Materi IPS Kelas 7 Tema 03 Potensi Ekonomi Lingkungan

Tuesday, May 3, 2022

 

Tujuan dan Indikator Capaian Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:


• Menjelaskan potensi sumber daya alam

• Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam

• Menguraikan aktivitas kehidupan masyarakat masa Hindu-Buddha dan masa Islam

• Mengidentifikasi kegiatan ekonomi masyarakat

• Menganalisis peran masyarakat dalam rantai perekonomian

• Menjelaskan status dan peran sosial

• Menjelaskan diferensiasi dan stratifikasi sosial.

 

A. Perubahan Potensi Sumber Daya Alam

1. Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang terdapat di permukaan bumi serta dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan kelestariannya, sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable resource).




Sumber daya alam yang dapat diperbarui misalnya tanah, air, dan hutan. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui misalnya gas, minyak bumi, timah, dan batu bara. Berikut ini merupakan potensi sumber daya alam di Indonesia yang dibagi menjadi tiga, yaitu sumber daya alam hutan, sumber daya alam tambang, dan sumber daya alam kemaritiman.

 

a. Sumber Daya Alam Hutan

Sumber daya hutan telah memberikan peranan signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Hutan merupakan suatu areal lahan lebih dari 6,25 hektare dengan pohon-pohon lebih tinggi dari 5 meter pada waktu dewasa dan tutupan kanopi lebih dari 30%. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2018), Indonesia mengalokasikan 63% atau seluas 120,6 juta hektare daratannya sebagai kawasan hutan. Fungsi kawasan hutan Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.

 

Hutan Produksi

Kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan baku pro[1]duksi. Fungsi ekonomi hutan produksi dapat memberikan manfaat optimal ba[1]gi masyarakat seperti memanfaatkan

semua potensi yang terdapat di dalam hutan produksi seperti kayu, dan ro[1]tan. Pemanfaatan hutan produksi dapat dilakukan setelah penerbitan izin pemerintah berdasarkan pada bentuk[1]bentuk pemanfaatan.

 

Hutan Lindung

Hutan lindung memiliki peran strategis dalam melindungi sistem daya dukung lingkungan hidup. Manfaat hutan lindung yaitu mengatur suplai air, mengendalikan erosi, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, mempertahankan kesuburan tanah, dan menyediakan suplai makanan dan energi untuk kehidupan manusia.

 

Hutan Konservasi

Hutan konservasi dapat diklasifikasikan menjadi kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Kawasan suaka alam sendiri dibedakan menjadi kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa. Sedangkan kawasan pelestarian alam diklasifikasikan menjadi kawasan taman nasional,

kawasan taman wisata alam, serta kawasan taman hutan raya. Cakupan wilayah hutan konservasi dapat di daratan maupun perairan.

 

a) Kawasan Suaka Alam

Kawasan suaka alam merupakan kawasan yang memiliki ciri khas tertentu baik yang berada di daratan ataupun di perairan, serta memiliki fungsi pokok sebagai kawasan untuk pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa. Kawasan suaka alam dapat dibedakan menjadi dua yaitu cagar alam dan suaka margasatwa.

 


Cagar alam adalah kawasan suaka alam dengan ciri khas berupa tumbuhan, satwa, serta ekosistemnya yang perlu dilindungi sehingga kelangsungan hidupnya terjadi secara alami. Suaka margasatwa merupakan suatu kawasan suaka alam dengan ciri khas berupa keunikan dan keanekaragaman jenis satwa sedangkan untuk tujuan kelangsungan hidup yang ada di dalamnya dapat dilakukan pembinaan.

 

b) Kawasan Pelestarian Alam

Kawasan pelestarian alam merupakan suatu kawasan hutan yang memiliki ciri khas dengan fungsi pokok memberi perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta memanfaatkan sumber daya hayati dan ekosistemnya secara lestari. Kawasan pelestarian alam dibagi menjadi tiga bagian yaitu taman nasional, taman wisata alam, serta taman hutan raya.

 

Taman nasional adalah suatu kawasan dengan ekosistem asli, dimanfaatkan untuk tujuan penelitian dan ilmu pengetahuan dengan pengelolaan sistem zonasi. Taman wisata alam merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk rekreasi dan pariwisata. Taman hutan

raya (tahura) merupakan kawasan yang dilestarikan dengan tujuan mengoleksi tumbuhan dan satwa untuk dimanfaatkan bagi ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, budaya, pariwisata serta rekreasi. Pemanfaatan sumber daya hutan sebaiknya melibatan dan memberdayakan seluruh unsur masyarakat serta mendorong mereka untuk menggunakan seluruh potensi yang dimiliki secara penuh.

 

b. Sumber Daya Alam Tambang

Pertambangan merupakan suatu kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dan berharga dari dalam kulit bumi secara mekanis maupun manual pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi maupun di bawah air (Badan Pusat Statistik, 2019). Barang tambang merupakan sumber daya alam yang berasal dari perut bumi. Di Indonesia, penggolongan barang tambang didasari oleh UU No. 11 Tahun 1967 tentang pertambangan, terdiri dari tiga golongan yaitu golongan A, B, dan C.

 

1) Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)

Bahan galian/tambang golongan A dikelola oleh pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta serta penting untuk keamanan dan pertahanan negara. Contoh bahan galian golongan A adalah minyak bumi dan gas.

 

2) Bahan galian golongan B (bahan galian vital)

Bahan galian/tambang golongan B digunakan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan dapat dilakukan oleh masyarakat dan pihak swasta dengan mendapat izin dari pemerintah. Contoh bahan galian golongan B yaitu perak, emas, dan tembaga.

 

3) Bahan galian golongan C (bahan galian industri)

Bahan galian/tambang golongan C me[1]rupakan bahan tambang yang digunakan dalam kegiatan industri dan secara tidak langsung memengaruhi hajat hidup masyarakat. Bahan galian ini dikelola oleh masyarakat. Contoh bahan galian golongan C yaitu batu, pasir dan batu kapur.

 

Indonesia memiliki potensi tambang yang besar seperti minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Proses pembentukan barang tambang ini membutuhkan waktu yang lama. Berikut merupakan penjabaran dari sumber daya tambang batu bara, minyak bumi, dan gas bumi.

1) Batu bara

Batu bara banyak mengandung unsur-unsur organik. Proses ter[1]bentuknya batu bara bermula dari endapan tumbuhan yang mendapat pengaruh suhu dan tekanan secara terus menerus dalam waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun.

 

2) Minyak dan gas bumi

Minyak dan gas bumi terbentuk dari endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun. Pemanfaatan sumber daya tambang di Indonesia harus mengikuti aturan yang ada. Kegiatan pertambangan dapat dilakukan setelah melalui berbagai tahapan yang meliputi prospeksi, eksplorasi, eksploitasi dan pengolahan.

 

c. Sumber Daya Alam Kemaritiman

Lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan keanekaragaman sumber daya alamnya. Berdasarkan laporan kinerja Kemenko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia tahun 2018, laut Indonesia menyimpan 37% spesies sumber daya hayati dunia, 17,95% terumbu karang dunia, 30% hutan bakau dan padang lamun. Berbagai spesies hidup di perairan Indonesia. Laut Indonesia juga menyimpan potensi kekayaan yang besar, apabila dimanfaatkan dengan optimal dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Berikut merupakan potensi sumber daya kelautan:

 

Perikanan

Perikanan merupakan segala usaha penangkapan ikan serta pengolahan sampai pada pemasaran hasilnya. Perikanan laut ialah usaha penangkapan ikan di laut yang dilakukan di pantai atau tengah laut.Berdasarkan peralatan yang dipakai, usaha penangkapan ikan air laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu secara tradisional dan modern. Penangkapan ikan laut secara tradisional biasanya dilakukan oleh para nelayan dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti perahu layar yang bergantung kepada tenaga angin dan tenaga manusia. Alat[1]alat untuk menangkap ikan berupa jala sederhana dan pancing.

 

Sedangkan penangkapan ikan laut secara modern dilakukan dengan kapal motor dilengkapi dengan peti pendingin untuk menyimpan ikan. Adanya perlengkapan peti pendingin membuat para nelayan dapat menangkap ikan selama beberapa hari dan ikan hasil tangkapannya tidak cepat busuk. Selain itu, penangkapan ikan secara modern ini juga menggunakan alat-alat penangkap ikan yang modern.

 

Energi kelautan

Salah satu potensi laut Indonesia adalah energi kelautan. Sebutan bagi energi kelautan adalah energi terbarukan. Energi kelautan terdiri dari energi gelombang (wave power), energi pasang surut (tidal power), energi arus laut (current power), dan energi panas laut (ocean thermal energy conversion). Kelebihan dari energi terbarukan yaitu sumber daya dapat terbarukan secara alamiah dengan cepat, ramah lingkungan, dan tidak menghasilkan gas rumah kaca yang berbahaya. Sedangkan kekurangannya yaitu biaya investasi pengembangan energi terbarukan yang tidak sedikit.

 

Wisata bahari

Keindahan pantai Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Cakupan wisata bahari ini yaitu pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Adapun aktivitas wisata bahari yang dapat dilakukan adalah berjemur, berenang, olahraga air seperti, snorkeling, diving (menyelam), memancing, dan fotografi

bawah laut. Pembangunan wisata bahari sendiri masih mengalami beberapa hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, promosi, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengembangan wisata memerlukan dukungan adanya infrastruktur. Pengembangan aksesibilitas merupakan infrastruktur utama yang penting dalam mengembangkan wisata berbasis kelautan. Sebagian besar wisata berbasis kelautan berada di lokasi yang sulit dijangkau serta memiliki keterbatasan aksesibilitas. Faktor lain yang menjadi tantangan dalam pengembangan wisata berbasis kelautan adalah aspek kesehatan, sanitasi, sumber daya manusia yang terampil dan terlatih serta kemampuan pengelolaan wisata kelautan.

 

2. Penyebab Perubahan Potensi Sumber Daya Alam

Pemanfaatan sumber daya alam secara terus menerus dapat menurunkan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan. Seiring berjalannya waktu, potensi sumber daya alam dapat mengalami perubahan yang berkaitan dengan masalah lingkungan.

 

Populasi manusia yang semakin bertambah membuat konsumsi semakin bertambah. Hal ini memengaruhi tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam yang juga mengalami peningkatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebih dengan menggunakan prinsip maksimalisasi dan mengabaikan pelestarian lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Dampaknya terjadi perubahan potensi sumber daya alam yang semakin mengalami penurunan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pemanfaatan lingkungan harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalkan dan potensi sumber daya alam tetap lestari.

 

B. Aktivitas Kegiatan Ekonomi

Aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat saat ini dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat masa lalu, kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) serta pelaku ekonomi. Aktivitas kegiatan masyarakat yang terjadi di berbagai daerah Indonesia tidak lepas dari aktivitas kehidupan masyarakat masa lalu. Kehidupan masyarakat masa lalu ini membentuk kebiasaan dan kebudayaan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Bagaimana aktivitas kehidupan masyarakat masa lalu dapat memengaruhi aktivitas kegiatan ekonomi saat ini?

 

1. Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Lalu

a. Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Hindu-Buddha

Sebelumnya kalian sudah mengetahui mengenai sejarah leluhur kalian, selanjutnya kalian akan memahami, menganalisis dan merefleksikan babak baru sejarah Indonesia. Sebelum mengkaji mengenai peradaban nenek moyang, apakah kalian pernah berkunjung, melihat atau mendengar

informasi mengenai Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah?

Situs Muara Takus di Jambi? Bagaimana menurut kalian mengenai proses kebudayaan dan keadaan masyarakat yang berlangsung di masa pendirian bangunan tersebut? Bagaimana pendapat kalian mengenai beberapa hasil kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia yang tidak dirawat bahkan diperjualbelikan? Coba kalian jawab dan cari informasi untuk kesimpulan awal dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Pada masa aksara, peradaban sudah lebih maju dan mewariskan banyak peninggalan yang masih dapat kita nikmati hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat ditelusuri karena pada masa ini leluhur kalian sudah mengenal tulisan. Tetapi sayangnya beberapa peninggalan-peninggalan tersebut tidak terawat dan diperjualbelikan secara ilegal!

Leluhur bangsa Indonesia mempunyai kemampuan yang cerdas untuk menerima budaya baru dari luar. Mereka mempunyai sifat terbuka dan dapat mengolah budaya dari luar. Local genius yang dimiliki oleh leluhur bangsa Indonesia dapat menjadikan budaya asli mereka tidak serta-merta hilang. Mereka memadukan unsur-unsur budaya dari luar dengan budaya yang telah ada dan hidup dari generasi ke generasi. Kearifan bangsa Indonesia dalam menerima budaya dari bangsa luar patut menjadi contoh bagi kalian dalam menerima budaya dari luar. Kalian perlu cerdas dalam

menerima dan menyaring budaya dari luar untuk dapat dipadukan dengan budaya asli Indonesia agar tradisi dan budaya Indonesia tetap lestari. Belum dapat dipastikan secara pasti bagaimana kemudian budaya India, terutama agama Hindu dan Buddha, dapat menyebar di Indonesia atau pada masa tersebut terkenal dengan sebutan Nusantara. Namun, kalian dapat memahami proses penyebaran dan perkembangan budaya India melalui teori-teori dari berbagai ahli berikut.

 

Teori Brahmana

Agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh Brahmana karena Brahmana adalah kasta yang memahami dengan benar kitab Weda dan bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Hindu.

 

Teori Waisya

Menurut teori ini, penyebaran budaya India dilakukan oleh pedagang India melalui jalur laut. Perdagangan pada masa itu sedang berkembang karena jalur sutera yang menghubungkan India-Tiongkok melalui jalur laut dan melalui wilayah Nusantara.

 

Teori Ksatria

Agama Hindu masuk ke Indonesia oleh para prajurit India yang ingin menaklukan Nusantara. Mereka melakukan penyebaran agama Hindu melalui penaklukan wilayah atau prajurit yang melarikan diri setelah kalah perang.

 

Teori Arus Balik

Berdasarkan teori ini, penduduk Nusantara yang ulung dalam berlaut melakukan interaksi di negeri India dan pulang ke Nusantara untuk menyebarkan agama Hindu yang mereka pelajari.

 

Aktivitas kehidupan masyarakat pada masa Hindu-Buddha dipengaruhi oleh beberapa Kerajaan.

 

1. Kerajaan Kutai Martadipura: Gerbang Masa Sejarah Nusantara

Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur, di tepi Sungai Mahakam dan dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti berbentuk Yupa. Parasasti Yupa bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa tersebut diidentifikasi bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar tahun 400 M.

 

Pada salah satu Yupa diketahui bahwa Raja yang memerintah adalah Mulawarman, anak dari Aswawarman cucu dari Kudungga. Menurut para ahli nama Kudungga bukan nama Sanskerta dan dimungkinkan bahwa nama tersebut adalah asli Nusantara. Sementara nama Aswawarman disebut sebagai pembentuk keluarga (wamsakarta).

 

2. Kerajaan Tarumanagara: Penanda Peradaban Sejarah Nusantara di Pulau Jawa

Pada sekitar tahun 400-500 M, di Jawa Barat terdapat kerajaan Tarumanagara. Raja yang berkuasa adalah Purnawarman. Kerajaan Tarumanagara diidentifikasi dari berbagai penemuan dari prasasti di Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten (Bogor) dan Tugu, Cilincing (Jakarta). Sementara di desa Lebak, Banten Selatan ditemukan Prasasti Munjul. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta yang diubah dalam bentuk syair.

 

Pada Prasasti Ciaruteun didapatkan dua tapak kaki. Dua tapak kaki dalam prasasti tersebut merupakan tapak kaki raja yang menyerupai tapak kaki Dewa Wisnu. Sedangkan pada Prasasti Kebon Kopi terdapat gambar tapak kaki gajah raja yang dikatakan sebagai tapak kaki Airawata (gajah Dewa Indra).

 

3. Kedatuan Sriwijaya: Sang Penguasa Perairan Nusantara

Sriwijaya merupakan bentuk kekuasaan dengan sistem kedatuan. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan termegah yang ada di Indonesia pada abad ke-7. Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 605 tahun Saka (683 M) menceritakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Daputra Hyang dengan

perahu. Ia berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang dan berhasil menaklukan beberapa daerah. Perjalanan ini membawa kemenangan bagi Sriwijaya dan membawa kemakmuran.

Belum dapat dipastikan di mana titik letak Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Kekuasaan Sriwijaya diperkirakan terbentang di seluruh Sumatra sampai Semenanjung Malaya dan mungkin sampai daerah Pulau Jawa bagian barat. Sriwijaya mempunyai daerah yang luas dan strategis di perairan Samudra Hindia dan Selat Malaka. Mereka mempunyai armada laut sebagai kekuatan militer yang sangat kuat.

Sriwijaya juga menjadi tempat bagi pendidikan Buddha. Pendeta I-tsing dalam catatannya menunjukan bahwa sebelum ke India beliau singgah di Sriwijaya selama enam bulan. Pada tahun 685 M beliau kembali ke Sriwijaya dan tinggal selama empat tahun untuk menerjemahkan berbagaikitab suci Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa. Cerita perjalanan I-tsing menunjukkan bahwa Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Buddha.

 

4. Kerajaan Mataram Kuno: Nuansa Kemewahan Peradaban Nusantara di Pulau Jawa

Kerajaan Mataram Kuno mulai dikenal melalui prasasti yang ditemukan di Desa Canggal (barat daya Magelang). Prasasati ini ditulis dalam huruf Pallawa dan diterjemahkan dalam bahasa Sanskerta yang indah dengan bertuliskan angka 732M. Isi dari Prasasti Canggal memperingati pendirian sebuah lingga (lambang Siwa) di daerah Kunjarakunja oleh Sanjaya

 

Di Kerajaan Mataram terdapat dua wangsa yaitu Sanjaya dan Syailendra yang memperebutkan kekuasaan. Pada pertengahan abad ke-9, kedua wangsa bersatu dengan perkawinan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani (raja puteri dari keluarga Syailendra). Bukti dari persatuan keluarga tersebut adalah Candi Plaosan. Pada Candi Plaosan merupakan perpaduan dari corak agama Buddha dan Hindu yang dibangun sebagai simbol persatuan dari persatuan dua keluarga melalui pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani.

 

Pada tahun 856 Balaputera dari Wangsa Syailendra berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan tetapi gagal. Beliau kemudian melarikan diri ke Sriwijaya dan berhasil naik tahta menjadi raja Sriwijaya. Setelah berhasil menghapus kekuasaan Syailendra di Jawa, Rakai Pikatan turun tahta dan digantikan oleh Dyah Lokapala atau Rakai Kayuwangi. Masa Rakai Kayuwangi menghadapi berbagai kesulitan karena menurunnya pertanian dan lemahnya tenaga rakyat. Rakai Kayuwangi berkuasa dari 856 M sampai 886 dan digantikan Rakai Watuhumalang. Sebagai raja berikutnya adalah Balitung dan Rarkyan Kanuruhan. Mataram Kuno diperkirakan berpindah ke Jawa Timur karena pada tahun 929 prasasti yang ditemukan berada di daerah Jawa Timur.

 

5. Kerajaan Singhasari: Pendiri Dinasti Penguasa Nusantara

Raja pertama Kerajaan Singhasari adalah Ken Arok. Kitab Pararaton dan Negarakrtagama menyebutkan, Ken Arok semula anak orang biasa dari Desa Pangkur. Ia lahir dari seorang anak petani yang kawin dengan dewa. Setelah itu, ia diangkat anak oleh seorang pendeta yang mengabdi di Tumapel. Penguasa di Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ken Arok jatuh cinta kepada istri dari Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan kerisnya dan menikahi Ken Dedes. Ken Arok mengambil kekuasaan di daerah Tumapel. Sedikit demi sedikit, Ken Arok menghimpun kekuatan militer dan berani melepaskan diri dari Kadiri yang saat itu dipimpin oleh Kertajaya. Ken Arok dibantu oleh pendeta dari Kadiri yang berselisih dengan raja. Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh oleh anak tirinya Anusapati (anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung) sebagai balas dendam atas kematian ayah kandungnya.


Anusapati mengambil alih kekuasaan Singhasari. Ia berkuasa dari tahun 1247-1248. Suatu pembunuhan terencana dilakukan oleh Tohjaya (anak dari Ken Arok dan Ken Umang). Tohjaya membalas dendam kepada Anusapati dan menjadi penguasa di Singhasari. Pada tahun 1284, kekuasaan dipegang oleh Ranggawuni yang mengalahkan Tohjaya. Ranggawuni berkuasa bersama dengan Mahesa Cempaka, anak dari Mahesa Wonga Teleng (anak Ken Arok dan Ken Dedes).


Pada tahun 1254, tahta kerajaan diberikan kepada anaknya yaitu Krtanegara. Banyak ditemukan bukti tentang masa pemerintahan Krtanegara. Pada tahun 1275, Krtanegara menjalin persahabatan ke Sumatra Tengah. Sang Raja mengirim pasukan ke Sumatra yang terkenal dengan Ekspedisi Pamalayu untuk mempererat persahabatan dengan kerajaan Dharmasraya. Kisah ekspedisi yang berlangsung hingga 1292 ini diketahui dari alas arca Amoghapaca yang ditemukan di Sungai Langsat.


Menurut cerita, ada utusan dari Tiongkok bernama Meng K’i. Krtanegara yang merasa kesal memberikan penghinaan kepada raja Tiongkok dengan memberikan luka fisik kepada utusannya tersebut. Raja Tiongkok marah dan menyiapkan armada besar untuk menyerang Singhasari. Bersamaan dengan itu, Kadiri sudah mempersiapkan pemberontakan kepada Singhasari. Jayakatwang (Raja Kadiri) sudah memerhatikan situasi di Singhasari yang kurang pasukan akibat pengiriman Ekspedisi Pamalayu dan perselisihan dengan raja Tiongkok. Singhasari diserang oleh Jayakatwang dari dua arah yaitu utara dan selatan. Krtanegara, yang sedang melakukan upacara keagamaan dengan para pendeta dan pembesar lainnya, terbunuh. Singhasari takluk oleh Kadiri.

Namun, tidak berselang lama pasukan Tiongkok datang dan menyerang Jayakatwang. Jayakatwang kalah telak karena pasukan Tiongkok juga dibantu oleh sisa-sisa pendukung raja Krtanegara seperti Raden Wijaya. Raden Wijaya, yang mengetahui Jayakatwang telah kalah, menyerang balik pasukan Tiongkok untuk mengusir mereka dari Pulau Jawa.

 

6. Kerajaan Majapahit: Supremasi Kejayaan Nusantara

Raden Wijaya merupakan pendiri dari kerajaan Majapahit. Raden Wijaya terkenal menjadi raja yang tegas dan bijaksana. Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 dan dilanjutkan tahtanya oleh Jayanegara. Pada pemerintahan Jayanegara, Majapahit banyak diterpa kesulitan dalam negeri. Pemberontakan terjadi karena ketidakpuasan politik. Jayanegara  wafat pada tahun 1328 M. Ia tidak mempunyai keturunan. Penggantinya  adalah anak wanita dari Gayatri, ibu tirinya, yaitu Bhre Kahuripan (nama gelar) dan mendapatkan gelar Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada masa pemerintahan raja wanita ini timbul kembali pemberontakan. Namun, pemberontakan tersebut berhasil diredam oleh Gajah Mada yang diangkat menjadi mahapatih.

 

Gajah Mada menunjukan pengabdiannya dengan mengucap sumpah Palapa untuk mempersatukan Nusantara di bawah pimpinan Majapahit. Pada tahun 1350 Tribhuanatunggadewi turun takhta dan digantikan oleh anaknya yaitu Hayam Wuruk yang lahir pada 1334. Hayam Wuruk bersama Gajah Mada membangun Majapahit untuk menjadi kerajaan yang dapat mempersatukan wilayah Nusantara dan memakmurkan rakyatnya. Kekuasaan Majapahit cepat menyebar dan berhasil menguasai daerah taklukan seluas negara Indonesia sekarang ditambah wilayah di Semenanjung Malaya. Selain menaklukan beliau juga mempererat persahabatan dengan raja-raja tetangga Majapahit. Pada pemerintahan Hayam Wuruk kemakmuran dan keamanan terwujud dengan baik.

 

Gajah Mada wafat pada 1364 dan menimbulkan kesulitan siapa yang dapat menggantikannya. Pada tahun 1389 Hayam Wuruk wafat dan digantikan oleh menantunya Wikramawardhana. Pernikahan antara Hayam Wuruk dan salah satu selirnya mendapatkan anak laki-laki yang bernama Bhre Wirabhumi. Bhre Wirabhumi diamanahkan untuk memimpin wilayah Majapahit di daerah timur Pulau Jawa. Majapahit dikisahkan terpecah menjadi dua antara kekuasaan Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi pada peristiwa Paregeg. Peristiwa Paregreg ini berakhir dengan kalahnya Bhre Wirabumi. Namun, peristiwa Paregreg ini sangat berdampak bagi keutuhan Majapahit. Tiongkok yang sudah sejak lama menggangu kekuasaan Majapahit berusaha kembali memikat daerah-daerah di luar Jawa. Kalimantan Barat, Malayu, dan Palembang lepas dari kekuasaan Majapahit. Menyusul Malaka dan daerah lainnya yang kemudian melepaskan diri. Wikramawardhana wafat pada 1429 dan kemegahan Majapahit seakan menuju ke arah keruntuhan.

 

Peradaban Hindu-Buddha yang menjadi awal dari peradaban masa sejarah di Indonesia berlangsung berabad-abad sampai kemudian pengaruh Islam datang. Peradaban Hindu-Buddha membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Peradaban Hindu-Buddha meninggalkan banyak jejak yang masih dapat dikaji dan dinikmati oleh kalian. Masa Hindu-Buddha banyak meninggalkan peninggalan yang cukup banyak.

 

Beberapa di antara peninggalan tersebut adalah candi, seni pahat patung, seni ukir, arca dari logam, dan hasil kesusastraan. Candi berasal dari salah satu nama untuk Dewi Durga yaitu Candika. Bangunan candi dibangun untuk memuliakan orang yang telah wafat, khusus untuk para raja dan orang-orang terkemuka. Seni pahat patung hubungannya dengan patung dewa. Pada masa itu seni pahat patung berhubungan dengan religiusitas. Patung-patung itu menggambarkan dewa atau dewi. Seni ukir juga biasanya menjadi pola hiasan pada dinding-dinding candi. Pola hiasan yang biasa diukir adalah makhluk-makhluk ajaib dan tumbuh-tumbuhan sesuai dengan suasana Gunung Mahameru. Macam-macam hiasan relief pada candi biasanya mengandung cerita dari kitab keagamaan seperti Ramayana, Arjunawiwaha, Karmawibhannga, Kunjarajarna, dan Panji. Arca-arca dari logam juga dihasilkan dari peradaban Hindu-Buddha.

 

Pada umumnya arca-arca logam berukuran kecil. Barang-barang dari logam emas juga didapatkan dalam bentuk cincin, gelang, rantai, kalung jamang dan lain-lain. Hasil-hasil kesusasteraan pada zaman Hindu-Buddha biasanya ditulis pada daun lontar. Karena ditulis di daun lontar, banyak kesusastraan yang hilang dan mudah rusak. Kesusastraan pada zaman Hindu-Buddha ditulis sebagai gancaran (prosa) dan tembang (puisi). Ditinjau dari isi kitab kesusastraan terdiri atas tutur (kitab keagamaan), sastra (kitab-kitab cerita mengenai keagamaan dan kesusilaan) dan kitab-kitab uraian sejarah.

 

b. Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Islam

Peradaban Hindu-Buddha yang diperkirakan sudah berkembang sejak abad ke-3 berlangsung selama 10 abad sampai akhir abad ke-13.

 

Peradaban Hindu-Buddha mengalami kemunduran salah satunya karena penyebaran Islam yang sudah sampai di Nusantara. Islam sebagai sebuah agama masuk dan berkembang pada masa Hindu-Buddha. Islam menggantikan peradaban Hindu-Buddha dan peradaban Islam masih dapat kalian rasakan manfaatnya hingga sekarang.

 

Belum dapat dipastikan dengan benar kapan dan di mana Islam mulai masuk ke Indonesia. Berbagai teori berkembang mengenai kapan dan di mana Islam mulai menyebar. Berita Tiongkok menyebutkan bahwa terdapat  daerah hunian para pedagang Arab Islam di pantai barat Sumatra. Islam  masuk dari daerah asalnya yaitu Arab karena dibawa oleh para pedagang Arab. Islam masuk ke Nusantara tidak langsung dari Arabia tapi melalui  ajaran tasawuf yang berkembang di India. Daerah yang menjadi asal mula  ajaran tasawuf adalah Gujarat. Islam masuk dari Gujarat ke Samudra Pasai  pada waktu abad ke-13 M. Islam masuk dari Persia dan bermahzab Syi’ah. Pendapat beliau berdasarkan kepada sistem mengeja membaca huruf Al Quran. Seperti Arab mengeja dengan “Fa-hah” Persia menyebutnya Jabar. Islam masuk ke Nusantara melalui Tiongkok berdasarkan kepada Sultan Demak yang merupakan keturunan Tiongkok dan Wali Sanga adalah peranakan Tiongkok. Dasar dari pendapat beliau adalah Kronik Klenteng Sam Po Kong di Semarang. Masuk dan berkembanganya agama Islam di Nusantara akibat umat Islam memiliki navigator atau mualim dan pedagang Muslim yang beraktivitas secara aktif di pelayaran dan perdagangan.

 

Islam yang telah masuk kemudian berkembang dengan pesat. Islam diterima oleh masyarakat Indonesia karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah Islam datang dengan damai, Islam tidak membeda-bedakan stratifikasi manusia berdasarkan kelas, metode ibadah umat Islam mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya.


Islam juga didukung oleh beragam metode yang digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Berbagai media dakwah untuk penyebaran Islam adalah sebagai berikut.

 

Perdagangan

Para pedagang muslim yang menetap di sekitar pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim. Perdagangan merupakan jalan dakwah pertama yang menjadi awal mula masuknya Islam ke Indonesia.

 

Pernikahan

Metode pernikahan dilakukan dengan cara seorang yang telah memeluk agama Islam melakukan pendekatan kepada raja atau bangsawan atau keluarganya untuk dinikahi secara Islam.

 

Pendidikan

Pendidikan untuk menyebarluaskan agama Islam dilakukan dengan seorang murid atau santri yang berguru kepada seorang ulama di pesantren, kemudian setelah cukup ilmunya dan lulus dari pesantren, berdakwah ke daerah asal dan daerah lain yang belum memeluk Islam.

 

Seni Budaya

Seni budaya yang cukup sering digunakan oleh ulama dan wali dalam medakwahkan Islam adalah dengan pagelaran wayang, upacara sekaten, seni pahat, seni ukir, seni tari, seni musik dan seni sastra.

 

Dakwah

Strategi penyebaran Islam di Nusantara dengan metode dakwah cukup sering dilakukan oleh seorang wali dan ulama. Mereka menyebarkan Islam dengan berdakwah ke kampung-kampung dan desa-desa untuk menyebarkan Islam.

 

Tasawuf

Metode tasawuf juga menjadi strategi dakwah yang efektif karena sesuai dengan kultur dari peradaban Hindu-Buddha di peradaban sebelumnya. Tasawuf yang menggunakan mistifikasi mudah dipahami oleh masyarakat Nusantara yang berorientasi kepada kebudayaan Hindu-Buddha.


Islam yang menjadi peradaban bangsa Indonesia selanjutnya juga diwarnai dengan berdirinya kerajaan bercorak Islam. Kerajaan Islam tersebar dari barat Indonesia hingga timur Indonesia. Pada masa Islam sumber sejarah banyak mendukung dan membuktikan mengenai keberadaan kerajaan Islam. Kerajaan Islam di Indonesai mempunyai pengaruh yang besar dan masih dapat terasa hingga sekarang. Bahkan kerajaan Islam masih ada yang bertahan hingga sekarang. Kerajaan[1]kerajaan Islam yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut.

 

1. Samudra Pasai: Garda Terdepan Nusantara

Samudra Pasai merupakan Kerajaan Islam yang berada di ujung utara pulau Sumatra. Sultan pertama dari Kerajaan Samudra Pasai adalah Sultan Malik al-Saleh. Beliau kemudian digantikan oleh puteranya yang bernama Sultan Muhammad yang memerintah 1297-1326. Pengganti dari Sultan


Muhammad adalah Sultan Ahmad yang bergelar Malik al-Tahir. Kerajaan Samudra Pasai pada masa pemerintahan Sultan Ahmad mendapat kunjungan dari Ibnu Battuta. Beliau meninggalkan catatan-catatan yang berisi Samudra Pasai mempunyai pelabuhan yang sangat penting di jalur perdagangan Selat Malaka. Istana kesultanan Samudra Pasai disusun dan diatur secara India, beberapa pembesar kerajaan terdapat pula orang[1]orang Persia. Patihnya mempunyai gelar Amir.

 

2. Aceh Darussalam: Benteng Tangguh Islam di Nusantara

Masa kejayaan dari Kerajaan Aceh tercapai pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Beliau memiliki kekuatan militer yang kuat dan besar. Beliau berhasil menguasai Sumatra sampai daerah Bengkulu dan Kampar. Sultan Iskandar Muda digantikan oleh menantunya Iskandar Tani. Pada masa beliau kejayaan Aceh terus berlangsung dan bertambah jaya. Pada tahun 1641 M beliau wafat dan tanda-tanda kemunduran Aceh terjadi. Persilisihan antara kalangan keluarga kerajaan menyebabkan kelemahan yang menjadikan sebagian kekuasaan Aceh runtuh. Sebab lain dari keruntuhan Aceh adalah adanya orang Belanda yang berhasil merebut Malaka pada 1641 M kemudian menguasai perairan di Indonesia dan berusaha menjatuhkan kerajaan Aceh yang masih kuat pengaruhnya di kalangan rakyat. Usaha Belanda untuk meruntuhkan Aceh adalah dengan mengadu domba dan menghasut daerah kekuasaan Aceh yang kemudian berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Aceh.

 

3. Demak : Tunas Supremasi Kejayaan Nusantara

Raden Patah yang memeluk agama Islam memutuskan hubungan  dengan Majapahit dan mendirikan kerajaan Demak. Jepara, Tuban, Gresik membantu Demak untuk berdiri menjadi kerajaan. Pati Unus yang menjabat di Jepara sangat rajin membantu ayahnya, Raden Patah, untuk meluaskan kekuasaan Demak. Pati Unus memberanikan diri memimpin pasukan untuk menaklukan Portugis di Malaka, tetapi usahanya gagal. Pati Unus menggantikan ayahnya selama 3 tahun. Beliau kemudian wafat. Beliau terkenal dengan nama lain yaitu Pangeran Sabrang Lor.


Penggantinya adalah Pangeran Trenggono yang memerintah pada tahun 1564. Sultan Trenggono menghindarkan Demak dari ancaman Portugis untuk menguasai daerah pesisir Jawa. Fatahillah yang melarikan diri dari Pase diterima Sultan Trenggono. Fatahillah dinikahkan dengan adiknya. Fatahillah menjadi kunci Demak dalam menghalau dan mengalahkan Portugis di pesisir Pulau Jawa . Beliau berhasil mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa yang kemudian diganti namanya menjadi Jayakarta. Selain itu beliau juga menaklukan Banten dan Cirebon yang dikuasai oleh kerajaan Pajajaran. Sultan Trenggono wafat ketika melakukan usaha penaklukan Pasuruan.


Wafatnya Sultan Trenggono menimbulkan konflik perebutan kekuasaan  antara adik Sultan Trenggono dan anak Sultan Trenggono. Pangeran Sekar  Seda ing Lepen, adik Sultan Trenggono, terbunuh. Pangeran Prawoto yang berkuasa kemudian mendapatkan usaha perlawanan Arya Penangsang, anak dari Pangeran Sekar Seda ing Lepen, yang melakukan balas dendam kepada Pangeran Prawoto.

 

4. Banten: Garda Pulau Jawa

Banten dikuasai oleh Fatahillah atas nama Sultan Demak. Seluruh pantai utara sampai dengan Cirebon merupakan daerah yang dikuasai dengan tujuan digunakan untuk kepentingan perdagangan dan memperkuat kedudukan Banten. Sunda Kelapa diganti nama menjadi Jayakarta. Fatahillah menduduki pemerintahan daerah Banten. Sedangkan daerah Cirebon diserahkan kepada putranya pangeran Pasarean. Setelah Pangeran Pasarean wafat, Fathahilah memegang kendali atas pemerintahan Cirebon dan pemerintahan Banten diserahkan kepada putranya Hasanudin. .


Banten mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1651-1682 M. Beliau menjadi Sultan yang tegas. Sekitar tahun 1600 M Banten mengalami jaman kejayaan. Banten adalah pusat perdagangan lada yang dihasilkan di Banten dan Lampung, cengkeh serta pala dari Maluku. Banten semakin mengalami kemuduran karena terdapat tekanan dari Belanda di Batavia.

 

5. Makassar: Simbol Kegigihan Nusantara Melawan Supremasi Asing

Daerah Makassar memasuki era peradaban Islam pada awal abad ke-17. Dua penguasa dari kerajaan kembar Goa-Tallo menjadi pemeluk agama Islam pada tahun 1605. Raja Tallo Karaeng Matoaya merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Goa. Raja Tallo mengambil gelar Sultan Abdullah dengan julukan sebagai Awalul Islam dan raja Goa Daeng Manrabia memiliki gelar Sultan Alaudin.


Dwitunggal Alaudin dan Abdullah sangat giat dalam mengislamkan rakyatnya. Kedua Sultan tersebut juga memperluas kerajaan dan menjadikannya kerajaan Islam pertama yang ada di Sulawesi. Penggantinya adalah Sultan Muhammad Said, beliau tidak segan untuk mengirimkan armada Goa ke Maluku dalam perlawanan rakyat melawan penjajah yang bertindak sewenang-wenang.


Perlawanan terhadap Belanda yang sengit terjadi pada era Sultan Hasanudin. Beliau memegang pemerintahan Kerajaan Goa dari tahun 1653-1669 dan Belanda memalingkan perhatiannya ke Makassar. Aru Palaka, bangsawan Soppeng–Bone, dalam tahun 1660 berusaha membebaskan daerah dari pengaruh kekuasaan Goa. Aru Palaka berhasil melepaskan Bone yang mendapat bantuan dari Belanda.

 

6. Mataram: Pewaris Supremasi Nusantara dari Jawa Bagian Selatan

Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senapati mengangkat dirinya sendiri menjadi Sultan Mataram. Beliau menunjukan kekuatan Mataram dengan menyerang Surabaya pada tahun 1586. Sebagian wilayah di Pulau Jawa bagian tengah dan timur berhasil ditaklukkan oleh Mataram.


Berikutnya beliau memindahkan perhatian ke Pulau Jawa bagian barat. Pada tahun 1595 M Cirebon dan Galuh dapat dikuasai.Penembahan Senapati wafat pada tahun 1601 dan dimakamkan diKotagede. Penggantinya adalah Mas Jolang atau Panembahan Seda ing Krapyak. Mas Jolang sibuk meredam pemberontakan-pemberontakan.


Demak dan Ponorogo memberontak tetapi segera dapat diatasi. Mas Jolang menduduki Mojokerto, Gresik, dan membakar desa sekitar Surabaya. Mas Jolang wafat pada tahun 1613 dan diganti oleh Adipati Martapura. Adipati Martapura selalu sakit-sakitan dan tidak mampu menjalankan pemerintahan. Beliau diganti oleh saudaranya Raden Rangsang yang ternyata adalah seseorang yang tegas dan kuat. Di bawah pemerintahannya (1613-1645) sosok yang dikenal dengan sebutan Sultan Agung ini, Mataram mengalami kejayaan. Pada masa Sultan Agung, Mataram meneruskan ekspansi sampai ke Banten tetapi mendapatkan hambatan di Batavia yang dikuasai oleh Belanda. Pada tahun 1628, Sultan Agung melancarkan serangan terhadap Batavia. Pengganti Sultan Agung, yaitu Amangkurat I hingga Pakubuwono II, tidak begitu kuat dan banyak merugikan rakyat dengan perjanjian antara Mataram dan Belanda.


Mataram semakin terdesak dengan perjanjian yang terus dilakukan dengan Belanda. Banyak ketidakpuasan muncul di dalam keluarga raja dan banyak terjadi suksesi di antara mereka. Akhirnya, melalui perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 Mataram pecah menjadi dua kerajaan yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Selanjutnya, dua kerajaan tersebut kembali terpecah. Kasunanan Surakarta terpecah menjadi Kadipaten Mangkunegaran sedangkan Kasultanan Yogyakarta terpecah menjadi Kadipaten Pakualaman.

 

7. Ternate Tidore: Emas dari timur Nusantara

Dua pulau kecil bersebelahan, Ternate dan Tidore, sama-sama bersaing menjadi kekuatan utama di Maluku. Bangsa lain tertarik ke Ternate dan Tidore karena merupakan daerah penghasil rempah yang baik. Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda bersaing memperebutkan rempah-rempah di Maluku dan memperdagangkannya.


Orang Portugis bersekutu dengan Ternate sedangkan Tidore bersekutu dengan Spanyol. Hubungan Portugis dan penduduk Ternate sangat buruk. Mereka menggulingkan penguasa Ternate pada 1535 M dan membunuh penerus Sultan pada 1570 M. Raja Ternate yang dibunuh digantikan puteranya Sultan Baabullah (1570-1583 M).


Sultan Baabullah memerintah dengan motivasi agama. Beliau me[1]rupakan penganut Islam yang taat dan mengusir Portugis dari kerajaannya pada 1575 M. Orang-orang Eropa kemudian pindah ke Tidore. Baabullah dan puteranya Sultan Said Ad-Din Berkat Syah (bertakhta 1584-1606 M) menyebarkan Islam di pulau-pulau sekitarnya.

 

Pada tahun 1599 orang Portugis kembali ke Maluku dengan armada besar. Pembalasan dendam Portugis kepada orang Maluku membuat mereka benci terhadap orang Portugis. Setelah Belanda datang pada 1605 M, mereka disambut baik dan bekerja sama dengan Ternate, Tidore dan Halmahera serta Ambon.


Pada 1607 Belanda telah membuat perjanjian dengan Ternate yang secara formal memegang kekuasaan di Seram Barat. Belanda yang diberi kesempatan untuk monopoli memberikan sikap yang berkebalikan dengan apa yang diperbuat. Mereka melakukan pembantaian di Banda dan membunuh penduduk yang menyalahi aturan Belanda. Belanda menancapkan kekuasaannya melalui kerjasama-kerjasama yang merugikan penduduk lokal. Mereka memerintahkan untuk memusnahkan dan tidak menanam rempah-rempah di Maluku kecuali di Maluku Selatan.

 

8. Banjarmasin: Perisai Penjajahan di Kalimantan

Pada tahun 1636 M Kerajaan Banjarmasin telah berpengaruh di Landak, Sambas, Sukadana, Kutawaringin Mendawai, Pulau Laut, dan seluruh pantai timur termasuk Kutai Pasir dan Berau serta daerah lainnya di Kalimantan. Perdagangan lada menjadi ramai di Banjarmasin dan menarik Inggris untuk berpindah dari Banten ke Banjarmasin. Pada tahun 1663 M timbul perebutan takhta dan Pangeran Dipati Anom dengan dukungan keluarga Biaju berhasil menggeser Penembahan Ratu. Perubahan yang ada di istana diselesaikan dengan suatu kompromi, Panembahan Ratu berkedudukan di Martapura sedangkan raja yang baru berkedudukan di Surinata, Banjarmasin.

 

Pada tahun 1670 pecah perang perebutan tahta. Raja Surianata dituntut untuk turun takhta oleh Suriadilaga (seorang pemuka yang mendapat dukungan besar Melayu). Pada akhirnya Raja Surianata tersisihkan. Pada awal abad ke-18 M kedudukan Banjarmasin tetap kuat tidak terpengaruh oleh pengaruh asing. Pelabuhan Banjarmasin bebas untuk perdagangan asing seperti Inggris, Tiongkok, Perancis dan Portugis.

 

Banyak dari peradaban Islam di Indonesia meninggalkan jejak. Peninggalan-peninggalan tersebut masih digunakan dan berfungsi hingga sekarang. Masjid mempunyai arti kata yaitu tempat sujud. Masjid adalah tempat untuk mendirikan salat menurut peraturan Islam. Masjid dan surau memiliki serambi di bagian depan serta sebuah bangunan berbentuk bujur sangkar yang melingkupi sebuah ruangan. Masjid dan surau juga dilengkapi dengan empat buah tiang utama yang berfungsi sebagai penunjang bagian atap. Empat tiang utama ini berada di tengah dan menjadi penunjang utama atap yang disebut soko guru.

 

Makam pada masa peninggalan Islam umumnya terdiri dari jirat (kijing) dan nisan. Jirat atau kijing merupakan bangunan yang terbuat dari batu atau tembok berbentuk persegi panjang. Nisan merupakan tonggak pendek dari batu yang ditanam di dekat ujung-ujung jirat. Di atas jirat sering didirikan rumah yang disebut cungkup bagi orang-orang penting.


Ajaran Islam melarang untuk melukiskan makhluk hidup termasuk manusia. Pada masa peradaban Islam di Indonesia, seni ukir hias mengambil pola-pola dari zaman purba yaitu daun-daunan, bunga-bungaan, bukit-bukit karang, pemandangan, dan garis-garis geometri.


Seni ukir hias sering dijumpai di makam-makam, sementara di masjid hanya mimbar saja yang diperindah ukiran-ukirannya.


Dikaji dari corak dan isinya, hasil kesusasteraan zaman Islam dapat dibagi beberapa jenis diantaranya: Hikayat, merupakan cerita atau dongeng; Babad adalah hikayat yang sengaja digubah sebagai cerita sejarah; dan Suluk yang merupakan kitab-kitab tasawuf.


Peradaban Hindu-Buddha yang berlangsung lama perlahan berubah dalam hal seni budaya. Wayang pada masa peradaban Islam disadur oleh Sunan Kalijaga untuk tidak menyalahi peraturan Islam. Pertunjukan wayang digunakan untuk berdakwah kepada masyarakat luas dan menjadi media yang efektif untuk digunakan.

 

Kegiatan manusia yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhannya dibagi menjadi tiga yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

a. Produksi

Salah satu aktivitas yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya adalah kegiatan produksi. Kegiatan produksi sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Produksi merupakan kegiatan untuk menambah manfaat suatu barang atau menciptakan barang baru untuk memenuhi kebutuhan manusia.


Produksi tidak hanya terbatas pada kegiatan perusahaan dalam menghasilkan barang dengan menggunakan mesin baik secara manual ataupun otomatis. Produksi memiliki makna yang lebih luas. Kegiatan menambang minyak untuk kebutuhan bahan bakar, petani menanam dan memanen padi dan sayur-sayuran, penjahit yang menjahit kain menjadi baju, mengolah tanah liat menjadi batu bata atau gerabah, semua hal tersebut merupakan kegiatan produksi. Jika kita telaah lagi, semua kegiatan tersebut menambah manfaat atau menciptakan suatu barang dengan berbagai jenis pekerjaan.

 

1) Jenis produksi

Hasil produksi dibagi menjadi dua yaitu produksi barang dan jasa.

• Produksi barang merupakan kegiatan mengubah sifat maupun  bentuk suatu benda. Produksi barang ini dibedakan menjadi barang  modal dan barang konsumsi. Misalnya produksi roti, produksi mebel dan penjahit.

• Produksi jasa merupakan kegiatan menambah nilai guna suatu barang tanpa mengubah bentuknya. Misalnya jasa perawatan kecantikan, jasa pengobatan, jasa pariwisata.

2) Tujuan kegiatan produksi

Tujuan utama kegiatan produksi adalah memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka mencapai kemakmuran. Kemakmuran merupakan keadaan di mana jumlah alat pemuas kebutuhan cukup dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara khusus tujuan produksi adalah meningkatkan keuntungan bagi produsen atau perusahaan.

3) Faktor-faktor produksi

Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses produksi barang dan jasa. Kegiatan produksi tidak hanya memerlukan bahan baku, tetapi juga faktor lain yang mendukung proses produksi dapat berjalan dengan baik. Faktor produksi dibedakan menjadi 4 (empat) yaitu.

• Faktor alam

Faktor alam menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Faktor alam merupakan semua hasil alam baik berupa benda maupun makhluk hidup yang digunakan dalam kegiatan produksi untuk mencapai kemakmuran.

 

Faktor tenaga kerja

Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang menjalankan kegiatan produksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Tenaga kerja menjalankan kegiatan produksi secara langsung dan tidak langsung dengan tenaganya untuk menghasilkan barang dan jasa. Misalnya staf bagian produksi dan operator mesin produksi.

• Faktor modal

Faktor modal tidak hanya berbentuk uang tunai. Faktor modal meliputi semua barang dan benda yang digunakan untuk memperlancar dan memaksimalkan proses produksi. Faktor produksi modal dapat berupa peralatan, mesin, gedung, dan benda penunjang kegiatan produksi lainnya.

• Faktor kewirausahaan

Faktor keahlian berfungsi untuk mengontrol dan memastikan faktor-faktor produksi berjalan dengan baik dan menghasilkan produksi yang maksimal. Faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal yang ada tidak akan maksimal jika perusahaan tidak memiliki faktor keahlian yang mampu mengelola semua hal tersebut.

 

b. Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Kegiatan produksi tidak akan berguna jika hasil produksi tidak didistribusikan kepada konsumen. Distribusi dapat dilakukan oleh perseorangan maupun lembaga distribusi. Ada empat tujuan utama distribusi, yaitu:

• Sebagai agen penyalur hasil produksi dari produsen ke konsumen

• Agar hasil produksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal

• Memenuhi kebutuhan barang dan jasa tertentu

• Menjaga keberlangsungan produksi perusahaan

Berdasarkan cara penyalurannya, distribusi dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:

1) Distribusi langsung

Distribusi langsung merupakan kegiatan distribusi yang dilaksanakan tanpa perantara antara produsen dan konsumen. Contoh: perusahaan roti yang menjual rotinya secara langsung dan penjahit yang menyerahkan bajunya langsung ke konsumen.

 

2) Distribusi semi langsung

Distribusi semi langsung merupakan kegiatan distribusi di mana produsen mendistribusikan barang dan jasanya kepada konsumen melalui perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh: Samsung menjual produknya melalui Samsung Center.

 

3) Distribusi tidak langsung

Distribusi tidak langsung merupakan kegiatan distribusi di mana produsen mendistribusikan barang dan jasanya melalui perantara. Perantara tersebut dapat berupa agen, minimarket, pasar dan pe[1]dagang kecil.

 

c. Konsumsi

Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan atau mengurangi manfaat suatu barang untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia melakukan konsumsi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Secara umum, konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidup manusia. Tujuan konsumsi lainnya adalah:

• Mengurangi manfaat suatu barang

• Menghabiskan manfaat suatu barang

• Menjaga status sosial di masyarakat dengan produk-produk kebutuhan tersier

• Menjaga kesehatan tubuh dengan konsumsi vitamin dan gizi seimbang

• Memenuhi kebutuhan jasmani

• Memenuhi kebutuhan rohani

• Estetika atau keindahan

 

Sama halnya kebutuhan, konsumsi yang dilakukan setiap orang berbeda-berbeda. Ada beberapa hal yang memengaruhi perbedaan konsumsi yaitu:

• Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang meliputi motivasi, sikap, dan selera.

• Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar seseorang meliputi pekerjaan, harga barang atau jasa, dan kebudayaan.


3. Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi merupakan individu atau kelompok yang melakukan kegiatan ekonomi baik konsumsi, produksi maupun distribusi. Lalu siapa saja yang berperan sebagai pelaku ekonomi? Apa peran mereka dalam perekonomian suatu negara?

a. Rumah Tangga Konsumen

Rumah tangga konsumen merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang paling banyak. Rumah tangga konsumen adalah sekelompok masyarakat baik individu maupun kelompok yang melaksanakan konsumsi atas hasil produksi baik barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Rumah tangga konsumen berperan sebagai konsumen dengan mengkonsumsi barang[1]barang produksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus sebagai penyedia faktor produksi dengan menyewakan tanah untuk kegiatan produksi, investasi ke perusahaan untuk mendapatkan bunga/ deviden atau laba.

b. Rumah Tangga Produsen

Rumah tangga produsen merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan kepemilikan, rumah tangga produsen terdiri dari rumah tangga produsen milik negara dan rumah tangga produsen milik swasta.

c. Rumah Tangga Pemerintahan

Pemerintah berperan sebagai konsumen serta produsen dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah melakukan kegiatan konsumsi dalam rangka membelanjakan pendapatan negara berupa belanja rutin dan belanja pembangunan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah melakukan kegiatan produksi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

d. Masyarakat Luar Negeri

Setiap negara bekerja sama dengan negara lain melalui kegiatan ekspor dan impor untuk memenuhi kebutuhannya. Ketergantungan inilah yang mengharuskan antarnegara untuk menjaga hubungan baiknya.


Masyarakat luar negeri juga berperan dalam menyediakan tenaga kerja  ahli serta menjadi investor untuk pembangunan dalam negeri. Pemerintah berusaha keras untuk menarik investasi dari luar negeri karena investasi dari masyarakat luar negeri menjadi salah satu sumber dana dalam pembangunan nasional


C. Peranan Masyarakat dalam Rantai Ekonomi

Peran masyarakat dalam rantai ekonomi adalah dalam rangka memenuhi  kebutuhannya. Manusia memenuhi kebutuhannya setiap hari. Kebutuhan  manusia beragam karena berbagai faktor yang memengaruhi (Tema 1).  Beragamnya kebutuhan manusia menjadikan jumlah kebutuhan akan satu  barang dengan barang yang lainnya juga berbeda. Ketika lebaran banyak  masyarakat membutuhkan kebutuhan pokok, daging dan baju untuk  memenuhi kebutuhannya, akibatnya kebutuhan tersebut mengalami  peningkatan harga. Beberapa minggu setelah lebaran harga kembali  normal karena masyarakat tidak lagi membutuhkan barang tersebut  dalam jumlah yang besar. Perbedaan kebutuhan memberikan pengaruh  terhadap jumlah permintaan, penawaran, pasar dan harga. Bagaimana  masyarakat dapat memengaruhi jumlah permintaan, jumlah penawaran,  harga dan keadaan pasar?


Perbedaan kebutuhan manusia juga dipengaruhi oleh status sosial dan  peran sosial dalam masyarakat. Setiap orang memiliki peran dan status  sosial di masyarakat dan sering mengalami perubahan selama hidupnya.  Peran dan status sosial masyarakat yang beragam berdasarkan ras, suku,  agama, pekerjaan, pendidikan dan kemampuan ekonomi akan membentuk  lapisan di masyarakat berupa stratifikasi atau diferensiasi sosial.


1. Permintaan dan Penawaran

a. Permintaan

Pada awal tahun ajaran baru, sebagian besar siswa membutuhkan buku  untuk kegiatan pembelajaran dan mempunyai kemampuan membeli  buku. Ketika jumlah siswa yang ingin dan mampu membeli buku banyak  maka terjadi peningkatan harga buku. Peningkatan harga buku tidak  mengurangi minat siswa membeli buku karena sangat membutuhkan  buku dalam kegiatan belajar mengajar. Keinginan untuk membeli buku  pada waktu dan harga tertentu dengan kemampuan membeli inilah yang  disebut dengan permintaan. Permintaan merupakan keinginan membeli barang dan jasa disertai dengan kemampuan membeli pada waktu dan harga tertentu. Seseorang yang menginginkan barang atau jasa tetapi belum memiliki kemampuan membeli belum dapat dikategorikan sebagai permintaan.


Permintaan dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan membeli atau daya beli. Berdasarkan daya belinya, permintaan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu:

1) Permintaan efektif

Permintaan efektif merupakan permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli (daya beli). Dalam permintaan efektif, konsumen memiliki kemampuan untuk membeli barang maupun jasa serta melakukan transaksi pembelian.

2) Permintaan potensial

Permintaan potensial merupakan permintaan yang disertai dengan daya beli tetapi konsumen belum melakukan transaksi pembelian.

3) Permintaan absolut

Permintaan absolut merupakan permintaan dari konsumen terhadap suatu barang maupun jasa tetapi tidak disertai dengan kemampuan membeli (daya beli).

Berdasarkan jumlah konsumen, permintaan dibagi menjadi dua yaitu:

1) Permintaan individual

Permintaan individual merupakan permintaan atas barang dan jasa dari individu. Permintaan individual tergantung dari kemampuan masing-masing individu.

2) Permintaan pasar

Permintaan pasar merupakan permintaan atas barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat. Permintaan ini dihitung dari jumlah permintaan individu.

Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, perbedaan kebutuhan ini memengaruhi permintaan akan suatu barang dan jasa.

 

Ada beberapa faktor yang me[1]mengaruhi pemintaan:

• Harga barang dan jasa

• Besar kecilnya penghasilan seseorang

• Selera seseorang

• Kualitas barang

• Harga barang substitusi dan komplementer

• Jumlah penduduk yang semakin meningkat

• Ramalan masa depan

b. Penawaran

Pada tahun ajaran baru, terjadi permintaan atas buku pelajaran yang tinggi. Permintaan itu tidak akan menjadi sebuah transaksi tanpa adanya penawaran oleh produsen. Ketika terjadi permintaan barang dan jasa perusahaan akan menawarkan barang dan jasa pada waktu, harga dan tempat tertentu. Penawaran merupakan sejumlah barang maupun jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada waktu, harga dan tempat tertentu. Sama halnya dengan permintaan, penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

• Biaya produksi

• Perkembangan teknologi

• Harapan untuk mendapatkan laba

• Kebijakan pemerintah

 

c. Pasar

Saat ini pasar tidak lagi memiliki pengertian yang sederhana seperti yang kita lihat di sekitar kita. Pasar diartikan sebagai sarana bertemunya pembeli dan penjual, yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung untuk melakukan transaksi jual beli. Transaksi jual beli dapat terjadi di lokasi tertentu, warung, toko, mal, pasar tradisional dan bahkan melalui internet. Semua tempat tersebut dapat disebut dengan pasar. Pasar merupakan sarana kegiatan distribusi barang dan jasa. Produsen menawarkan hasil produk dan jasanya di pasar dan konsumen mencari  barang yang dibutuhkan di pasar. Seiring perkembangan teknologi, pasar  tidak lagi memiliki batasan wilayah, semua negara dapat saling terhubung untuk menawarkan dan mencari kebutuhannya. Adapun fungsi pasar

adalah:

1) Fungsi distribusi

Fungsi pasar sebagai saluran distribusi artinya pasar sebagai sarana bagi produsen untuk mendistribusikan barangnya kepada konsumen.

2) Fungsi pembentuk harga

Penjual menawarkan produk dan jasa pada harga tertentu dan  berharap mendapatkan laba dari penjualan produk dan jasa, sedangkan  konsumen melakukan permintaan atas suatu produk dan jasa dan  berharap mendapatkan harga yang murah agar semua kebutuhannya  dapat tercapai. Perbedaan keinginan penetapan harga antara penjual  dan pembeli ini menimbulkan tawar menawar dan membentuk harga  keseimbangan/ harga pasar.

 

3) Fungsi promosi

Sebagai saluran distribusi pasar akan melakukan promosi kepada konsumen agar mereka tertarik membeli produk dan jasa. Dalam situasi ini, produsen diuntungkan dengan adanya promosi yang dilakukan oleh pasar  Secara umum pasar dikelompokan dalam enam macam yaitu pasar  menurut jenis barang yang diperjualbelikan, waktu bertemunya penjual dan pembeli, luas kegiatan distribusi, fisik pasar, bentuk, serta strukturnya.

1) Pasar menurut jenis barang yang diperjualbelikan

Menurut jenis barang yang diperjualbelikan, pasar terdiri dari pasar barang konsumsi dan pasar faktor produksi.

• Pasar barang konsumsi merupakan pasar yang memperjualbelikan barang konsumsi untuk kebutuhan hidup manusia. Contohnya adalah pasar buah, pasar kelontong, pasar baju.

 

Pasar faktor produksi merupakan pasar yang memperjualbelikan berbagai faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Pasar faktor produksi ini dibedakan menjadi tiga macam yaitu pasar faktor produksi alam, pasar faktor produksi tenaga kerja dan faktor produksi modal.

 

2) Pasar menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli

Menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli pasar dibedakan menjadi pasar kaget, pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan dan pasar tahunan.

• Pasar kaget merupakan pasar yang terbentuk ketika ada keramaian atau kegiatan tertentu. Contohnya adalah pasar pada kegiatan Car Free Day.

• Pasar harian merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dapat dijumpai setiap hari. Contohnya adalah pasar daerah yang buka setiap hari.

• Pasar mingguan merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Contohnya adalah Pasar Kliwon, Pasar Wage, Pasar Legi.

• Pasar bulanan merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Contohnya adalah pameran lukisan yang dilaksanakan satu bulan sekali.

• Pasar tahunan merupakan pasar yang hanya terjadi satu tahun sekali. Contohnya adalah Pekan Raya Jakarta, Pasar Sekaten Yogyakarta.

 

3) Pasar menurut luas kegiatan distribusi

Menurut luas kegiatan distribusi, pasar dibagi menjadi empat yaitu pasar lokal, pasar daerah, pasar nasional dan pasar internasional Pasar lokal merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa yang hanya meliputi tempat tertentu. Contohnya adalah Pasar Colombo, Pasar Muntilan, Pasar Prambanan.

• Pasar daerah merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan wilayah tertentu seperti wilayah kabupaten atau provinsi. Contoh: Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pasar Klewer Solo, Pasar Johar Semarang.

• Pasar nasional merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan wilayah secara nasional atau satu negara. Contohnya adalah pasar uang dan pasar modal.

• Pasar internasional merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan seluruh dunia sehingga memungkinkan terjadi transaksi jual beli antarnegara. Untuk saat ini, platform penjualan online memungkinkan terjadinya jual beli lintas negara seperti Ebay, Alibaba, dan Amazon.

4) Pasar menurut fisik pasar

Menurut bentuk fisiknya, pasar dibedakan menjadi dua yaitu pasar konkret dan pasar abstrak.

Pasar konkret disebut juga dengan pasar nyata. Pasar konkret merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli secara langsung pada waktu dan tempat yang sama. Contohnya adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pekan Raya Jakarta, Pasar Prambanan.

• Pasar abstrak merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi secara tidak langsung. Baik penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi melalui internet, brosur, telepon dan lain sebagainya. Contohnya adalah toko online Shopee, Tokopedia, Zalora.

d. Harga

Harga merupakan nilai tukar atas suatu barang maupun jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang. Nilai tukar yang telah disepakati antara pihak penjual dan pembeli disebut dengan harga keseimbangan atau harga pasar. Harga keseimbangan terjadi ketika jumlah dan harga barang yang ditawarkan dan diminta berada pada satu titik. Harga merupakan suatu hal yang penting dalam ekonomi. Ada beberapa fungsi dari harga yaitu:

• Sebagai acuan perhitungan nilai jual barang dan jasa

• Mempermudah kegiatan transaksi jual beli

Sebagai acuan konsumen untuk mengetahui kualitas barang dan jasa yang akan dibeli

• Harga yang ditetapkan secara benar akan menghasilkan keuntungan bagi produsen

• Sebagai acuan bagi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian barang dan jasa.

 

2. Status, Peran Sosial, Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

a. Status dan Peran Sosial

Status Sosial

Status sosial adalah pusat dari interaksi sosial dan struktur sosial. Status  dapat didefinisikan sebagai posisi sosial yang definitif. Berbeda dengan  penggunaan populer dari istilah tersebut, memiliki “status” dalam istilah  sosiologis tidak sama dengan prestise. Setiap orang memiliki status, meskipun beberapa memang memiliki status yang lebih tinggi dari yang lain menurut penilaian masyarakat. Status yang berbeda di sebuah Rumah Sakit, misalnya status sebagai dokter, perawat, bagian administrasi, staf kebersihan, dan pasien. Dalam pengaturan ini, hubungan antara posisi-posisi ini didefinisikan secara sosial, dengan dokter yang memiliki kekuasaan dan prestise terbesar. Status sosial dibagi menjadi 3 (tiga), yakni:

 

Assigned status

Assigned status adalah status sosial yang diberikan oleh masyarakat atau karena mandat. Seseorang yang melaksanakan mandatnya dengan baik dianggap berjasa oleh masyarakat maupun setidaknya oleh pihak pemberi mandat. Sebagai contoh, Ir. Sukarno dan Moh. Hatta, diberi mandat oleh rakyat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sehingga diberi julukan Bapak Proklamator. Ir. Sukarno dan Moh. Hatta memperoleh assigned status yang tinggi sebagai pahlawan nasional karena jasanya.

 

Achieved Status

Achieved status adalah kedudukan yang dapat dicapai berdasarkan usaha seseorang. Achieved status dapat dicapai hingga posisi tertentu melalui upaya pribadi.

Achieved Status dapat diartikan pula sebagai kedudukan seseorang yang diperoleh dengan

usaha. Menjadi guru, insinyur, psikolog, dokter, pengacara, pianis, penyanyi, maupun arsitek, semuanya adalah status yang diraih. Individu harus melakukan sesuatu untuk mencapai posisi-posisi tersebut.

 

Ascribed Status

Ascribed status adalah status yang diperoleh melalui kelahiran, misal kedudukan anak bangsawan diperoleh karena lahir dari orang tua kalangan bangsawan. Ascribed status adalah kedudukan diperoleh secara tidak sengaja, misal menjadi seorang wanita, menjadi seorang laki-laki, menjadi seorang kakak, menjadi suku Batak, menjadi warga negara Indonesia, dan sebagainya.

 

Secara kolektif, semua status yang dimiliki seseorang sekaligus terdiri dari kumpulan statusnya. Setiap orang di sekolah memiliki sejumlah status berbeda pada waktu yang sama. Kepala sekolah mungkin juga seorang anak, istri, ibu, ketua PKK, dan anggota MGMP. Kumpulan status ini sering berubah selama masa hidup seseorang. Seorang polisi misalnya, statusnya berubah ketika dia berpindah dari siswa Akademi Kepolisian kemudian berubah statusnya menjadi polisi. Masing-masing Individu dapat menghapus atau menambahkan status dari dirinya, misalnya dengan mengundurkan diri dari posisi sebagai polisi, kemudian mencalonkan diri untuk jabatan politik lainnya. Terkadang, ada beberapa individu yang menyalahgunakan status sosialnya, misal influencer, menggunakan status sosialnya untuk mendapatkan tiket gratis atau makan siang gratis pada suatu kesempatan. Bahkan tidak jarang yang memanfaatkannya sebagai umpan dalam kasus penipuan.

 

Peran sosial

Sama halnya dengan status, peran sosial merupakan pusat interaksi sosial dan struktur sosial. Kedua konsep status dan peran berjalan beriringan. Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang dalam status tertentu. Dengan menggunakan status kepala sekolah dari contoh sebelumnya, sejumlah ekspektasi peran dapat diidentifikasi. Kepala sekolah harus berangkat bekerja sejak pagi, memberikan arahan, motivasi dan kedisiplinan bagi guru dan tenaga kependidikan, mengikuti berbagai rapat koordinasi yang mungkin harus dihadiri pada saat yang bersamaan, menerima laporan kenakalan siswa, menandatangani dokumen sekolah, sampai menerima tamu dari berbagai macam lembaga. Semua contoh ini menggambarkan bagaimana kita mengharapkan kepala sekolah bertindak dan menjadi contoh. Peran-peran ini bersama-sama menggambarkan kumpulan peran, semua peran yang berjalan dengan satu status.

 

Peran untuk status berbeda tersebut dapat saling bertentangan. Ini dikenal sebagai konflik peran. Kepala sekolah yang juga seorang  ibu, mungkin merasa sulit untuk mengabdikan jam kerja panjang yang dibutuhkan dalam pekerjaan sekaligus memenuhi harapannya sebagai orang tua. Ketika jam kerja berbarengan dengan jam sekolah sang buah hati, sang kepala sekolah akan sulit untuk menghadiri upacara kelulusan anaknya karena di saat yang sama ia harus memimpin upacara kelulusan di sekolahnya.

Ketegangan peran terjadi ketika dua atau lebih peran yang terkait dengan satu status mengalami konflik. Konflik peran membutuhkan keseimbangan harapan dari berbagai pihak. Misalnya, Kepala Sekolah mungkin merasa kesulitan untuk setiap saat menandatangani dokumen sekolah yang sudah ditunggu-tunggu karena harus rapat di tempat lain terkait anggaran sekolah dari dinas pendidikan.

 

b. Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Diferensiasi sosial

Di mana pun individu berada, maka akan bertemu dengan individu lain  dengan berbagai latar belakang kedudukan, pendidikan, kekayaan, usia,  dan ciri lain. Pembeda dalam kehidupan manusia ini semakin menguat  semenjak adanya modernisasi. Modernisasi menggambarkan perpindahan  dari masyarakat yang belum berkembang ke masyarakat yang maju yang  didorong oleh perkembangan teknologi. Proses ini meningkatkan jumlah  spesialisasi dan diferensiasi struktur dalam masyarakat. Diferensiasi sosial  didasarkan pada keberagaman gender, agama, ras serta etnis. Soerjono  Soekanto menjelaskan bahwa diferensiasi sosial merupakan variasi  pekerjaan dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan  dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang ada.

1) Diferensiasi sosial atas etnis (suku bangsa)

Perbedaan antara ras dan etnis yaitu ras dibedakan dalam penampilan  fisiknya, sedangkan etnis dibedakan dalam karakteristik budayanya.

2) Diferensiasi sosial atas agama

Diferensiasi sosial atas agama berarti semua agama berada pada  tingkatan yang sama. Agama mempunyai ajaran yang mengatur  kehidupan masyarakat tanpa membedakan ras, derajat, gender  maupun unsur pembeda lain. Pada dasarnya agama menganjurkan  kerjasama antarpemeluk agama.

3) Diferensiasi sosial berdasarkan gender

Diferensiasi sosial berdasar gender adalah perbedaan mendasar antara  laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut mencakup perbedaan secara jenis kelamin dan perbedaan peran yang dibentuk secara sosial dan budaya oleh masyarakat. Antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak ada yang kedudukannya lebih unggul, keduanya sama-sama berkesempatan dan berpeluang untuk berpartisipasi dalam berbagai hal.

Stratifikasi sosial

Istilah stratifikasi sosial menggambarkan sistem kedudukan sosial dalam masyarakat. Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya ketidaksetaraan yang terstruktur antarkelompok dalam masyarakat dalam hal akses materi atau sumber daya tertentu. Bentuk paling khas dari stratifikasi dalam masyarakat modern adalah adanya pembagian kelas. Stratifikasi sosial  mengacu pada kategorisasi masyarakat ke dalam peringkat tingkatan  sosial ekonomi berdasarkan faktor-faktor seperti kekayaan, pendapatan,  ras, pendidikan, dan kekuasaan.

Stratifikasi dalam geologi berarti lapisan vertikal berbeda yang ditemukan pada batuan, gambaran ini cocok digunakan untuk memvi[1]sualisasikan struktur sosial. Lapisan masyarakat terdiri dari individu-in[1]dividu serta sumber daya masyarakat didistribusikan ke seluruh lapisan secara tidak merata. Individu dengan sumber daya yang lebih banyak mewakili struktur stratifikasi sosial pada laporan atas. Kelompok lain yang memiliki sumber daya sedikit dan semakin sedikit mewakili ma[1]syarakat pada lapisan bawah. Stratifikasi sosial adalah sistem di seluruh masyarakat yang membuat ketidaksetaraan menjadi jelas.

Faktor yang menentukan stratifikasi akan berbeda pada masyarakat yang berbeda pula. Pada sebagian besar masyarakat, stratifikasi merupalan sistem ekonomi yang didasarkan pada pendapatan, upah, deviden investasi, aset, kekayaan dan nilai bersih uang yang dimiliki oleh seseorang. Meskipun kekayaan menjadi tolak ukur status sosial seseorang,  hektare ada faktor lain yang juga memengaruhi. Misalnya pada beberapa  budaya, seseorang dengan kharisma dan kebijaksanaan lebih dihargai dan  dihormati dibandingkan mereka yang tidak memilikinya. Pada budaya  yang lain, orang tua lebih dihormati sedangkan di sisi budaya lainnya  orang tua justru diremehkan atau diabaikan. Keyakinan masyarakat pada  kebudayaan sering memperkuat ketidaksetaraan stratifikasi.

Penentu lain ditemukan dalam struktur pekerjaan masyarakat. Guru,  misalnya, seringkali memiliki tingkat pendidikan yang tinggi tetapi  menerima gaji yang relatif rendah. Banyak yang percaya bahwa mengajar  adalah profesi yang mulia, jadi guru harus melakukan pekerjaan mereka  karena cinta pada profesinya dan kebaikan siswanya, bukan untuk uang.

Namun, tidak ada eksekutif atau wirausahawan yang sukses yang akan  menerima sikap itu dalam dunia bisnis, di mana keuntungan dinilai sebagai  kekuatan pendorong. Sikap budaya dan keyakinan seperti ini mendukung  dan mengabadikan ketidaksetaraan sosial

Sistem Stratifikasi

Stratifikasi dapat dikategorikan kedalam dua jenis sistem stratifikasi.  Sistem tertutup mengakomodasi sedikit perubahan dalam posisi sosial.  Dalam sistem tertutup tidak mengenal atau mengizinkan orang untuk  berpindah tingkatan dan tidak mengizinkan hubungan sosial antarlevel.

Sistem kedua disebut dengan sistem terbuka, sistem ini didasarkan pada pencapaian, juga memungkinkan perpindahan tingkat dan interaksi antarlapisan dan kelas. Sistem yang berbeda mencerminkan, menekankan, dan mendorong nilai-nilai budaya tertentu dan membentuk kepercayaan individu. Sistem stratifikasi dibagi kedalam sistem kasta, sistem kelas, serta sistem meritokrasi.

Sistem Kasta

Sistem kasta merupakan sistem stratifikasi yang tertutup di mana status sosial yang dimiliki tidak dapat diubah sama sekali atau hanya dapat merubahnya sedikit. Sistem kasta adalah sistem di mana orang-orang dilahirkan dalam status sosial mereka dan akan tetap berada di dalamnya sepanjang hidup mereka. Orang diberi pekerjaan terlepas dari bakat, minat, atau potensi mereka. Hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan posisi sosial seseorang.

Tradisi kasta Hindu meyakini bahwa seseorang diharapkan dapat melakukan pekerjaan dan menikah sesuai dengan kasta yang dimiliki. Menerima status sosial dianggap sebagai kewajiban normal. Nilai budaya memperkuat sistem. Seseorang yang hidup dalam masyarakat kasta disosialisasikan untuk menerima status sosialnya.

Meskipun sistem kasta di India telah dibongkar secara resmi, sisa keberadaannya tertanam kuat. Di daerah pedesaan, aspek tradisi lebih mungkin untuk tetap ada. Sedangkan di kota-kota besar di India saat ini, individu memiliki lebih banyak kesempatan untuk memilih jalur karier dan pasangan pernikahan dibanding beberapa dekade silam. Pusat[1]pusat ketenagakerjaan menyediakan informasi perusahaan global yang membuka rekruitmen pegawai bagi warga negara yang berprestasi.

 

Sistem Kelas

Pada sistem kelas, faktor sosial individu didasarkan pada prestasinya. Kelas terdiri dari sekumpulan orang-orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, serta pekerjaan. Sistem kelas bersifat terbuka. Setiap individu bebas untuk mencapai tingkat pendidikan atau pekerjaan yang berbeda dari orang tua mereka. Dalam sistem kelas, individu juga dapat bersosialisasi serta menikah dengan anggota kelas lain sehingga dimungkinkan terjadi perpindahan dari satu kelas ke kelas lain.

Dalam sistem kelas, orang memiliki pilihan untuk membentuk pernikahan eksogami, persatuan pasangan dari kategori sosial yang berbeda. Pernikahan dalam keadaan ini didasarkan pada nilai-nilai seperti cinta dan kecocokan, bukan pada status sosial atau ekonomi. Meskipun konformitas sosial masih ada yang mendorong orang untuk memilihpasangan dalam kelasnya sendiri, orang tidak terdesak untuk memilih pasangan nikah hanya berdasarkan elemen-elemen tersebut. Pernikahan dengan pasangan dari latar belakang sosial yang sama adalah persatuan endogami.

Meritokrasi

Meritokrasi adalah sistem ideal yang didasarkan pada keyakinan bahwa stratifikasi sosial adalah hasil dari usaha pribadi atau prestasi yang menentukan kedudukan sosial. Tingkat usaha yang tinggi akan membawa pada kedudukan sosial yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Konsep meritokrasi adalah ideal, karena masyarakat tidak pernah ada di mana peringkat sosial hanya didasarkan pada prestasi. Proses sosialisasi dan realitas sistem ekonomi, serta kedudukan sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya karena struktur masyarakat yang kompleks bukan prestasi semata.

Bentuk pelapisan sosial (stratifikasi) di Masyarakat

1) Stratifikasi Ekonomi

Pelapisan sosial atau stratifikasi atas dasar ekonomi akan membedakan individu dalam hal atau atas dasar penguasaan dan kepemilikan terhadap materi/harta atau sumber daya lainnya.

2) Stratifikasi Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial yang dimaksud disini adalah stratifikasi dalam arti yang lebih khusus, sebagai contoh stratifikasi atas dasar kasta, tingkat pendidikan, maupun jenis pekerjaan.

3) Stratifikasi Politik

Pelapisan sosial atau stratifikasi dalam masyarakat berdasarkan kriteria politik dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau warga masyarakat manurut pembagian kekuasaan poiltik.

 

 

 

0 komentar:

Post a Comment test