Path Akan Tutup, Gara-gara Sepi Pengguna

Sabtu, 15 September 2018
Media Sosial Path

Satu lagi media sosial yang pernah hits di tanah air dikabarkan akan gulung tikar. Media sosial yang dikabarkan akan tutup tersebut adalah Path. Informasi ini berasal dari salah satu akun pengguna Twitter @wowadit, ia menyampaikan kalau media sosial yang identik dengan warna merah menyala itu akan berhenti. 


Di dalam screenshot yang dibagikan @wowadit, tampak pengumuman Path kepada pengguna yang menjelaskan kalau media sosial ini benar-benar akan ditutup. Pengumuman itu juga disertai embel-embel "The Last Goodbye". 

Pengumuman ini ditampilkan kepada pengguna yang masih memakai aplikasi Path. "Kami dengan sangat menyesal harus menginformasikan kalau Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs ini untuk detail terkait restore atau refund," seperti ditulis pihak Path. 

Belum bisa dipastikan, apakah pengumuman itu menandakan Path benar-benar akan ditutup secara utuh, atau akan berganti wajah. Jika kabar tersebut benar, maka Path akan ditutup pasti banyak pengguna yang bersedih apalagi punya kenangan manis dengan media sosial yang sempat menjadi media sosial kesayangan di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis pengguna Path terbanyak. 

Pada Maret 2018, CEO Path Dave Morin masih aktif dengan media sosial besutannya tersebut. Penurunan jumlah pengguna Path akibat dampak kasus penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Media sosial yang identik dengan warna merah ini, langsung mengambil langkah besar agar kejadian serupa tak bakal menimpa mereka. 

Pendiri dan CEO Path Dave Morin melalui akun Twitter-nya, @davemorin, berkata kalau dirinya juga sudah dibendung banyak permintaan pengguna agar Path bisa menjaga keamanan data pribadi pengguna. 

Karena itu ia mempertimbangkan untuk membentengi media sosialnya dengan merombak aplikasi lebih baik lagi. Seperti kita ketahui, Path memang cuma hadir dalam versi aplikasi, baik itu untuk versi Android maupun iOS. 

Unggahan Dave tersebut banyak menerima ratusan balasan dan di-like hingga ribuan kali, tidak terkecuali mantan Director of Engineering Path Mike DiCarlo dan beberapa angel investor lainnya. Mereka bahkan seolah ingin berkolaborasi dan bakal menggelontorkan investasi terkait rencana Dave untuk merombak Path. 

Skandal yang menimpa Facebook bisa dibilang paling buruk di sepanjang sejarah perusahaan. Bagaimana tidak, data yang disalahgunakan ternyata diperlukan hanya untuk pemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. 

Akibat dari skandal tersebut, para pengguna Facebook sudah kesal dan khawatir karena mereka bisa saja menjadi korban. Para pengguna pun berbondong-bondong menyerukan tagar #deletefacebook di Twitter dan menjadi trending dunia. 

Path sebetulnya bisa mengambil peluang besar tersebut. Mereka bisa saja membangun ulang aplikasi dengan tingkat perlindungan dan keamanan data yang lebih baik. Dari situlah, para pengguna Facebook kemungkinan bakal beralih ke Path. 

Untuk informasi, Path didirikan sejak tahun 2010. Awalnya, Path menjadi media sosial jurnal untuk berbagi foto dan berkirim pesan. Layanan tersebut memungkinkan pengguna hanya bisa berbagi momen ke 500 teman. 

Media sosial Path pada tahun 2015 diakuisisi oleh Daum Kakao, salah satu perusahaan teknologi besar asal Korea Selatan. Sayang, nilai akuisisi perusahaan tersebut tidak pernah diungkap hingga saat ini. 

Masa kejayaan Path sendiri berlangsung sejak 2013. Bagaimana tidak, Dave menyebutkan media sosial miliknya sempat dibuka sebanyak 1 miliar kali oleh lebih dari 12 juta pengguna di seluruh dunia. 

Ini tidak lain berkat kemudahan terhubung dan menambahkan teman melalui akun Twitter, Gmail, dan daftar kontak dalam ponsel. Selain itu akan ada 12 layanan baru yang akan terintegrasi dengan Path, yakni Over, PicCollage, PicMix, Papelook, Mill, Manga Camera, Otaku, PicFrame, PicStitch, QordPress, Viddy, dan Strava, seperti dikutip dari Liputan6.com (14/09/2018).

0 komentar:

Posting Komentar test