Peninggalan Sejarah Masa Islam di Indonesia

Thursday, May 27, 2021
Masjid Baiturrahman Aceh (Dok. Detik Travel)

Rangkuman Pelajaran IPS kelas 7 semester genap bab 4 Materi Peninggalan Sejarah Masa Islam di Indonesia - Apakah di antara kalian ada yang tahu tentang peninggalan sejarah masa Islam? Ya pasti kalian pernah melihat gambar di atas tadi ya. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan masa Islam. 


Mesjid ini bernama Baiturrahman yang dibangun oleh Kesultanan Aceh Darussalam pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Menarikanya masjid ini masih digunakan hingga saat ini walaupun beberapa tahun yang lalu daerah sekitar masjid terkena tsunami. 


Selain mesjid Baiturrahman di Aceh, masih banyak peninggalan yang lain. Apa saja peninggalan-peninggalan tersebut?  Berikut peninggalan-peninggalan Sejarah Masa Islam di Indonesia : 


Masjid Demak (Dok. Sumeks.co)


1. Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah orang-orang Islam. Masjid yang merupakan peninggalan masa Islam di Indonesia contohnya adalah masjid Demak, mesjid Ampel Surabaya, dan mesjid Banten.

Keraton Yogyakarta (Dok. Detik,com)

b. Keraton

Keraton adalah tempat kediaman raja atau istana raja. Di tempat ini seorang raja mengendalikan pemerintahan kerajaannya. Dengan demikian, keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja. Keraton yang termasuk peninggalan masa Islam antara lain yaitu: Keraton Surakarta, Keraton Yogyakarta, Keraton Kasepuhan, Kanoman di Cirebon, dan istana Maimun di Sumatra Utara.

Makam Malik Al-saleh (Dok. Republika)


c. Makam

Makam kuno peninggalan masa Islam umumnya terdiri atas jirat (kijing), nisan, dan cungkup. Jirat adalah bangunan yang terbuat dari batu atau tembok yang berbentuk persegi panjang.Nisan adalah tonggak pendek yang terbuat dari batu yang ditanam di atas gundukan tanah sebagai tanda kuburan.

Cungkup adalah bangunan mirip rumah yang berada di atas jirat. Contoh makam kuno bercorak Islam, yaitu makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik, makam Sultan Malik al-Saleh di Pasai Aceh, dan makam sultan-sultan Mataram di Imogiri.

Kaligrafi (Dok. Anugrahkubah)


d. Kaligraf

Kaligrafi adalah menulis indah dan disusun dalam aneka bentuk menarik dengan menggunakan huruf Arab.Dalam dunia Islam, kaligrafi terdiri atas petikan ayat-ayat suci Al Qur’an. Bentuknya beraneka macam, dari yang sederhana, berbentuk tulisan mendatar, sampai bentuk yang rumit seperti sebuah lingkaran, segitiga atau membentuk suatu bangun tertentu seperti masjid. Beraneka ragam hias kaligrafi dapat kita temukan pada dinding masjid atau batu nisan.


e. Karya sastra

Berdasarkan corak dan isinya karya sastra peninggalan masa Islam di Indonesia ada beberapa jenis, yaitu: berupa, babad, hikayat, suluk, dan syair.

Babad Tanah Jawi (Dok. Wikipedia)

  1. Babad adalah karya sastra berupa cerita berlatar belakang sejarah. Karya ini biasanya berupa cerita semata daripada uraian sejarah yang disertai bukti-bukti dan fakta. Contoh Babad Cirebon, Babad Tanah Jawi, dan Babad Giyanti.
  2. Hikayat adalah karya sastra berupa cerita atau dongeng yang dibuat sebagai pelipur lara atau pembangkit semangat. Contoh Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Raja-Raja Pasai.
  3. Suluk adalah kitab-kitab yang berisi masalah gaib, ramalan tentang hari baik atau buruk, dan makna atau simbol tertentu yang dihadapi manusia. Suluk-suluk tersebut merupakan bagian dari ajaran tasawuf. Suluk merupakan karya sastra tertua peninggalan kesultanan Islam di Indonesia. Contoh Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang, dan Suluk Sukarsa.
  4. Syair adalah puisi lama yang setiap baitnya terdiri atas empat baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Contohnya Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai karya Hamzah Fansuri.

Tari Saman (Dok. womensobsession)


f. Seni Tari

Salah satu tarian yang merupakan peninggalan dari masa Islam adalah tari seudati atau tari Saman dari Aceh.Tarian ini dilakukan dengan iringan nyanyian yang sebenarnya adalah sholawat atau pujian kepada nabi. 

Debus (Dok. Republika)

g. Debus

Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten.Dalam kesenian ini, pemain menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka. Kesenian Debus berawal pada abad ke-16 M, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Debus pernah digunakan sebagai sarana untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Sekaten (Dok. Liputan 6)


h. Sekaten dan Grebeg

Sekaten merupakan upacara peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw. yang diadakan setiap bulan Rabiul Awwal tahun Hijriyah atau dikenal dengan Maulid di Alun-Alun Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dahulu digunakan oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam. Pada perayaan Sekaten, dua gamelan, yaitu gamelan Kyai Nagawilaga dan gamelan Kyai Gunturmadu akan dimainkan secara bersamaan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.


Puncak perayaan Sekaten ditandai dengan Grebeg Mauludan dengan mengarak sebuah gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan, buah buahan dan sayur-sayuran sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Perayaan Sekaten dan Grebeg masih dilaksanakan hingga saat ini.


Mudah-mudahan rangkuman pembelajaran ini bermanfaat bagi kita semua. 


Dikutip dari Buku IPS SMP kelas 7 terbitan Kemdikbud Tahun 2016

0 komentar:

Post a Comment test