ads

Bahayanya Sering Menggunakan Sosial Media

Jumat, 12 September 2014
Kecanduan Sosial Media
Sosial media selama ini banyak digunakan oleh penggunanya agar tetap terhubung satu sama lain meski terpisah jarak. Sosial media juga bisa menjadi teman curhat, bercanda, menuangkan kreativitas dan lain sebagainya. Namun dibalik itu semua ternyata sosial media mampu mengubah cara kerja otak manusia secara signifikan. 


Berdasarkan laporan dari Softpedia yang diunggah dalam sebuah video, sekira 5-10 persen dari semua pengguna internet di dunia sudah kecanduan yang namanya sosial media. Kecanduan ini merupakan bagian dari gangguan psikologis, yang dampaknya sama seperti pengaruh dari drug atau obat-obatan. 


Bahkan lebih dari itu, kecanduan sosial media atau terlalu lama menghabiskan waktu berselancar di internet, dapat membuat orang kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan sehari-hari. 

Dalam video tersebut, digambarkan juga bagaimana pengguna sosial media menjadi sangat peduli terhadap hal-hal seperti, berapa banyak followers atau pengikut yang mereka miliki, banyaknya orang yang memperhatikan ngelike atau retwit tulisannya dan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri. 

Aplikasi sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, Tumblr, Instagram dan lainnya yang banyak terdapat di smartphone, cenderung membuat penggunanya terkena dampak dari Phantom Vibration Syndrome. 

Sindrom itu digambarkan sebagai suatu gejala dimana pengguna selalu mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau notifikasi yang masuk untuknya, padahal ponsel tersebut tidak memberikan notifikasi apapun. Otak selalu dibawa untuk berpikir bahwa ada pesan yang masuk di ponsel yang mungkin terlewat atau belum dibaca. Malahan, lebih buruk lagi ketika pengguna justru berpikir dengan semakin sering mengecek ponsel, pesan atau notifikasi akan lebih cepat masuk. 

Sekarang banyak orang yang menggunakan smartphone dengan pengaturan silent atau diam hanya mengandalkan getaran saja sering merasakan seolah-olah smartphonenya bergetar padahal smartphone tersebut tidak disimpan misalnya di saku celana. Apakah Anda juga merasakan?. 

0 komentar:

Poskan Komentar test