SDM Unggul, Berawal Dari Keluarga dan Ditunjang Dengan Pendidikan

Wednesday, December 18, 2019

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2019 lalu pernah menulis dalam akun Instagramnya yang berbunyi sebagai berikut :







Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan kualitas SDM itu harus dibangun, sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi yang namanya stunting pada anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai tujuh atau delapan tahun.


Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan mampu berkarya, tetapi juga jangan lupa, mencetak generasi Pancasilais, yang toleran, yang kokoh bergotong royong”.

Dari kata-kata Presiden tersebut harus diakui bahwa pemegang peranan terpenting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul adalah berawal dari keluarga. Peran orang tua dari mulai anak dalam kandungan akan mempengaruhi SDM di masa yang akan datang.

Keluarga

Peran Orang Tua 
Sejak dalam kandungan, seorang ibu harus makan makanan bergizi dan dengan cara memperoleh dari jalan yang baik. Kekurangan asupan gizi akan mempengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan, serta berpengaruh pada pertumbuhan anak setelah lahir.

Begitu juga setelah lahir, orang tua tidak hanya memberikan pakaian saja tetapi juga memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif untuk meningkatkan kecerdasan anak, serta memberikan minuman dan makanan bergizi setelah balita agar mereka tidak mengalami stunting. Orang tua harus memberikan makanan dan minuman yang diperoleh dari cara yang tidak baik akan berdampak pada sikap dan karakter anak. Oleh sebab itu, orang tua harus sadar, carilah rejeki yang halal atau baik karena apa makanan dan minuman yang didapat dari jalan yang benar akan berdampak baik untuk anak-anaknya.

Pendidikan berawal dari orang tua atau banyak yang menyebut guru pertama bagi anak-anaknya adalah ibu. Karena ibu yang pertama kali mengajarkan interaksi dengan anaknya. Oleh karena itu berikan pendidikan yang sesuai dengan usianya. Pada usia balita sebaiknya orang tua memberikan pendidikan yang sesuai dengan anak balita. Saat anak-anak pendidikannya yang diberikanpun harus sesuai dengan anak-anak. Begitu juga pada saat remaja pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan usia remaja.

Orang tua jangan memaksakan keinginannya kepada anak-anak sehingga anak merasa terkekang dan tidak bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sebaiknya orang tua memperhatikan apa kelebihan dari anaknya yang bisa dikembangkan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.

Pendidikan dan Pelatihan Guru (Dok. Didno)

Peran Guru dan Dosen 
Selain orang tua di rumah, guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi sangat berperan dalam meningkat SDM. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan SDM unggul untuk Indonesia maju. Guru harus sejahtera dulu agar mereka fokus dalam mendidik generasi yang unggul.

Saat ini masih banyak guru yang hidup tidak layak karena pendapatannya di bawah Upah Minimum Kota atau Kabupaten. Pemerintah harus bisa mengatasi permasalahan guru honorer yang pendapatannya masih di bawah UMK tersebut, misalnya dengan mengadakan seleksi seperti CPNS tapi khusus guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah baik swasta maupun negeri.

Kalaupun belum bisa mengangkat menjadi PNS, maka pemerintah harusnya bisa memberikan penghidupan yang layak bagi guru-guru yang ada di Indonesia, seperti negara-negara maju yang sangat menghargai peran guru.

Untuk menciptakan siswa dan siswi dengan SDM unggul maka dibutuhkan guru-guru yang profesional yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah harus memberikan pendidikan dan pelatihan kepada guru-guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tidak, maka guru akan tertinggal dengan murid-muridnya karena mereka sudah terbiasa menggunakan gadget dan teknologi serta berusaha mencari yang belum diketahuinya dari internet.

Di sekolah dan di perguruan tinggi, guru dan dosen harus menerapkan 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Inovation) kepada pelajar dan mahasiswanya.

Communication, para pelajar dan mahasiswa diharapkan bisa berkomunikasi dengan orang lain baik menggunakan bahasa Indonesia juga menggunakan bahasa pergaulan dunia yakni bahasa Inggris. Sehingga nantinya mereka bisa berkomunikasi dengan orang dari negara lain, termasuk untuk menjadi tenaga kerja profesional di negara lain.

Belajar Kelompok

Collaborative, pelajar atau mahasiswa diajak berkolaborasi dengan rekan-rekannya di kelas sehingga nantinya mereka terbiasa berkolaborasi dengan orang lain saat bekerja atau pada saat memiliki usaha sendiri dengan mempekerjakan orang lain. Critical Thinking and Problem Solving, mengajak para pelajar atau mahasiswa untuk berpikir kritis tentang keadaan yang ada di sekitarnya dengan memberikan solusi bagaimana cara mengatasi atau menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga nantinya mereka akan terbiasa dengan hal tersebut dalam kehidupan nyata.

Creativity and Inovation, pelajar dan mahasiswa kita harus kreatif dan inovatif dalam berbagai hal yang bisa meningkatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Pelajar dan mahasiswa kita bisa menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif yang tidak kalah dengan pelajar dan mahasiswa negara lain. Diharapkan nantinya mereka akan lebih produktif menciptakan hal-hal baru yang bisa meningkatkan taraf hidup dirinya dan masyarakat luas.

Tapi selain itu jangan lupakan nilai-nilai Pancasila tidak boleh ditinggalkan oleh pelajar dan mahasiswa kita. Mereka diajak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita yang Bhinneka Tunggal Ika, toleran terhadap orang lain, dan tetap menjaga gotong-royong sesama warganya.

Pendidikan karakter relijius

Sumber Daya Manusia Unggul bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saja tetapi tetap menjaga karakter bangsa Indonesia yang relijius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Peran Pemerintah 
Selama ini banyak guru yang berprestasi dan memiliki kemampuan mengajar di sekolah-sekolah yang berada di kota, sementara itu sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota atau di desa masih banyak yang kekurangan guru. Oleh Karena itu perlu Pemerintah harus melakukan pemerataan guru di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus melakukan pemerataan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah. Karena selama ini masih banyak sekolah yang tidak memiliki perangkat yang tidak memadai untuk pembelajaran, sedangkan sekolah-sekolah tertentu fasilitas, sarana dan prasarananya sangat memadai.

Pemerintah harus meninjau ulang kurikulum dari sejak SMP hingga ke SMA atau SMK yang menunjang pelajar lebih produktif misalnya industri kreatif misalnya yang didalamnya berisi materi periklanan, desain, seni, arsitektur, kerajinan, fesyen, video/film/fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan/percetakan, layanan computer/piranti lunak, televisi & radio, serta riset dan pengembangan.

Pemerintah harus memberikan pelatihan dan peluang kerja untuk lulusan SMA/SMK agar mereka lebih produktif dan bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri sehingga ilmu dan pengetahuannya bisa bermanfaat baik untuk bekerja di dalam negeri atau di luar negeri.

Pemerintah bersama Kadin (Kamar Dagang dan Industri) memberikan pelatihan kepada pengusaha atau calon pengusaha yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi global. 

Itulah aspirasi, harapan dan saran saya kepada pemerintah. Mudah-mudahan ke depan SDM Indonesia akan semakin unggul, sehingga Indonesia lebih maju, lebih produktif, bisa memiliki daya saing dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan global yang dinamis dan penuh resiko ini.

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2019 lalu pernah menulis dalam akun Instagramnya yang berbunyi sebagai berikut :







Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan kualitas SDM itu harus dibangun, sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi yang namanya stunting pada anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai tujuh atau delapan tahun.


Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan mampu berkarya, tetapi juga jangan lupa, mencetak generasi Pancasilais, yang toleran, yang kokoh bergotong royong”.

Dari kata-kata Presiden tersebut harus diakui bahwa pemegang peranan terpenting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul adalah berawal dari keluarga. Peran orang tua dari mulai anak dalam kandungan akan mempengaruhi SDM di masa yang akan datang.

Keluarga

Peran Orang Tua 
Sejak dalam kandungan, seorang ibu harus makan makanan bergizi dan dengan cara memperoleh dari jalan yang baik. Kekurangan asupan gizi akan mempengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan, serta berpengaruh pada pertumbuhan anak setelah lahir.

Begitu juga setelah lahir, orang tua tidak hanya memberikan pakaian saja tetapi juga memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif untuk meningkatkan kecerdasan anak, serta memberikan minuman dan makanan bergizi setelah balita agar mereka tidak mengalami stunting. Orang tua harus memberikan makanan dan minuman yang diperoleh dari cara yang tidak baik akan berdampak pada sikap dan karakter anak. Oleh sebab itu, orang tua harus sadar, carilah rejeki yang halal atau baik karena apa makanan dan minuman yang didapat dari jalan yang benar akan berdampak baik untuk anak-anaknya.

Pendidikan berawal dari orang tua atau banyak yang menyebut guru pertama bagi anak-anaknya adalah ibu. Karena ibu yang pertama kali mengajarkan interaksi dengan anaknya. Oleh karena itu berikan pendidikan yang sesuai dengan usianya. Pada usia balita sebaiknya orang tua memberikan pendidikan yang sesuai dengan anak balita. Saat anak-anak pendidikannya yang diberikanpun harus sesuai dengan anak-anak. Begitu juga pada saat remaja pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan usia remaja.

Orang tua jangan memaksakan keinginannya kepada anak-anak sehingga anak merasa terkekang dan tidak bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sebaiknya orang tua memperhatikan apa kelebihan dari anaknya yang bisa dikembangkan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.

Pendidikan dan Pelatihan Guru (Dok. Didno)

Peran Guru dan Dosen 
Selain orang tua di rumah, guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi sangat berperan dalam meningkat SDM. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan SDM unggul untuk Indonesia maju. Guru harus sejahtera dulu agar mereka fokus dalam mendidik generasi yang unggul.

Saat ini masih banyak guru yang hidup tidak layak karena pendapatannya di bawah Upah Minimum Kota atau Kabupaten. Pemerintah harus bisa mengatasi permasalahan guru honorer yang pendapatannya masih di bawah UMK tersebut, misalnya dengan mengadakan seleksi seperti CPNS tapi khusus guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun di sekolah baik swasta maupun negeri.

Kalaupun belum bisa mengangkat menjadi PNS, maka pemerintah harusnya bisa memberikan penghidupan yang layak bagi guru-guru yang ada di Indonesia, seperti negara-negara maju yang sangat menghargai peran guru.

Untuk menciptakan siswa dan siswi dengan SDM unggul maka dibutuhkan guru-guru yang profesional yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki sifat dan karakter yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah harus memberikan pendidikan dan pelatihan kepada guru-guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tidak, maka guru akan tertinggal dengan murid-muridnya karena mereka sudah terbiasa menggunakan gadget dan teknologi serta berusaha mencari yang belum diketahuinya dari internet.

Di sekolah dan di perguruan tinggi, guru dan dosen harus menerapkan 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Inovation) kepada pelajar dan mahasiswanya.

Communication, para pelajar dan mahasiswa diharapkan bisa berkomunikasi dengan orang lain baik menggunakan bahasa Indonesia juga menggunakan bahasa pergaulan dunia yakni bahasa Inggris. Sehingga nantinya mereka bisa berkomunikasi dengan orang dari negara lain, termasuk untuk menjadi tenaga kerja profesional di negara lain.

Belajar Kelompok

Collaborative, pelajar atau mahasiswa diajak berkolaborasi dengan rekan-rekannya di kelas sehingga nantinya mereka terbiasa berkolaborasi dengan orang lain saat bekerja atau pada saat memiliki usaha sendiri dengan mempekerjakan orang lain. Critical Thinking and Problem Solving, mengajak para pelajar atau mahasiswa untuk berpikir kritis tentang keadaan yang ada di sekitarnya dengan memberikan solusi bagaimana cara mengatasi atau menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga nantinya mereka akan terbiasa dengan hal tersebut dalam kehidupan nyata.

Creativity and Inovation, pelajar dan mahasiswa kita harus kreatif dan inovatif dalam berbagai hal yang bisa meningkatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Pelajar dan mahasiswa kita bisa menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif yang tidak kalah dengan pelajar dan mahasiswa negara lain. Diharapkan nantinya mereka akan lebih produktif menciptakan hal-hal baru yang bisa meningkatkan taraf hidup dirinya dan masyarakat luas.

Tapi selain itu jangan lupakan nilai-nilai Pancasila tidak boleh ditinggalkan oleh pelajar dan mahasiswa kita. Mereka diajak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita yang Bhinneka Tunggal Ika, toleran terhadap orang lain, dan tetap menjaga gotong-royong sesama warganya.

Pendidikan karakter relijius

Sumber Daya Manusia Unggul bukan hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saja tetapi tetap menjaga karakter bangsa Indonesia yang relijius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Peran Pemerintah 
Selama ini banyak guru yang berprestasi dan memiliki kemampuan mengajar di sekolah-sekolah yang berada di kota, sementara itu sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota atau di desa masih banyak yang kekurangan guru. Oleh Karena itu perlu Pemerintah harus melakukan pemerataan guru di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus melakukan pemerataan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah. Karena selama ini masih banyak sekolah yang tidak memiliki perangkat yang tidak memadai untuk pembelajaran, sedangkan sekolah-sekolah tertentu fasilitas, sarana dan prasarananya sangat memadai.

Pemerintah harus meninjau ulang kurikulum dari sejak SMP hingga ke SMA atau SMK yang menunjang pelajar lebih produktif misalnya industri kreatif misalnya yang didalamnya berisi materi periklanan, desain, seni, arsitektur, kerajinan, fesyen, video/film/fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan/percetakan, layanan computer/piranti lunak, televisi & radio, serta riset dan pengembangan.

Pemerintah harus memberikan pelatihan dan peluang kerja untuk lulusan SMA/SMK agar mereka lebih produktif dan bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri sehingga ilmu dan pengetahuannya bisa bermanfaat baik untuk bekerja di dalam negeri atau di luar negeri.

Pemerintah bersama Kadin (Kamar Dagang dan Industri) memberikan pelatihan kepada pengusaha atau calon pengusaha yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi global. 

Itulah aspirasi, harapan dan saran saya kepada pemerintah. Mudah-mudahan ke depan SDM Indonesia akan semakin unggul, sehingga Indonesia lebih maju, lebih produktif, bisa memiliki daya saing dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan global yang dinamis dan penuh resiko ini.

0 komentar:

Post a Comment test