RPM KBC IPS Kelas 7 Materi Lokasi Tempat Tinggal
Jul 12, 2026
Berikut ini kami berikan contoh Rencana Pembelajaran Mendalam dengan Kurikulum Berbasis Cinta mata pelajaran IPS kelas 7 semester ganjil untuk jenjang MTs.
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu menjelaskan pengertian letak absolut, letak relatif, dan komponen peta, serta menumbuhkan kesadaran dan sikap cinta terhadap lingkungan dengan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan tata ruang wilayah ciptaan Allah Swt.
Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)
Mengidentifikasi karakteristik koordinat geografis wilayah Indonesia (6°LU—11°LS dan 95°BT—141°BT) di sekitar sebagai bukti kebesaran Allah Swt.
Menjelaskan hubungan dan pengaruh letak relatif terhadap nilai suatu lahan dalam ekosistem ruang dengan sikap tanggung jawab sebagai bentuk cinta kepada Allah Swt.
Menunjukkan rasa syukur atas keindahan alam dengan memanfaatkan teknologi peta digital (GPS) secara bijak untuk efisiensi transportasi dan navigasi.
Menganalisis dampak perbuatan manusia terhadap perubahan lokasi relatif (seperti pembangunan infrastruktur) dan keseimbangan ekosistem, serta menyusun langkah-langkah pelestarian lingkungan.
B. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN KE-1: Jenis-Jenis Interaksi Antar Wilayah (2 × 40 Menit)
A. Kegiatan Awal (12 Menit)
Prinsip | Aktivitas Pembelajaran | Durasi |
BERKESADARAN (Mindful Opening) | Guru meminta murid menutup mata sejenak dan membayangkan: "Semua produk yang kamu gunakan hari ini – baju, makanan, sepatu, HP – dari mana asalnya?" Murid membuka mata dan berbagi. Guru mencatat di papan: dari daerah mana produk-produk itu berasal. "Semua yang ada di sini bukan dari satu tempat saja. Kita hidup di tengah jaringan konektivitas yang luar biasa!"
| 4 menit |
BERMAKNA (Relevansi Konteks) | Guru menampilkan peta sederhana: kopi dari Aceh, beras dari Jawa, ikan dari Sulawesi, buah dari Kalimantan – semua bertemu di satu pasar di kota. Pertanyaan: "Apa yang akan terjadi jika koneksi antara daerah-daerah ini terputus? Apa yang kita tidak bisa dapatkan?" Think-Pair-Share 2 menit.
| 4 menit |
MENGGEMBIRAKAN (Motivasi & Tujuan) | Guru mengumumkan: "Hari ini kita menjadi ANALIS WILAYAH – orang yang memahami mengapa satu daerah membutuhkan daerah lain, dan bagaimana mereka terhubung!" Video singkat 2 menit: cuplikan tol Trans-Jawa yang menghubungkan Merak-Banyuwangi dan bagaimana hal itu mengubah distribusi produk Indonesia. Penyampaian tujuan dan alur kegiatan.
| 4 menit |
B. Kegiatan Inti (58 Menit)
Tahapan Berpikir | Aktivitas Pembelajaran | Durasi |
MEMAHAMI (Eksplorasi Konsep) | DISCOVERY LEARNING KONEKTIVITAS: Guru mengajukan pertanyaan terbimbing: "Mengapa Jakarta mengimpor beras dari Jawa Tengah? Mengapa tidak tanam sendiri? Mengapa pedagang dari Surabaya menjual ke Bali?" Murid mendiskusikan jawabannya (5 menit) sebelum guru menjelaskan tiga syarat terjadinya interaksi wilayah: Wilayah A punya sesuatu yang tidak dimiliki wilayah B (komplementaritas) Ada sarana untuk memindahkan barang/manusia (transferabilitas) Tidak ada wilayah antara yang lebih menarik (intervening opportunity) Guru menjelaskan 5 jenis interaksi wilayah dengan visualisasi diagram. Murid mengisi LK-1A: diagram 5 jenis interaksi + contoh Indonesia.
| 22 menit |
MENGAPLIKASI (Jigsaw 5 Jenis Interaksi) | JIGSAW 5 KELOMPOK AHLI: (1) Interaksi Ekonomi, (2) Interaksi Sosial, (3) Interaksi Budaya, (4) Interaksi Transportasi, (5) Interaksi Informasi Setiap kelompok mengisi LK-1B (Kartu Ahli) selama 10 menit: definisi, contoh nyata di Indonesia, faktor pendorong, dampak positif, dampak negatif. Murid kembali ke kelompok asal dan saling mengajarkan (10 menit). Kelompok asal melengkapi LK-1C: Tabel Rekapitulasi 5 Jenis Interaksi.
| 25 menit |
MEREFLEKSI (Analisis Studi Kasus) | STUDI KASUS TEMATIK Guru menyajikan kasus singkat: "Pembangunan Tol Trans-Jawa (2018) menghubungkan Merak di ujung barat hingga Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa." Setiap kelompok mendiskusikan: Interaksi wilayah jenis apa yang paling terdampak? Siapa yang diuntungkan? Siapa yang mungkin dirugikan? Presentasi singkat (1 menit) dari 3 kelompok terpilih. Guru memandu sintesis: konektivitas membawa manfaat namun juga tantangan.
| 11 menit |
C. Kegiatan Penutup (10 Menit)
Komponen | Aktivitas | Durasi |
Refleksi Metakognitif | Murid mengisi LK-1D (Jurnal Refleksi 3-2-1): 3 hal dipahami tentang interaksi wilayah, 2 hal yang mengejutkan, 1 pertanyaan tentang interaksi desa-kota. Guru meminta 2-3 murid berbagi. | 4 menit |
Asesmen Formatif | Exit Ticket: Sebutkan 3 syarat terjadinya interaksi antar wilayah! Berikan 1 contoh masing-masing dari 3 jenis interaksi wilayah yang berbeda! Mengapa wilayah yang kaya sumber daya alam tidak selalu lebih makmur?
| 3 menit |
Tugas Rumah | Wawancara mini (LK-1E): Tanyakan kepada 1 anggota keluarga/tetangga tentang pengalaman mereka berpindah dari desa ke kota atau sebaliknya (atau pengalaman menggunakan produk dari daerah lain). Catat hasilnya untuk P2. | 2 menit |
Penutup | "Tidak ada wilayah yang bisa hidup sendiri. Setiap daerah membutuhkan daerah lain – dan itulah yang membuat Indonesia, dan dunia ini, menjadi utuh." Apresiasi dan doa. | 1 menit |
PERTEMUAN KE-2: Interaksi Desa dan Kota (2 × 40 Menit)
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
Prinsip | Aktivitas Pembelajaran | Durasi |
BERKESADARAN | 2-3 murid berbagi hasil wawancara LK-1E. Guru mengkategorikan: pengalaman urbanisasi, ruralisasi, atau pertukaran produk. Apresiasi kepada murid yang berbagi. Review P1 via Quizizz 5 soal cepat tentang jenis interaksi wilayah.
| 4 menit |
BERMAKNA | Guru menampilkan dua foto: (a) sawah yang sepi ditinggal pemudanya ke kota; (b) kota yang penuh sesak dan kumuh di pinggiran. "Inilah dua sisi dari satu cerita yang sama: urbanisasi. Hari ini kita akan memahami mengapa ini terjadi, siapa yang untung, siapa yang rugi, dan apa yang bisa kita lakukan." | 4 menit |
MENGGEMBIRAKAN | "Hari ini kita semua adalah DEWAN PERENCANAAN WILAYAH yang harus memutuskan: bagaimana kota dan desa bisa tumbuh bersama tanpa ada yang terkorbankan!" | 2 menit |
B. Kegiatan Inti (60 Menit)
Tahapan Berpikir | Aktivitas Pembelajaran | Durasi |
MEMAHAMI (Desa vs Kota) | KOMPARASI VISUAL DESA – KOTA: Guru menampilkan Google Satellite View: foto desa yang masih hijau dan foto pusat kota yang penuh bangunan. Murid mengisi LK-2A secara individu: identifikasi ciri-ciri desa dan kota yang terlihat. Guru memaparkan definisi resmi desa dan kota (UU No. 6/2014 tentang Desa; BPS), ciri-ciri fisik dan non-fisik, serta fungsi masing-masing. Murid melengkapi LK-2A dengan informasi dari penjelasan guru. Transisi: "Jika keduanya berbeda, bagaimana mereka bisa saling bergantung? Inilah yang disebut interaksi desa-kota."
| 18 menit |
MENGAPLIKASI (Analisis Aliran Interaksi) | PEMETAAN ALIRAN INTERAKSI: Guru menjelaskan tiga konsep kunci interaksi desa-kota: - Komplementaritas (saling melengkapi kebutuhan) - Transferabilitas (kemampuan memindahkan) - Intervening Opportunity (peluang antara) Murid mengisi LK-2B: diagram aliran interaksi desa-kota (barang, manusia, modal, informasi, jasa – arah dari desa ke kota dan dari kota ke desa).
STUDI KASUS URBANISASI JAKARTA: Kelompok mendapat Kartu Kasus: "500.000 orang datang ke Jakarta setiap tahun pasca-Lebaran. Sebagian besar dari desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur." Tugas LK-2C: Identifikasi faktor pendorong dari desa dan faktor penarik dari kota; dampak bagi desa dan bagi kota; solusi yang mungkin.
| 30 menit |
MEREFLEKSI (Simulasi Dewan & Solusi) | SIMULASI 'DEWAN PERENCANAAN WILAYAH': Setiap kelompok memerankan stakeholder berbeda dalam diskusi interaksi desa-kota:
(a) Pemerintah Kota, (b) Pemerintah Desa, (c) Petani/Nelayan, (d) Pengusaha Kota, (e) Pemuda Desa Setiap kelompok menyampaikan: kepentingan mereka, tantangan yang dihadapi, dan usulan kebijakan yang adil (LK-2D). Diskusi kelas: mencari solusi yang bisa diterima semua pihak. Guru memandu sintesis: tidak ada pihak yang sepenuhnya salah; keseimbangan interaksi adalah kunci.
| 12 menit |
C. Kegiatan Penutup (10 Menit)
Komponen | Aktivitas | Durasi |
Refleksi & Komitmen | Murid mengisi LK-2E (Jurnal Refleksi Akhir): Apa posisimu dalam jaringan interaksi desa-kota? Apakah ada kontribusi nyata yang bisa kamu berikan untuk menyeimbangkan interaksi desa-kota? | 4 menit |
Asesmen Formatif | Exit Ticket 3-2-1: 3 aliran yang terjadi dalam interaksi desa-kota; 2 dampak negatif urbanisasi (satu bagi desa, satu bagi kota); 1 kebijakan yang menurutmu paling efektif untuk mengatasi ketimpangan desa-kota. | 3 menit |
Simpulan & Penutup | Guru merangkum: "Kota yang megah dibangun di atas fondasi desa yang kuat – dan desa yang makmur berkembang dengan dukungan fasilitas kota. Keseimbangan ini adalah tanggung jawab kita bersama." Informasi asesmen sumatif. Doa penutup. | 3 menit |
C. Asesmen dan Evaluasi
1. Asesmen Formatif
Kuis singkat tentang pengertian letak absolut, letak relatif, komponen peta, dan peran makhluk hidup dalam keseimbangan alam.
Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok saat eksplorasi peta.
2. Asesmen Sumatif
Penyelesaian 10 Butir Soal Pilihan Ganda berlevel HOTS (C4–C5) mengenai konsep lokasi tempat tinggal dan pemanfaatan peta digital.
Poster, infografik, atau peta sketsa wilayah yang menjelaskan cara menjaga ekosistem sekitar sebagai bentuk cinta kepada Allah Swt. dan cinta kepada lingkungan.
Jurnal refleksi tentang rasa syukur terhadap keindahan alam.
3. Asesmen Sikap
Mengetahui, Kepala MTs
Nama Kepala Sekolah NIP. | Gabuswetan, .......................... Guru Mata Pelajaran IPS
Nama Guru NIP. |