Ezequel Pereira, Remaja Yang Menemukan Celah Keamanan Google

Minggu, 03 Juni 2018
Ezequel Pereira (Twitter)

Raksasa mesin pencari Google baru saja memberikan hadiah sebesar 36.000 dollar AS atau setara dengan Rp 504 juta kepada seorang remaja asal Montevideo, Uruguay. Ezequiel Pereira (17 tahun). Dia mendapat hadiah tersebut karena melaporkan bug atau celah keamanan di sistem internal Google.  

Laporan bug dari Ezequiel Pereira kepada Google ini merupakan yang kelima dan hadiah yang diberikan Google merupakan hadiah yang terbesar yang pernah dia dapatkan. Perburuan bug pertama yang berhasil ditemukan Pereira, membuatnya diberi hadiah 500 dollar AS atau sekitar Rp 7 juta. 

"Saya menemukan bug atau celah dengan cepat dan menghasilkan 500 dollar aku rasa itu luar biasa. Jadi aku putusan untuk terus mencoba lagi sejak saat itu," ujarnya. Pada bulan Juni tahun lalu, dia juga menemukan bug di sistem keamanan Google dan mendapatkan hadiah 10.000 dollar AS atau setara dengan Rp 140 juta. 

Sebagian uang tersebut dia gunakan untuk mendaftar kuliah ke beberapa universitas di Amerika Serikat. Sayangnya, tidak ada satupun universitas yang menerimanya, dia pun melanjutkan sekolahnya di salah satu universitas di Montevideo Uruguay. 

Awal tahun ini, Pereira kembali menemukan bug Remote Command Execution di non-production environments Google App Engine. Google kemudian mengajak Pereira untuk berdiskusi tentang celah tersebut dan bagaimana dia bisa menemukannya. 

Perkenalan pertama Pereira dengan dunia pemrograman sebenarnya sudah sejak umurnya 11 tahun, setelah mendapat komputer pertamanya setahun sebelumnya. Dia mendapatkan Ilmu pemrograman bukan dari sekolah, melainkan dia pelajari secara otodidak. 

Beberapa bahasa pemrograman telah dia pelajari dan berbagai kontes koding telah dia ikuti. Salah satunya adalah kontes yang membawanya berkeliling ke markas Google di California, Amerika Serikat. 

Pereira berharap semua uang yang dia dapat bisa membantu biaya pendidikannya dan mengejar cita-cita untuk meraih gelar master di bidang keamanan komputer. Tidak ada rencana lain yang dia pikirkan selain pendidikan dan membantu keuangan keluarganya. 

Saat ini, Pereira hanya mengirim laporan bug ke program bug bounty Google saja. Namun, beberapa perusahaan teknologi dan video game menawarkan kesempatan yang sama untuk Pereira agar membantu mereka menemukan bug. 

Google berharap, dengan pemberian hadiah ini, bisa memacu "ethical hacker" alias hacker putih seperti Pereira yang mau melaporkan bug di program mereka, dari pada menjualnya ke pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Pereira ingin mengajak teman-temannya dalam perburuan bug. "Mereka tertarik tapi mereka merasa tidak terlalu paham," ucap Pereira, Namun, dia terus mendorong teman-temannya untuk terus mencoba dan "Semua orang bisa mempelajarinya," imbuhnya, seperti dikutip dari kompas.com (28/05/2018).

0 komentar:

Posting Komentar test