10 Macam Penyakit Kritis Yang Harus Segera Diobati

Tuesday, December 17, 2019

Asuransi Penyakit Kritis - Menjadi seorang guru dan juga sebagai wali kelas itu ibarat memiliki seribu cerita dari anak didiknya. Ada anak yang berkemampuan lebih dalam hal menerima pelajaran, ada juga yang lambat menerima pelajaran, ada anak orang yang berada, ada pula anak yang tidak punya dengan segala permasalahannya.

Berbagai persoalan kehidupan pun harus mereka lalui seperti ditinggal orang tuanya ke luar negeri, berpisah dengan orang tua karena bercerai atau bahkan harus berpisah dengan orang tuanya untuk selama-lamanya karena dipanggil Sang Pencipta. Bahkan ada juga siswa yang ditinggal orang tuanya entah kemana hingga kini.

Salah satu siswi saya ini ditinggal ayahnya sejak dia masih SD. Dia hanya memiliki kakak laki-laki satu-satunya. Sewaktu ditinggal ayahnya, yang menjadi tulang punggung keluarga adalah ibunya. Tapi sejak beberapa tahun terakhir dia tidak bisa lagi memberikan nafkah untuk anaknya karena terkena stroke.

Awalnya yang terkena stroke sebagian badannya sehingga beberapa anggota tubuhnya masih bisa digerakkan walaupun tidak sempurna. Tapi beberapa tahun kemudian penyakitnya semakin parah sehingga dia hanya bisa bergerak badannya dengan menggunakan pantatnya untuk ke kamar mandi. Dia harus merayap jika tidak ada orang di rumahnya.

Anak laki-lakinya kini sudah berkeluarga dan memiliki anak satu, dia tinggal dengan isterinya dan tidak dengan ibunya lagi sehingga yang tinggal di rumah tersebut adalah siswi saya tersebut dan ibunya. Beruntung rumah neneknya bersebelahan sehingga kalau ada apa-apa tinggal meminta bantuan kepada neneknya tersebut.

Foto bersama dengan murid-murid (Dok. Pribadi)

Selama beberapa hari, siswi ini tidak masuk sekolah karena harus menunggu ibunya yang sedang menderita penyakit stroke yang semakin hari semakin parah. Keadaan ibunya semakin hari semakin parah hingga dia tidak bisa bergerak sama sekali dia hanya terbaring di kasur di dalam rumahnya. Karena sudah tiga hari tidak masuk sekolah saya pun akhirnya menjenguk ke rumahnya. Ketika tiba di rumah, saya dipersilakan masuk oleh neneknya, kemudian dia yang mengantarkan saya ke dalam rumah siswi saya tersebut.

Sesampai di dalam rumah saya melihat sekujur tubuh yang terbaring lemah tidak berdaya. Tubuhnya tidak mampu digerakan hanya suara dan tangan kanannya saja yang masih bisa digerakan, sementara kaki dan bagian tubuh yang lainnya tidak bisa digerakkan.

Ketika saya datang si anak langsung terisak menangis, kemudian saya melihat wanita yang terbaring lemah di tengah ruangan tersebut. Kemudian saya pun menanyakan kabar sang ibu. “ibu kenapa?. Lalu dijawab dengan suara lirih sedang sakit pa..”.

Saya pun langsung menanyakan “sakit apa?”, dia pun menjawab “saya terkena stroke..” Saya pun langsung mendoakan dia semoga cepat sembuh. Kemudian saya pun menanyakan sesuatu kepada sang ibu “kenapa anak ibu akhir-akhir ini sering tidak masuk sekolah?”. Kemudian sang Ibu menjawab “karena selama ini dia yang menjaga saya, karena saya sudah tidak bisa lagi kemana-mana”. Mendengar jawaban tersebut saya langsung tertegun melihat kondisi ibunya yang tidak bisa bergerak kemana-mana.

Jadi selama ini yang masak, mencuci pakaian ibu, dan mengantar ibu ke kamar mandi itu anak ibu?, kata saya kepada ibunya. Dia pun menjawab “iya pa..dia yang melakukan semuanya dari masak, mencuci pakaian dan juga mengantar ibu ke kamar mandi”. Tapi sebenarnya saya sudah mengatakan kepada anaknya untuk pergi sekolah pa.. Tetapi dia menolak karena tidak tega melihat ibunya sendiri di rumah.

Lalu saya pun memberikan solusi kepada ibunya yakni dengan meminta anaknya sekolah di SMP Terbuka. Karena belajar di SMP Terbuka, siswanya tidak harus belajar setiap hari, tetapi bisa masuk saat pada saat ujian saja.

Tetapi ibunya langsung menjawab “anaknya tidak mau kalau sekolahnya di SMP Terbuka karena dia ingin sekolah seperti yang lainnya yaitu di SMP Negeri saja pa..”.

Baiklah bu kalau kondisinya seperti ini saya akan memberikan kelonggaran kepada anak ibu untuk tetap sekolah dan akan mengizinkannya, demikian ucap saya sambil memberikan solusi terbaik kepada ibunya. Lalu saya pun bertanya kepada si anak “kamu masih mau sekolah di SMP Negeri”, dia pun menjawab “mau pa.. saya gak mau sekolah di SMP Terbuka tapi pengen tetap sekolah di SMP Negeri”.

Mendengar jawaban tersebut kemudian saya mengiyakan agar si anak tetap sekolah. Melihat kondisi seperti itu saya mengambil beberapa gambar foto ibunya yang terbaring sakit tersebut lalu mengunggahnya di jejaring sosial dan mengunggahnya. Hanya dalam waktu beberapa menit banyak emotikon iba dari teman-teman sekolah dan alumni dan berniat membantu kondisi keluarga tersebut.

Kemudian saya bertanya sedikit kepada ibunya mengenai ayahnya. Dimana ayahnya sekarang bu?, Dia menjawab “anak ini sudah ditinggal ayahnya sejak masih SD, ketika itu ayahnya pergi ke Sumatera tetapi kabar terakhir dia sudah menikah lagi dan mempunyai anak dengan isteri barunya. Sejak saat itu sang ayah tidak pernah menengok anaknya lagi hingga sekarang.

Mendengar penjelasan tersebut, hati saya semakin tidak karuan karena kalau kejadian ini menimpa pada diri saya sendiri, belum tentu saya tegar menghadapi kehidupan ini. Tetapi siswi ini terlihat begitu tegar menerima kenyataan hidupnya.

Keesokan harinya saya meminta petugas OSIS untuk menggalang dana untuk berobat ibunya siswi tersebut. Tidak disangka dari sumbangan teman-temannya dan alumni di jejaring sosial terhimpun dana hingga jutaan rupiah. Uang tersebut kemudian saya serahkan kepada orang tuanya secara langsung. Saya dan teman-teman sekelasnya kemudian menjenguk ibu dan siswi tersebut untuk bisa memotivasi siswi tersebut untuk sekolah lagi.

Ibunya dengan nada lirih mengucapkan terima kasih banyak atas segala bantuan dari teman-temannya, semoga amalnya diganti dengan yang lebih besar dan diterima oleh Allah SWT. Lalu saya pun mengamininya.

Seperti biasa saya pun menceritakan keadaan siswi tersebut kepada guru-guru yang lain, ternyata ada salah satu guru yang memberi perhatian lebih. Lalu dia berkata “pak.. saya akan nyumbang buat dia uang jajan setiap minggunya” mendengar pernyataan guru tersebut saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga.

Banyak teman-teman dan alumni yang menyumbang untuk kesembuhan orang tua siswa tersebut. Dana yang terkumpul hingga lebih dari satu jutaan yang digunakan untuk berobat ke dokter, dan tukang pijat refleksi agar penyakit strokenya sembuh. Tapi ternyata Sang Pencipta lebih sayang kepadanya. Pada saat liburan sekolah, ibunya murid saya yang terkena penyakit stroke meninggal dunia.

Seandainya saja keluarga tersebut memiliki asuransi, serta mendapatkan izin Allah untuk sembuh maka kejadiannya mungkin tidak seperti ini. Karena mereka bisa berobat di rumah sakit dengan biaya yang terjangkau dan ditanggung oleh asuransi kesehatan tersebut. Dari cerita nyata tersebut, penyakit stroke merupakan salah satu penyakit kritis yang sangat beresiko dan harus segera diobati. 

Ada 10 macam penyakit kritis yang harus segera disembuhkan yakni
1. Infarks miokard 
2. Penyakit pembuluh darah arteri koroner yang membutuhkan operasi bypass 
3. Operasi penggantian katup jantung 
4. Stroke 
5. Kanker (termasuk kanker payudara, kanker serviks) 
6. Gagal ginjal 
7. Gagal hati 
8. Koma 
9. Transplantasi organ tubuh utama 
10. Luka bakar hebat 20% dari luas permukaan tubuh

Jika salah satu dari sepuluh penyakit kritis tersebut bisa tidak segera diobati maka akan berdampak pada kematian. Oleh karena itu sebelum terjadi hal yang fatal tersebut, sebaiknya kita memiliki  diri dan keluarga tercinta dengan asuransi kesehatan yang bisa melindungi dari penyakit kritis tersebut.

Selain itu melakukan beberapa pencegahan terhadap penyakit kritis tersebut. Untuk penyakit-penyakit tertentu seperti gagal jantung, gagal ginjal, gagal hati, dan stroke. maka tindakan pencegahan seperti rajin berolahraga, tidur yang cukup dan makan-makanan bergizi. 

Tetapi jika sudah terkena penyakit kritis tersebut maka cara terbaik adalah dengan melakukan pengobatan dan perawatan secara intensif. Sekarang ada asuransi penyakit kritis dari PFI Mega Life yakni Mega Comforta, yang bisa mencakup semua. Tidak hanya akibat kecelakaan, sakit tetapi menanggung biaya akibat penyakit kritis.

Mega Comforta dari PFI Mega Life merupakan Asuransi di Indonesia yang memberikan manfaat asuransi berupa perlindungan dari meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan dan terdiagnosa pertama kali salah satu dari 10 penyakit kritis tersebut.

Premi tahunan dari asuransi kesehatan Mega Comforta sangat terjangkau yakni mulai dari 5 ribu perhari. Dengan uang premi tersebut, pemilik asuransi tersebut akan mendapatkan manfaat perlindungan maksimal hingga 100 juta termasuk untuk mengobati 10 penyakit kritis tersebut. 

Untuk menjadi nasabah Mega Comforta sangat mudah, persyaratannya hanya usia 18-59 tahun dengan masa perlindungan sampai 60 tahun. Asuransi kesehatan ini tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi bisa untuk tertanggung pasangan (suami atau isteri), saudara kandung yang belum menikah, dan orang tua kandung.

Klaim asuransi kesehatan ini sangat mudah, hanya dengan membawa dokumen berupa formulir klaim, fotokopi KTP Pemegang Polis, tertanggung atau peserta, dan penerima manfaat yang masih berlaku, dan Kartu Keluarga, maka klaim asuransi kesehatan ini dapat berlangsung secara cepat. 

Untuk klaim karena kecelakaan, keluarga harus dilengkapi dengan fotokopi SIM tertanggung/peserta yang masih berlaku, serta berita acara dari kepolisian untuk hal meninggal dunia karena kecelakaan, tindak kriminal dan sebagainya. Sehingga proses klaim asuransi kesehatan ini tidak berbelit-belit. 

Untuk urusan kredibilitas, PT PFI Mega Life Insurance merupakan perusahaan patungan dengan struktur baru yang menggabungkan keahlian global Prudential Financial Inc., dengan kekuatan jaringan pasar lokal CT Corpora sehingga keberadaan perusahaan asuransi kesehatan ini bisa dipertanggungjawabkan.

PFI Mega Life juga menyediakan rangkaian lengkap produk asuransi jiwa dan juga asuransi kesehatan untuk melayani nasabah dengan jangkauan luas, dari korporasi besar hingga individu. Penawaran produknya termasuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi dan asuransi credit shield. 

Dengan sejarah perusahaan yang jelas, kemudahan, dan manfaatnya tersebut, maka tidak heran jika Asuransi PFI Mega Life yakni Mega Comforta layak disebut sebagai Asuransi kesehatan terbaik, dan Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Asuransi Penyakit Kritis Mega Comforta silakan lihat website PFI Mega Life di www.pfimegalife.co.id/

Semoga keluarga kita selalu diberi kesehatan sehingga bisa beraktivitas dan lebih produktif lagi dalam menghadapi hari esok yang lebih cerah. 
Loading...

0 comments:

Post a Comment test