Cara Mengatasi Berita Hoax di Dunia Maya

Sabtu, 17 Maret 2018
Awas Berita Hoax (Gambar dan ide tulisan Keminfo.go.id) 

Akhir-akhir ini tentu banyak sekali informasi atau berita hoax di dunia maya atau internet. Ini tidak bisa dipungkiri karena beberapa faktor seperti seperti kemudahan akses internet, harga internet yang terjangkau dan banyaknya perangkat yang bisa digunakan untuk mengakses internet seperti smartphone, tablet, komputer atau laptop. 

Tetapi dengan semakin mudahnya mengakses internet ada dampak positif dan negatifnya. Pengguna yang bisa memanfaatkan internet dengan baik tentu akan bisa menghasilkan karya dan uang. Tetapi jika tidak bisa memanfaatkannya bisa berujung petaka dan jeruji besi karena ada undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Dampak negatif dari berita hoax atau berita palsu dari internet sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Berita palsu atau berita hoax sering ditemukan tidak hanya di situs atau blog, tetapi juga di media sosial dan aplikasi perpesanan. Oleh karena itu sebaiknya kita perlu membentengi diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Berikut Cara Mengatasi Berita Hoax di Dunia Maya, Internet dan Media Sosial 

Jangan Asal Share atau Bagikan. Pengguna media sosial atau aplikasi perpesanan paling sering membagikan postingan atau gambar dari sumber yang tidak jelas tanpa adanya cross check atau memeriksa kembali kebenaran dari berita tersebut. Berita atau informasi yang menurut dirinya benar atau sesuai dengan pemikirannya kemudian dibagikan ke media sosial atau aplikasi perpesanan. Cek 

Cek Keaslian Gambar atau Foto. Ada banyak gambar yang tersebar di dunia maya atau internet baik melalui situs, blog, media sosial dan aplikasi perpesanan. Untuk mengecek kebenaran gambar tersebut Anda bisa mengecek melalui beberapa situs secara online atau melalui https://images.google.com 

Hati-hati Dengan Judul Berita Provokatif. Judul berita dari media online yang resmi atau pun abal-abal sekarang banyak yang menggunakan judul provokatif untuk menarik pembaca yang ujung-ujungnya adalah duit. Maka tidak heran banyak judul-judul berita provokatif. Sebaiknya baca dulu beritanya dengan seksama dan lihat sumber beritanya dari mana. Kalau bukan dari media online yang sudah terverifikasi maka sebaiknya Anda jangan terlalu percaya, dan sebaiknya cari referensi dari media lain agar dapat informasi yang berimbang. 

Perhatikan Alamat Situsnya. Banyak sekali informasi atau berita hoax yang mencantumkan sumber beritanya dari situs, tetapi setelah dicek situsnya disamarkan, tidak jelas, situs kosong atau situs abal-abal. Jika menemukan hal tersebut sebaiknya jangan percaya atau abaikan saja. 

Periksa Fakta dan Data. Jika Anda membaca informasi di media sosial atau internet sebaiknya periksa dari mana sumbernya termasuk dalam hal lowongan pekerjaan atau formasi CPNS. Jika informasi tersebut berasal dari situs resmi pemerintah dengan domain go.id, atau situs instansi pemerintah maka informasinya bisa dipercaya tetapi jika disebarkan bukan dari situs yang berkompeten maka abaikan saja. Selain itu perlu dicermati perbedaan antara fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang terjadi dengan kesaksian dan bukti atau ada datanya. Sementara opini merupakan pendapat atau kesan dari penulis berita yang memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. 

Laporkan Berita atau Informasi Hoax. Jika Anda menemukan informasi atau berita hoax sebaiknya laporkan kepada pihak berwajib atau melalui saluran apa informasi tersebut disebarkannya.  
Untuk Facebook 
Jika Anda menemukan informasi atau berita hoax di facebook Anda bisa laporkan akun atau postingannya dengan mengkategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari dari pengguna facebook atau netizen maka pihak Facebook akan menghapus status tersebut. 

Untuk Google. Jika Anda menemukan berita hoax pada produk Google seperti Google Plus, Blogger atau yang lainnya maka Anda menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs, blog dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. 

Untuk Twitter 
Jika Anda menemukan informasi atau berita hoax, Anda bisa melaporkan memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, begitu juga Instagram. 

WhatsApp
Jika Anda menggunakan Whatsapp sebaiknya blokir akun atau grup WhatsApp yang menyebarkan informasi atau berita hoax tersebut dengan cara buka Chat lalu ketuk nama kontak atau grup untuk membuka informasi profilnya lalu gulirkan ke bawah dan ketuk Laporkan Spam dan Hoax dengan menyertakan kesalahannya.    

Laporkan Ke Kementrian Komunikasi dan Informatika 
Bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. 

Masyarakat Indonesia Anti Hoax 
Anda juga menyediakan laman https://turnbackhoax.id/lapor-hoax/ untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax 

Kepolisian Republik Indonesia 
Jika ingin melaporkan informasi atau berita hoax ke kepolisian sebaiknya screenshot dan print berita hoax atau berita palsu termasuk dari media sosial. Data tersebut akan dijadikan bukti fisik karena bisa saja berita hoax tersebut akan dihapus oleh pemiliknya untuk menghilangkan bukti. 

Menahan Diri 
Dan yang paling penting sebagai pengguna media sosial ada baiknya bisa menahan diri agar jari-jari kita untuk tidak langsung menyebarkan informasi atau berita yang tidak dilihat sendiri sebelum mengecek ulang informasi tersebut di internet atau menanyakan secara langsung kepada orang yang dipercaya atas peristiwa atau kejadi tersebut. Atau membalas komentar yang bisa menyinggung perasaan orang, agama, atau institusi lain. 

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar test