8 Gejala Stroke yang Biasa Dirasakan oleh Pria Paruh Baya

Wednesday, July 8, 2020
Anda pria usia paruh baya? Jangan sampai terlambat menyadari gejala stroke karena bisa berpotensi fatal. Pahami dulu di sini!


Sama seperti serangan jantung, stroke bisa menyerang mendadak yang berakibat serius jika tidak ditangani secara tepat. Dengan mengenali gejala dan fakta penting seputar stroke, Anda bisa mencegah penurunan kemampuan tubuh atau bahkan menghindari kematian. Terutama untuk pria paruh baya, ini saatnya untuk lebih memahami semua tentang gejala stroke agar tidak sampai terlena. Itulah mengapa pilih asuransi jiwa di PFI Mega Life, dengan asuransi yang tepat, Anda tidak perlu khawatir tentang kehilangan produktivitas akibat stroke. Lindungi diri dan keluarga tercinta dengan perlindungan maksimal dengan santunan tinggi, perlindungan ekstra dari serangan penyakit kritis seperti stroke, dan manfaat Uang Pertanggungan hingga 100%. Pilih Asuransi Mega Comforta dari PFI Mega Life dan untuk ketenangan finansial dan kesehatan. 


Apa itu Stroke?
Serangan stroke terjadi ketika terjadi perubahan pada sirkulasi darah yang mengalir ke otak. Seperti diketahui, darah di dalam tubuh mengandung oksigen dan nutrisi yang disalurkan ke sel-sel otak. Jika terjadi sesuatu hal yang mengakibatkan sirkulasi darah ini tidak berjalan dengan normal, akan terjadi kerusakan pada bagian otak sel yang tidak menerima cukup oksigen tersebut, misalnya penyumbatan atau pecah. 

Jika kekurangan oksigen pada sel otak hanya bersifat sementara, selalu ada kemungkinan regenerasi atau perbaikan kembali. Namun, jika sampai bagian sel otak tersebut sampai rusak atau menjadi sel mati, jaringan sel otak tersebut sudah tidak akan bisa berfungsi kembali. Itulah yang menyebabkan seseorang yang terkena stroke bisa mengalami kesulitan berbicara, berpikir, berjalan atau lumpuh.

Jenis-Jenis Stroke
Di dunia kedokteran, ada tiga jenis stroke yang perlu diketahui:

1. Stroke Iskemik (Stroke Non-Hemoragik)
Sebanyak 87% dari stroke adalah jenis iskemik, disebut juga stroke sumbatan. Jenis stroke ini terjadi karena penyumbatan di arteri sehingga menghalangi aliran darah yang membawa oksigen ke sel otak. 

Stroke iskemik terbagi dua jenis yaitu:
- Stroke Emboli: Penyumbatan darah yang terbentuk di jantung atau pembuluh arteri besar yang terangkut menuju otak. 
- Stroke Trombotik: Penyumbatan darah yang terbentuk di dalam pembuluh arteri yang mensuplai darah ke otak.

2. Stroke Hemoragik
Stroke Hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di sel otak dan mengakibatkan tekanan yang tidak wajar sehingga merusak sel otak. Penyebab stroke hemoragik erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi dan aneurisma (pelebaran/pembengkakan abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah).

Stroke hemoragik terbagi dua jenis yaitu:
- Hemoragik Intraserebral: Pembuluh darah pecah dan darah masuk ke dalam jaringan yang menyebabkan sel-sel otak mati dan kinerja otak terhenti. Penyebab pendarahan jenis intraserebral paling sering adalah hipertensi. 
- Hemoragik Subarachnoid: Jenis yang lebih jarang terjadi, pendarahan ini terjadi ketika pembuluh darah pecah dan posisinya berdekatan dengan permukaan otak. Akibatnya, pendarahan terjadi di bagian antara otak dan tulang tengkorak. Ini bisa disebabkan berbagai faktor, tetapi umumnya karena aneurisma.

3. Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan
Merupakan serangan stroke yang tergolong ringan, Transient Ischemic Attack (TIA) adalah jenis stroke yang terjadi ketika gangguan aliran darah pada otak hanya berlangsung singkat, umumnya tidak lebih dari lima menit. 

Dikarenakan serangan stroke yang singkat dan berlalu begitu saja banyak yang lalai dan tidak memperhatikan fakta tentang serangan stroke ringan. Beberapa hal penting yang harus diketahui tentang TIA adalah gejala stroke ringan adalah:
  • Gejala stroke ringan bisa menjadi sinyal atas bahaya stroke serius yang mungkin terjadi.
  • Stroke ringan tetap membutuhkan penanganan darurat oleh tim medis, sama halnya dengan serangan stroke berat. 
  • Tidak ada cara memastikan apakah serangan stroke yang terjadi bersifat ringan atau serius, sehingga penting untuk ditangani secara serius. 
  • Sama seperti stroke iskemik, serangan TIA bisa disebabkan oleh penggumpalan darah. 
  • Lebih dari sepertiga penderita yang pernah mengalami serangan stroke ringan dan tidak mendapatkan penanganan serius, akan berpotensi untuk terkena serangan stroke berat dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. 
  • Sekitar 10-15% dari penderita yang pernah mengalami serangan stroke ringan akan mengalami serangan stroke berat dalam kurun waktu 3 bulan ke depan. 


Risiko Stroke 
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat angka penderita penyakit stroke yang terus meningkat selama lima tahun terakhir, yaitu dari 7% menjadi 10,9%. Tren statistik ini juga terus meningkat sehingga menempatkan stroke sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi mencapai hingga 21%. 

Menurut CDC, siapa pun bisa terkena stroke pada usia berapa pun. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke, baik yang bisa dihindari maupun tidak bisa dihindari. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa meminimalisir risiko serangan stroke sebagai langkah proteksi terhadap diri dan keluarga dari serangan stroke. 

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko serangan stroke antara lain:
- Kondisi medis, seperti serangan stroke ringan sebelumnya, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit anemia sel sabit.
- Pemilihan diet, tingkat aktivitas fisik, berat badan, konsumsi alkohol, dan penggunaan tembakau. 
- Genetik atau latar belakang keluarga yang pernah mengalami serangan stroke akibat hipertensi ataupun kondisi medis lainnya, termasuk anemia sel sabit. 
Jika faktor genetik adalah hal yang tidak bisa dihindari, risiko stroke akibat kondisi medis dan lifestyle adalah faktor-faktor yang masih bisa dikendalikan seseorang demi menjauhkan diri dari risiko gejala stroke. 

Risiko Stroke pada Pria Paruh Baya


Kebanyakan pria paruh baya mungkin tidak memikirkan risiko stroke yang akan menimpa mereka. Seringkali, gejala stroke dikaitkan pada penderita yang sudah lanjut usia atau di atas usia 65 tahun. Namun, perlu dicatat beberapa fakta tentang stroke yang berkaitan dengan pria, yaitu:
  • Stroke lebih rentan menyerang pria terutama pada usia lebih awal dibandingkan wanita. 
  • Gejala stroke non-tradisional bisa menyerang pria dan wanita. Gejala yang tidak lazim dan sulit dibaca (misalnya sakit kepala atau penurunan kesehatan mental), menyebabkan sulitnya penanganan stroke yang tepat.
  • Konsekuensi stroke bisa sangat merubah kualitas hidup seseorang. Stroke bukan saja berpotensi membunuh, tetapi stroke non-fatal bisa membuat seseorang menjadi lumpuh, tidak bisa berbicara, atau koma. 

Kabar baiknya, 80% stroke bisa dicegah. Menurut National Stroke Foundation, dengan mengetahui gejala stroke dan melakukan perubahan yang tepat sasaran, Anda bisa terhindari dari risiko serangan stroke secara signifikan. 

8 Gejala Stroke pada Pria Paruh Baya

1. Merasa Linglung dan Bingung
Salah satu gejala stroke yang paling umum adalah ketika tiba-tiba merasa sulit memahami apa yang sedang terjadi di sekitar, tidak bisa berpikir seperti biasa dan linglung. Anda mungkin akan tampak sangat bingung, sulit fokus, dan tidak bisa membuat keputusan. 
Gejala stroke demikian juga bisa membuat Anda sulit memahami apa yang sedang diucapkan orang lain. Raut atau ekspresi wajah Anda akan ditandai dengan alias yang mengerut, menggelengkan kepala, tidak stabil atau terhuyung-huyung. 

2. Pusing dan Sakit Kepala
Pusing adalah perasaan seperti akan pingsan, kepala terasa ringan, atau seperti ruangan terasa berputar. Saat merasa pusing sebagai gejala stroke, gerakan tubuh menjadi labil seperti tidak bisa berdiri stabil. Kondisi Anda mungkin terlihat seperti mabuk, walau tidak mengkonsumsi alkohol sebelumnya. 

Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman di bagian kepala, kulit kepala atau di leher tanpa ada sebab apa pun atau mendadak. Anda mungkin akan memegang bagian kepala atau pelipis seperti menggosok-gosokkan atau memijat untuk meringankan perasaan sakit kepala. Anda juga mungkin merasa sensitif terhadap cahaya di sekitar. 

3. Kehilangan Keseimbangan
Gejala stroke sering ditandai dengan kehilangan koordinasi terhadap anggota tubuh. Ketika gejala stroke ini terjadi, Anda umumnya akan segera berusaha berpegangan agar tidak jatuh. Jika ingin berusaha bergerak, akan terasa sangat sulit dilakukan. Gejala stroke ini juga menyebabkan tidak bisa berjalan atau jatuh. 

4. Rasa Lemas atau Kesemutan
Perasaan lemas ini bisa terasa ringan hingga paralisis total alias seluruh tubuh kaku. Gejala stroke ini juga ditandai dengan rasa kesemutan seperti ditusuk jarum pada salah satu anggota tubuh, seperti wajah, lengan atau kaki.  
Hal ini terjadi karena otak manusia mengendalikan kedua sisi tubuh dari arah berlawanan. Stroke umumnya menyerang salah satu bagian tubuh. Pada beberapa kasus, gejala stroke juga bisa menyerang kedua belah sisi tubuh. 

5. Kesulitan Melihat
Gejala stroke pada bagian mata terjadi karena berkaitan dengan area otak yang berhubungan dengan indra penglihatan. Jika ada indikasi gejala stroke seperti pandangan kabur tanpa sebab, terutama pada salah satu bagian mata, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter Anda. 

Umumnya, stroke ringan pada mata ini dialami para perokok aktif dengan usia di atas 40 tahun. Selain pandangan kabur, adanya sumbatan pada aliran darah di mata yang merupakan gejala stroke ini juga kerap membuat munculnya bintik-bintik putih pada penglihatan Anda. Tidak jarang orang yang mengalami gejala stroke ringan pada mata ditandai pandangan mata berkunang-kunang dan visual ganda.  

6. Lebam Tanpa Benturan
Gejala stroke sebenarnya sudah bisa dilihat dari bagian tubuh lainnya sejak awal. Tidak lancarnya darah kerap bisa membuat lebam atau memar di bagian tubuh lain, seperti area kaki maupun tangan. Lebam tersebut biasanya terjadi begitu saja tanpa adanya benturan dan bertahan cukup lama.

Apabila kerap mengalami lebam di bagian tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya Anda perlu waspada. Periksakan diri ke dokter terkait hal tersebut karena sangat mungkin penyebabnya adalah tidak lancarnya aliran darah yang merupakan satu dari sekian banyak gejala stroke.

7. Tidak Bisa Berbicara
Kesulitan berbicara adalah salah satu gejala stroke; ditandai dengan perkataan yang tidak bisa dimengerti, meracau, tidak mampu berkomunikasi, tidak dapat dimengerti orang lain hingga tidak bisa mengucapkan kata-kata seperti normalnya. 

8. Penurunan Fungsi Kognitif
Jika Anda semakin sering lupa, bingung, dan sulit memahami hal-hal yang seharusnya dalam pemahaman biasa, maka ini bisa jadi gejala stroke awal. Ini terjadi karena bagian otak yang tidak berfungsi secara optimal sehingga persepsi dan kemampuan berpikir menjadi berkurang. 

Proteksi Diri & Keluarga Dari risiko Stroke
Anda sudah pasti sering mendengar konsekuensi serangan stroke yang begitu mendadak dan berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Salah satu proteksi terbaik selain membekali diri dengan pengetahuan seputar gejala stroke adalah dengan melengkapi asuransi penyakit kritis dari PFI Mega Life

0 komentar:

Post a Comment test