Flexpai, Smartphone Lipat Pertama di Dunia

Sabtu, 03 November 2018
Flexpai smartphone lipat

Setelah rumor dan teka-teki bentuk dari ponsel lipat yang akan diperkenalkan kepada khalayak, akhirnya secara resmi ponsel pertama di dunia dengan layar fleksibel yang bisa dilipat di bagian tengah telah resmi diperkenalkan pekan ini. 


Nama ponsel lipat ini adalah Flexpai, ponsel pintar tersebut bukan besutan dari Samsung atau Huawei. Produsen pembuat ponsel lipat ini adalah Royole, perusahaan asal California, Amerika Serikat, yang memang namanya tidak sebesar Huawei, Samsung, atau LG yang sudah sesumbar akan mengeluarkan smartphone lipat tahun depan. 


Produsen ini baru saja diluncurkan di China melalui suatu acara peluncuran di Negara tirai Bambu tersebut. Royole mendeklarasikan bahwa Flexpai itu adalah smartphone lipat komersil pertama di dunia. Konsep smartphone lipatnya mirip dengan buku. Jika layarnya dibentangkan, perangkat ini tampak seperti tablet dengan ukuran layar 7,8 inci. Saat layarnya dilipat, ukurannya layarnya berubah menjadi 4 inci. 

Royole sendiri merupakan produsen panel AMOLED fleksibel yang diperlukan untuk layar lipat Flexpai. Perangkat ini berjalan menggunakan system operasi Android 9 Pie yang dilapisi dengan antarmuka besutannya yang disebut dengan Water OS.

Antarmuka Water OS bisa berubah menyesuaikan dengan skenario penggunaan perangkat, seperti ketika perangkat dilipat maka antarmuka akan berubah menjadi smartphone sedangkan saat dibentangkan akan menjadi tablet PC. 

Selain menyandang predikat ponsel lipat pertama di dunia, Flexpai sekaligus menjadi perangkat pertama yang menggunakan System-on-Chip (SoC) Snapdragon 8150 besutan Qualcomm. Chip yang belum diluncurkan secara resmi oleh Qualcomm. Smartphone ini menggunakan RAM 6GB dan memori internal 128 GB. Tersedia juga model dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB atau 512 GB. 

Royole mengklaim bahwa engsel yang digunakan sebagai tumpuan lipatan layar di Flexpai memiliki ketahanan hingga 200.000 kali. Smartphone lipat turut dilengkapi dengan colokan USB Type-C untuk pengisian daya, tetapi tidak dilengkapi dengan jack 3.5mm. 

Smartphone Flexpai, menggunakan baterai dengan kapasitas 3.800 mAh dengan teknologi pengisian daya cepat yang diberi nama Ro-Charge. Royole menyebut bahwa daya baterai Flexpai akan terisi dari posisi 0 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu selama 30 menit. 

Smartphone ini sudah mulai dipesan di China dengan banderol mulai dari 1.290 USD atau setara dengan Rp 19,5 jutaan), 1.435 USD atau setara dengan Rp 21,6 juta), dan yang paling mahal dijual dibanderol dengan harga 1.865 USD Rp 28 jutaan. Smartphone ini mulai dikirim bulan Desember mendatang, seperti dikutip dari Phone Arena.com (01/11/2018).

0 komentar:

Posting Komentar test