bahkan, bila objek yang dipelajari diletakkan lebih rendah, umpamanya berbentuk kolam akuarium ikan untuk pengamatan makhluk air, objek dapat dilihat dari atas, samping kanan-kiri, depan-belakang, dan bawah.
Model Presentasi Kelompok

4. Model Presentasi Kelompok. Model presentasi kelompok adalah desain tata letak mejakursi siswa yang membentuk huruf U. Di tengah-tengah tepat di atas huruf U (di depan kelas) diletakkan meja-kursi tempat kelompok yang akan mempresentasikan makalah, karya ilmiah, dan hasil kerja kelompok lainnya kepada seluruh siswa. Guru dalam hal ini berperan sebagai pengamat sekaligus penengah diskusi jika terjadi kesalahpahaman, namun dapat pula berperan sebagai moderator. Tujuannya memberi contoh dan menginspirasi untuk menjadi moderator yang baik pada sebuah diskusi.

Model Presentasi Kelompok dianggap cukup efektif untuk mempresentasikan makalah, laporan penelitian, dan karya ilmiah yang melibatkan unsur demonstrasi. Di samping kelompok presentator saling berhadapan dengan audiens (siswa/pendengar), objek yang didemonstrasikan juga dapat dilihat oleh semua anggota seminar.
Model Debat Tokoh


5. Model Debat Tokoh. Model Debat Tokoh adalah model tata letak meja-kursi pembelajaran yang berusaha menampilkan diskusi atau debat antar tokoh yang diperankan oleh 2 atau lebih siswa di depan kelas. Para tokoh duduk berhadapan di depan kelas. Siswa berperan sebagai penonton sekaligus pendukung masing-masing tokoh. Sedangkan moderator berada tepat di tengah-tengah tokoh yang sedang berdebat membawakan jalannya acara debat/diskusi.

Penonton juga berhak mengajukan pertanyaan, pendapat, sanggahan, bantuan pendapat, ide, dan opini kepada peserta debat setelah mendapat kesempatan dari moderator. Moderator dalam hal ini berperan sebagai pemandu sekaligus pemimpin jalannya acara. Sementara itu, guru berperan sebagai narasumber utama, pengamat, sekaligus penilai jalannya debat.

Model Debat Tokohsangat efektif dan tepat sasaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta melatih kemampuan daya nalar dan retorika (komunikasi dialogis) siswa. Dengan debat tokoh, biasanya anak menjadi lebih kritis dan memiliki kemampuan analisis yang meningkat dua kali lipat dari metode pembelajaran diskusi biasa. Dalam model ini, di samping faktor tekanan mental untuk memperoleh kemenangan, unsur motivasi menangkap nilai-nilai intelektual dari lawan bicara juga menjadi pemicu lahirnya daya kritis dan analisis siswa di saat yang sulit.

Model-model denah tempat duduk siswa atau teknik Pemilihan Tata Ruang Belajar dikutip dari buku 45 Model Pembelajaran Spektakuler karya Jasa Ungguh Muliawan Penerbit Ar-Ruzz Media.

0 comments:

Post a Comment test