Rangkuman Materi IPS Kelas 7 SMP Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar

Wednesday, September 14, 2022

 

Replika Gajah Purba di Museum Geologi Bandung (Dok. Didno)


Bumi kita sudah sangat tua dan banyak mengalami kerusakan. Pemanasan global (global warming), efek rumah kaca, polusi udara, air, dan tanah merupakan contoh yang dapat merusak bumi. Kerusakan bumi banyak disebabkan oleh perilaku manusia. Beberapa aktivitas yang menimbulkan kerusakan antara lain, penggunaan teknologi yang menghasilkan polusi, aktivitas membakar hutan atau menebang pohon sembarangan, dan membuang sampah sembarangan. 


Ketika awal penciptaan makhluk hidup, kondisi memengaruhi perkembangan bumi kita sudah stabil dan dapat ditempati dengan baik oleh makhluk hidup. Proses perkembangan bumi sebagai pembabakan sejarah berdasarkan ilmu geologi dibagi ke dalam empat zaman, antara lain:


a. Zaman Arkaekum/Arkeozoikum

Zaman Arkaekum merupakan zaman tertua yang berlangsung sekitar 2.500 juta tahun lalu. Pada zaman ini, keadaan bumi belum stabil. Suhu bumi masih sangat tinggi dan tanda-tanda kehidupan belum muncul.


b. Zaman Primer/Paleozoikum

Paleozoikum atau zaman hidup tua telah berlangsung sekitar 340 juta tahun lalu. Pada zaman ini, mulai ada tanda-tanda kehidupan yang ditandai dengan kemunculan makhluk hidup berupa organisme bersel satu. 


c. Zaman Sekunder/Mesozoikum

Zaman Mesozoikum adalah zaman hidup pertengahan yang sudah berlangsung sekitar 140 juta tahun silam. Pada zaman ini muncul hewan-hewan reptil besar seperti dinosaurus, Oleh karena itu, zaman ini dikenal juga dengan zaman reptil .


d. Zaman Hidup Baru/Neozoikum

Pada zaman hidup baru dapat dibedakan menjadi dua zaman antara lain:

- Tersier

Zaman tersier terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini dinosaurus telah punah dan mulai berkembang jenis binatang menyu sui atau mamalia. 

- Kuartier

Zaman kuartier mulai terdapat tanda-tanda kehidupan manusia. Pada zaman ini merupakan zaman terpenting bagi kemunculan aktivitas manusia. 


Manusia mempunyai tingkah laku dan mempunyai aktivitas ekonomi yang menghasilkan emisi gas pencemaran yang terjadi di bumi. Dampak dari pencemaran lingkungan tersebut yaitu munculnya berbagai penyakit hingga kematian. 


Berikut merupakan beberapa contoh pencemaran sebagai akibat interaksi manusia dengan alam yang bersifat merusak:


- Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat terjadi karena emisi gas yang dihasilkan selama proses pembakaran. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). 

Kandungan CO2 yang tinggi di lapisan udara bumi (atmosfer), berdampak kepada terciptanya efek rumah kaca. Akumulasi emisi gas mengakibatkan pancaran panas matahari terperangkap di lapisan udara bumi, sehingga terjadi kenaikan suhu di permukaan bumi.


- Pencemaran Air

Tingginya konsentrasi zat-zat berbahaya yang terkandung dalam zat air mengakibatkan pencemaran air. Konsentrasi zat-zat tersebut telah berlangsung lama sehingga menimbulkan dampak tertentu. Pencemaran air dapat terjadi karena penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan, dan limbah industri yang dibuang sembarangan. Air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Berbagai aktivitas manusia seperti memasak, mencuci, dan mandi membutuhkan air. Perairan yang tercemar  dapat berdampak pada kesehatan manusia, berkurangnya ketersediaan  air bersih, dan mengganggu keseimbangan ekosistem air.


- Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah disebabkan karena tanah kehilangan komponen penting sebagai daya dukungnya. Penggunaan pestisida yang berlebih dan pembuangan limbah industri ke tanah merupakan contoh pencemaran tanah dengan pestisida. Tak semua penggunaan pestisida tepat sasaran. Hanya sekitar 20 persen yang mengenai sasaran, sementara sebagian besar sisanya jatuh bebas ke tanah. Dampak dari pencemaran tanah yaitu tanah menjadi tidak produktif untuk aktivitas pertanian dan dapat memengaruhi ketahanan pangan.


0 komentar:

Post a Comment test