ads

Kapal Baruna Jaya IV, Kapal Canggih Pencari Pesawat AirAsia QZ8501

Selasa, 30 Desember 2014
Kapal Baruna Jaya IV
Indonesia jangan dianggap sebelah mata dalam hal teknologi pencarian pesawat atau kapal yang karam di lautan. Buktinya adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memiliki sebuah kapal canggih yang bernama Kapal Baruna Jaya IV yang ikut dalam tim pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang tanggal 28 Desember 2014 lalu. 


Baruna Jaya IV sesungguhnya merupakan kapal riset yang biasanya digunakan untuk membuat pemetaan pelabuhan, serta pemetaan bawah termasuk habitat dan perikan di laut. Baruna Jaya IV dibuat di Prancis tahun 1995 dengan panjang 60,4 meter dan lebar 12,1 meter. 


Kapal ini dilengkapi dengan Multi-Beam Echo Sounder dan Side Scann Sonar untuk mendeteksi berbagai kondisi maupun mencari puing logam yang ada di bawah laut. Multi-Beam Echo Sounder layaknya 'telinga bawah laut' yang cukup tajam dan akurat untuk mendeteksi kondisi yang ada di bawah air. 

Perangkat ini merupakan salah satu yang paling canggih dalam hal monitoring di kedalaman laut gelap dan memungkinkannya melakukan pemetaan maupun deteksi puing. Alat ini terdiri dari empat bagian yakni pengirim transduser, penerima transduser, unit pengolahan dan workstation. Transduser juga bisa dipasang bersamaan dengan sensor gerak dan kecepatan suara supaya memiliki fungsi dan memberikan hasil pemetaan yang lebih akurat. 

Sementara itu, Side scann sonar yang biasa digunakan untuk melakukan survei dan arkeologi maritim atau kelautan. Side scann sonar juga mampu mendeteksi barang-barang dan puing di dasar laut yang bisa membahayakan pelayaran ataupun instalasi industri minyak dan gas bawah laut. 

Suara frekuensi yang digunakan dalam side scann sonar biasanya berkisar 100-500 kHz. Frekuensi yang lebih tinggi dari itu disebutkan mampu menghasilkan resolusi yang lebih baik, akan tetapi ruang jangkauan yang dihasilkannya akan berkurang. 

Kedua sensor yang dipasang pada Baruna Jaya IV diharapkan dapat membantu mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang dinyatakan hilang sejak Minggu pagi kemarin. Kapal Baruna Jaya sendiri telah berlayar dari Bojonegara, Banten menuju perairan Bangka-Belitung dan bergabung bersama tim khusus yang mencari posisi jatuhnya pesawat AirAsia. 

Baruna Jaya IV pernah ikut dalam pencarian KM Gurita yang tenggelam di Sabang pada tahun 1996, menemukan Boeing 737 Adam Air yang tenggelam di Selat Makassar di tahun 2007 dan menemukan KM Bahuga Jaya di Selat Sunda pada tahun 2012. 

Pesawat AirAsia yang hilang hari Minggu kemarin adalah pesawat jenis Airbus A320-200 PK-AXC, yang diterbangkan oleh Kapten Iriyanto dan Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad. 

Ada 162 penumpang dalam pesawat nahas tersebut, terdiri dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan. Mudah-mudahan kecanggihan kapal milik BPPT ini bisa menemukan pesawat AirAsia QZ8501.

0 komentar:

Poskan Komentar test